dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Belawan | suaraburuhnasional.com – Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga supremasi hukum di wilayah maritim. Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) sukses menggulung satu lagi anggota komplotan pencurian dengan kekerasan (curas) yang selama ini meresahkan para pengemudi logistik di kawasan vital Pelabuhan Ujung Baru, Belawan.
Operasi senyap yang dilancarkan pada Rabu (22/4/2026) tersebut berhasil mengamankan pria berinisial AP (29), warga Kelurahan Belawan II, yang diduga kuat menjadi salah satu pilar dalam aksi kriminalitas yang menyasar pengemudi truk di jalur ekonomi tersebut.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo, SH., MH., menegaskan bahwa penangkapan AP bukanlah sebuah kebetulan. Ini merupakan buah dari dedikasi penyidik dalam melakukan pengembangan perkara pasca tertangkapnya dua tersangka terdahulu, yakni RF dan STPS.
”Penangkapan AP adalah bukti konsistensi kami dalam menuntaskan jaringan kriminal ini hingga ke akar-akarnya. Kami tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk bersembunyi di wilayah hukum kami,”tegas AKP Agus Purnomo.
Perburuan berakhir ketika tim Unit I Pidum Sat Reskrim, di bawah komando Ipda James Manurung, SH., mendapatkan informasi akurat mengenai koordinat tersangka. Tanpa membuang waktu, tim bergerak taktis melakukan pengepungan di area Jalan Raya Pelabuhan.
Tersangka AP yang tak menyangka pergerakannya telah terendus, akhirnya menyerah tanpa perlawanan berarti. Dalam proses interogasi awal, AP mengakui keterlibatannya secara langsung dalam aksi kekerasan terhadap sopir truk yang terjadi pada Jumat malam (17/4/2026) silam.
Saat ini, AP tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Pihak kepolisian juga memberikan sinyal kuat bahwa mereka masih melakukan pendalaman untuk menyisir kemungkinan adanya aktor intelektual atau pelaku lain yang terlibat dalam sindikat ini.
Langkah tegas ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan efek jera (deterrent effect) yang nyata, tetapi juga sebagai pesan kepada masyarakat dan pelaku industri logistik bahwa Pelabuhan Belawan adalah wilayah yang diawasi dengan ketat.
Dengan pengungkapan beruntun ini, Polres Pelabuhan Belawan kembali mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan iklim keamanan yang kondusif, memastikan roda ekonomi di pelabuhan tetap berputar tanpa bayang-bayang kriminalitas. (Liputan :Nelson Siregar/Hms)

