Belawan | suaraburuhnasional.com – Dalam sebuah manuver responsif dan terukur terhadap bencana alam, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pelabuhan Belawan secara sigap memberlakukan rekayasa lalu lintas ekstrem berupa sistem contra flow di ruas Jalan Tol menuju Belawan. Tindakan ini merupakan respons segera setelah luapan air mencapai ketinggian yang mengkhawatirkan, yaitu sekitar satu meter, yang secara efektif melumpuhkan lajur utama di kawasan Cingwan, Jumat (28/11/2025).
Aksi cepat tanggap ini bertujuan utama untuk menjamin keselamatan publik dan menjaga kelancaran konektivitas logistik vital di jalur tersebut. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Belawan, AKP Andi K. Barus, S.H., M.H., menjelaskan bahwa tingginya genangan air di lajur A (arah Belawan) menjadikan jalur tersebut tidak dapat dilintasi. Oleh karena itu, semua kendaraan yang datang dari arah Medan dan bertujuan ke Belawan diarahkan keluar melalui Gerbang Tol KIM (Kawasan Industri Medan).
“Mengingat kondisi banjir yang signifikan, kami mengeluarkan seluruh arus kendaraan dari jalur A di pintu Tol KIM. Untuk kendaraan yang esensial menuju Belawan, kami terapkan skema contra flow melalui jalur B (jalur yang normalnya menuju Medan). Ini adalah langkah darurat yang dipandu langsung oleh personel di lapangan untuk memastikan pergerakan tetap terjadi secara aman dan terkontrol,” tegas AKP Andi Barus.
Kebijakan lawan arus ini, menurutnya, adalah keputusan strategis untuk mencegah stagnasi total dan potensi bahaya yang mengancam keselamatan pengguna jalan di titik banjir.
Komitmen Polres Pelabuhan Belawan terhadap kondisi ini diperkuat dengan kehadiran langsung Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol Dedy Dharma, S.H., yang turun memantau dan mengawasi jalannya rekayasa lalu lintas di lokasi. “Penerapan contra flow ini adalah manifestasi dari komitmen pelayanan prima kami, memastikan bahwa arus lalu lintas tetap berjalan, meskipun di bawah tekanan situasi darurat. Petugas kami siagakan 24 jam untuk memitigasi risiko dan menjamin pengguna jalan dapat melintas dengan aman,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, AKP Andi Barus menyampaikan harapannya agar kondisi cuaca ekstrem ini segera mereda dan genangan air dapat surut, sehingga jalur vital perekonomian tersebut dapat segera difungsikan normal.
“Kami terus memonitor dinamika situasi di lapangan, dan penyesuaian rekayasa akan dilakukan segera setelah kondisi memungkinkan. Di saat yang sama, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tertinggi mengingat intensitas hujan masih tinggi. Jika tidak ada kepentingan mendesak, mohon hindari melintas di titik-titik yang telah teridentifikasi rawan banjir, demi keselamatan diri dan kelancaran bersama,” pungkasnya. (NS)


