Selasa, April 28, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

Keadilan di Balik Gelap Belawan Dedikasi 4 Jam Polri Menguak Tragedi Yos Sudarso

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di tengah hiruk-pikuk Jalan KL. Yos Sudarso yang biasanya hanya dipenuhi deru mesin industri, sebuah tragedi kemanusiaan pecah pada Senin malam (27/4).

Namun, kegelapan malam itu tak berlangsung lama bagi hukum. Dalam sebuah operasi kilat yang presisi, jajaran Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan bersama Polsek Belawan berhasil menuntaskan janji keadilan hanya dalam waktu 4 jam pasca-kejadian. ​Kasus penganiayaan maut yang merenggut nyawa pemuda berinisial MFR ini menjadi bukti nyata bahwa di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, tidak ada ruang bagi tindakan anarkisme untuk bersembunyi.

​Peristiwa bermula saat senja baru saja luruh, sekitar pukul 19.30 WIB. Korban, MFR, tengah melintasi Kelurahan Belawan Bahari dengan sepeda motornya. Tanpa disadari, maut mengintai dari balik ketersinggungan yang dangkal. Tersangka berinisial MS (17), yang berboncengan dengan rekannya, melakukan aksi brutal dengan menendang kendaraan korban hingga terhempas ke aspal.

​”Hanya karena merasa tersinggung akibat teriakan saat berpapasan, sebuah nyawa menjadi taruhannya. Ini adalah pengingat keras bagi kita semua tentang pentingnya kontrol diri di ruang publik,” ungkap Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo, SH., MH., mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi.

​Benturan keras tersebut menyebabkan luka fatal di bagian kepala korban. Meski pertolongan medis sempat diupayakan di RS PHC Belawan, MFR menghembuskan napas terakhirnya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Begitu informasi diterima, aparat kepolisian tidak membuang detik yang berharga. Di bawah komando langsung AKP Agus Purnomo dan AKP A.R. Riza, tim gabungan menyisir jejak-jejak pelarian pelaku.

​Informasi intelijen membawa petugas menuju sebuah rumah di Kampung Nelayan Seberang, sebuah area yang cukup terisolasi. Namun, ketangkasan petugas tak terhalang medan. Tepat pukul 23.00 WIB masih di malam yang sama pelaku MS berhasil diringkus tanpa perlawanan. ​Kurang dari 240 menit sejak laporan diterima.

Pengamanan satu unit sepeda motor dan pakaian tersangka yang menjadi saksi bisu di lokasi kejadian. Polisi langsung memetakan peran pelaku dan melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lain yang kini berstatus DPO. ​Kini, MS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Meskipun tersangka masih berusia remaja, kepolisian menegaskan bahwa prosedur hukum akan tetap berjalan dengan tegas sesuai aturan yang berlaku, terutama mengingat hilangnya nyawa seseorang.

​Kapolres Pelabuhan Belawan melalui jajarannya mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: Keamanan warga adalah prioritas tertinggi. Tindakan cepat ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan sebuah pernyataan bahwa negara hadir dan tidak tidur saat rakyatnya terancam.

​Polisi mengimbau kepada rekan pelaku yang masih melarikan diri untuk segera menyerahkan diri, karena pengejaran tidak akan berhenti sampai semua yang bertanggung jawab berdiri di hadapan meja hijau. (Liputan : Nelson Siregar)

Read more

Local News