Belawan | suaraburuhnasional.com – Keamanan bukan sekadar situasi tanpa konflik; ia adalah rasa tenang yang dihadirkan melalui kewibawaan negara. Di bawah langit pesisir Belawan yang mulai meredup, sebuah komitmen besar ditegaskan. Sinergi lintas instansi yang dimotori oleh TNI Angkatan Laut, Kepolisian, dan Pemerintah Daerah bergerak satu frekuensi untuk mengembalikan hakikat Belawan: sebuah gerbang bahari yang aman, bermartabat, dan kondusif.
Selasa sore (19/5), Jalan TM Pahlawan di Kelurahan Belawan I berubah menjadi panggung penegakan hukum yang elegan sekaligus presisi. Operasi penertiban ini bukanlah sekadar respons reaktif, melainkan manifestasi dari kepekaan sosial terhadap keresahan warga. Memenuhi permintaan dukungan pengamanan dari Pemerintah Kecamatan, sebuah kolaborasi taktis multidimensi langsung dibentuk.
Di bawah komando terpadu Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan, S.E., M.M., dan Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, kekuatan gabungan yang terdiri dari personel baret biru POM Kodaeral I, Polres Pelabuhan Belawan, Koramil Belawan, serta aparatur kelurahan, melebur dalam satu garis instruksi. Waktu menunjukkan pukul 15.15 WIB ketika konvoi kendaraan taktis mulai dari truk operasional dan mobil patroli terbuka POM Kodaeral I hingga armada pengawal kepolisian bergerak membelah pusat kerawanan.
Tantangan hari itu tidak mudah. Alam sedang menguji dengan fenomena pasang rob yang menenggelamkan sebagian daratan pesisir. Namun, air laut yang merayap naik sama sekali tidak menyurutkan langkah taktis petugas untuk merangsek masuk, mengarungi genangan menuju titik paling krusial di Lorong Melati dan Lorong Papan.
Target utama operasi ini adalah memutus rantai konflik horizontal berupa tawuran remaja yang kerap merusak tenun sosial masyarakat. Kehadiran barisan seragam tegas dan armada taktis aparat di Jalan TM Pahlawan seketika mengirimkan sinyal efek jera yang masif.
Massa remaja yang ironisnya didominasi oleh anak-anak usia rentan antara 13 hingga 15 tahun langsung kehilangan nyali sebelum konflik sempat pecah. Mereka membubarkan diri secara instan, berlarian menyusup ke labirin gang-gang sempit demi menghindari kejaran petugas. Di sini, kehadiran aparat berfungsi optimal sebagai tindakan preventif tingkat tinggi (high-level preventive action); meredam bara sebelum menjadi api, tanpa perlu meletuskan satu pun peluru.
Ketajaman insting aparat di lapangan membuktikan bahwa operasi ini memiliki bobot investigasi yang mendalam. Langkah kaki petugas tidak berhenti hanya setelah membubarkan massa tawuran. Penyisiran diperluas, menyasar ke titik-titik mati yang dicurigai sebagai episentrum kriminalitas.
Di kedalaman Lorong Papan, sebuah rumah kosong yang diidentifikasi telah dialihfungsikan menjadi barak peredaran narkoba langsung dikepung secara senyap. Melalui penetrasi yang cepat dan terukur, tim gabungan berhasil membukukan pencapaian penting: Mengamankan satu orang terduga pelaku yang berada di dalam barak. Menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika.
Guna penegakan hukum yang berkeadilan, pelaku dan barang bukti langsung diserahkan kepada penyidik Polsek Belawan untuk dilakukan pengembangan dan proses hukum lebih lanjut. Langkah ini menegaskan bahwa aparat tidak hanya menyembuhkan gejala (tawuran), tetapi juga memotong akar kankernya (narkoba).
Tepat pukul 18.30 WIB, di bawah temaram lampu Kantor Kecamatan Medan Belawan, apel konsolidasi digelar untuk menutup operasi. Seluruh wilayah dilaporkan kembali ke status aman, tertib, dan sepenuhnya terkendali.
Operasi bersama yang diinisiasi oleh Kodaeral I bersama instansi terkait ini menorehkan catatan penting dalam lanskap Kamtibmas Sumatera Utara. Ini adalah pesan berbobot bagi siapa saja yang mencoba mengusik kedamaian di tanah Belawan: bahwa ruang gerak kriminalitas telah dipersempit hingga habis. Bagi khalayak ramai, ketegasan sore itu adalah sebuah janji visual bahwa masa depan generasi muda di pesisir ini akan tetap terjaga, bersih dari tawuran, dan suci dari jerat narkoba. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)


