24.1 C
Munich
Jumat, Juni 19, 2026

Bapas Kelas I Medan Teguhkan Integritas Bersama KH Ustadz Ilham Maulana

Must read

 

​Medan | suaraburuhnasional.com – Di tengah derasnya arus modernisasi yang menuntut kecepatan dan profesionalisme tanpa batas, aspek spiritualitas kerap menjadi oase yang paling diburu. Bagaimanapun, kemurnian hati seorang aparatur negara adalah fondasi utama pelayanan publik. Menyadari bahwa integritas sejati lahir dari kedalaman moral, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan menggelar momentum Pembinaan Mental (Bintal) Pegawai yang dikemas apik dalam kunjungan silaturahmi penuh makna bersama mutiara dakwah, KH. Ustadz Ilham Maulana, S.H., M.H., pada Kamis (18/6/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Kelas I Medan, Jl. Lembaga Pemasyarakatan No.27, Tanjung Gusta, Kec. Medan Helvetia ini, menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam menjaga keseimbangan antara profesionalisme kerja dan keluhuran akhlak.

​Suasana aula seketika bertransformasi menjadi ruang kontemplasi yang agung. Jajaran pimpinan dan seluruh elemen pegawai duduk bersama dalam satu harmoni yang khidmat. Dalam momen tersebut, sekat-sekat birokrasi seolah melebur, digantikan oleh kerinduan yang sama: mereguk untaian hikmah demi memperteguh komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

​Dalam orasi ilmiah-spiritualnya yang disampaikan dengan retorika menyejukkan, Ustadz Ilham Maulana mengajak seluruh jajaran Bapas Kelas I Medan untuk “naik kelas” dalam memaknai pekerjaan mereka. Menurut beliau, profesi di bidang pembimbingan kemasyarakatan bukan sekadar urusan administratif duniawi, melainkan sebuah manifestasi kemanusiaan yang bernilai teologis tinggi.

​”Ketika jemari anda mengetik laporan pembimbingan, dan langkah kaki Anda bergerak menyelamatkan masa depan klien pemasyarakatan, di situlah esensi ibadah yang sejati sedang tegak berdiri. Jangan biarkan lelah mengikis ikhlas; jadikan setiap helai tugas sebagai benteng integritas yang tidak goyah oleh badai godaan,” tutur KH. Ustadz Ilham Maulana, S.H., M.H., memukau hadirin yang menyimak dalam keheningan yang syahdu.

​Menanggapi pesan mendalam tersebut, perwakilan institusi Bapas Kelas I Medan, Arwin, S.H., menyampaikan apresiasi tinggi sekaligus refleksinya atas kegiatan ini. Menurutnya, siraman rohani ini merupakan energi segar (recharging energy) yang sangat dibutuhkan oleh jajaran petugas pemasyarakatan yang setiap hari berhadapan dengan dinamika sosial yang kompleks.

​”Tugas kita bukan sekadar menegakkan aturan formal, melainkan menyentuh kembali sisi kemanusiaan para klien pemasyarakatan agar mereka siap kembali ke masyarakat. Melalui bimbingan mental spiritual seperti ini, kita diingatkan kembali bahwa bekerja dengan hati dan keikhlasan adalah kunci utama runtuhnya ego sektoral demi pelayanan publik yang prima,” ungkap Arwin, S.H.

​Bagi Bapas Kelas I Medan, agenda bintal ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan investasi krusial dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul secara intelektual dan matang secara spiritual. Di tengah kompleksitas tugas membimbing serta mengintegrasikan kembali para pelanggar hukum ke tengah masyarakat, kekuatan mental dan keluhuran akhlak pegawai adalah kunci utama keberhasilan penegakan hukum yang restoratif.
​Melalui siraman rohani yang berbobot ini, Bapas Kelas I Medan kembali menegaskan visinya: melahirkan pelayanan publik yang tidak kaku, melainkan responsif, humanis, dan senantiasa berbasis pada nilai-nilai ketuhanan.

​Pertemuan penuh berkah ini ditutup dengan untaian doa yang menggetarkan sanubari, memohon agar seluruh keluarga besar Bapas Kelas I Medan senantiasa dianugerahi kekuatan, kesehatan, dan kelancaran dalam menunaikan amanah mulia ini. Sebuah catatan penting bagi publik bahwa di balik ketegasan hukum, selalu ada hati yang dirawat untuk melayani dengan ketulusan. (Liputan: Nelson Siregar)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article