dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Dairi | suaraburuhnasional.com – Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan safari dakwah bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menghadirkan Ustadzah Rima, M.Pd. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Taman Rekreasi (Tamrek) Sidikalang, Minggu (5/4/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti safari dakwah memiliki peran strategis dalam memperkuat dimensi spiritual sekaligus membangun kohesi sosial di tengah masyarakat, khususnya pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia menilai, momentum Syawal menjadi waktu yang tepat untuk mempererat kembali tali silaturahmi, termasuk di kalangan pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
“Momentum ini sangat baik untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat, terlebih bagi para pelaku UMKM agar tetap solid dan saling mendukung,”ujar Wahyu Daniel Sagala. Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun karakter masyarakat Kabupaten Dairi yang religius, harmonis, serta berakhlak mulia.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadzah Rima mengajak seluruh jamaah untuk menjaga konsistensi (istiqamah) dalam beribadah dan berperilaku, meskipun telah melewati bulan suci Ramadan. Ia menekankan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bertutur kata dan berinteraksi sosial.“Setelah Idulfitri, kita harus tetap istiqamah. Jaga akhlak, jaga lisan agar tidak menyakiti, pererat silaturahmi, dan jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” pesan Ustadzah Rima di hadapan jamaah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Riswan Gajah, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Iwan Taruna Berutu, Kepala PLUT Manarsar Halomoan Siburian, serta para tokoh agama, organisasi pemuda Islam, komunitas ibu perwiritan, dan undangan lainnya.
Safari dakwah ini tidak hanya menjadi sarana penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mempertegas sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang lebih berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai spiritual. (Clara)


