dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Jakarta | suaraburuhnasional.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, bertempat di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Kamis (22/1/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid.
Dalam sambutannya, Menteri Nusron menegaskan bahwa pelantikan dan rotasi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya strategis untuk menjaga integritas birokrasi. Menurutnya, mekanisme tour of duty menjadi instrumen penting dalam mencegah potensi penyimpangan kewenangan.
“Sebagaimana yang sudah berkali-kali saya sampaikan, pelantikan JPT Pratama ini merupakan hal yang rutin dalam rangka tour of duty. Sejak awal, komitmen kita adalah setiap pejabat menempati jabatan maksimal dua tahun, kemudian dilakukan rotasi. Tujuannya agar tidak merasa berada di comfort zone, tidak merasa tidak tersentuh, dan untuk mencegah terjadinya moral hazard,” tegas Menteri Nusron.
Ia menambahkan, rotasi jabatan bukan semata-mata soal perpindahan posisi, melainkan bagian dari strategi membangun budaya kerja yang profesional, adaptif, dan akuntabel, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas di lingkungan ATR/BPN.
Melalui kebijakan ini, Menteri Nusron berharap seluruh pejabat yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kinerja organisasi, serta memberikan pelayanan pertanahan dan tata ruang yang semakin berkualitas kepada masyarakat.
Pelantikan JPT Pratama ini menjadi wujud nyata komitmen Kementerian ATR/BPN dalam memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan roda organisasi berjalan secara sehat, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. (Clara)

