18.1 C
Munich
Sabtu, Juni 20, 2026
Beranda blog

Kala Imigrasi dan KBB Membasuh Air Mata Anak Yatim

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Ada getaran humanis yang magis di sudut pesisir Medan Belawan pada Jumat (19/6/2026) siang. Di bawah langit Muharam yang khidmat bulan yang karib diagungkan sebagai oase bagi anak-anak yatim sebuah simfoni kepedulian yang megah tercipta.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan bersama lembaga sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) melebur sekat formalitas demi memeluk dan menyantuni puluhan anak yatim di Kelurahan Belawan Bahagia. ​Riuh senyum dan binar mata anak-anak tanpa ayah ini seketika mengubah atmosfer Markas KBB di Jalan Gulama No.28 A menjadi begitu hangat. Di sinilah esensi sejati dari gotong royong modern dipertontonkan: ketika birokrasi, korporasi, dan pejuang sosial bergerak dalam satu frekuensi kemanusiaan.

​Ketua KBB, Ustadz Tgk Zakaria Yusuf, dalam bait-bait tausiyahnya yang menyentuh kalbu, menegaskan bahwa merangkul anak yatim bukan sekadar aksi filantropi musiman. Ia adalah sebuah manifestasi iman yang memiliki daya transendental.

​”Secara spiritual, amalan ini adalah penawar paling mujarab bagi hati yang mulai mengeras oleh urusan dunia. Ia tidak hanya melipatgandakan rezeki dan mengundang rahmat Allah SWT, tetapi juga menjadi garansi kedekatan kita bersama Rasulullah SAW di surga sedekat jari telunjuk dan jari tengah,” urai Ustadz Zakaria dengan nada yang menggetarkan jiwa hadirin.

​Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini adalah urat nadi pergerakan KBB yang konsisten merawat moralitas publik, beriringan dengan program pemberdayaan umat seperti pengajian rutin kaum ibu pesisir.

​Bobot dari peristiwa ini kian berkelas dengan hadirnya para pemangku kebijakan yang turun langsung ke akar rumput. Duduk berdampingan di tengah-tengah anak yatim: ​Eko Yudis Parlin Rajagukguk (Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan), ​Rizki Ramadhan (Manager SPBU Station Singapore),  ​Abdul Halil (Humas KBB) bersama jajaran pengurus teras.

​Kehadiran Kepala Kantor Imigrasi Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, memberikan pesan kuat kepada publik. Institusi penjaga pintu gerbang negara ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya prima dalam penegakan hukum keimigrasian, tetapi juga memiliki “jantung” yang berdenyut untuk kesejahteraan sosial lokal.

​”Komitmen kami telah bulat. Imigrasi Belawan tidak akan menjadi penonton dalam kemaslahatan umat. Kami akan terus mengawal dan menyokong penuh KBB, memosisikan diri sebagai donatur tetap untuk memastikan pemenuhan pangan dan sembako bagi kaum duafa serta anak yatim di wilayah ini tetap terjaga,” tegas Eko Yudis dengan penuh wibawa.

​Langkah mulia birokrasi ini disambut dengan komitmen setara oleh Rizki Ramadhan. Mewakili sektor swasta, Manager SPBU Station Singapore ini menegaskan bahwa korporasi memiliki tanggung jawab moral untuk tumbuh dan berbagi bersama masyarakat grassroot. Pihaknya memastikan akan selalu siap menjadi support system utama di garda depan bagi setiap aksi kemanusiaan KBB.

​Ketika santunan dan paket kasih sayang diserahkan, ruangan itu larut dalam keharuan. Jabat tangan erat dan doa-doa tulus yang meluncur dari bibir mungil anak-anak yatim menjadi penutup yang dramatis sekaligus membanggakan.

​Berita hari ini bukan sekadar catatan seremonial, melainkan sebuah refleksi besar bagi kita semua. Di tengah dinamika pelabuhan Belawan yang sibuk, potret kolaborasi ini adalah bukti bahwa ketika birokrasi yang humanis, swasta yang peduli, dan lembaga sosial yang amanah menyatu, maka kesejahteraan dan keberkahan bukan lagi sekadar impian di atas kertas ia sedang nyata dirajut bersama. (​Liputan: Nelson Siregar/AH)

Kisah Kepulangan 4 Nelayan KMN Teratai dari Pusaran Angin Thailand

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com — Laut tidak pernah menjanjikan ketenangan, dan bagi empat Anak Buah Kapal (ABK) KMN Teratai, perairan perbatasan internasional hampir saja menjadi akhir dari cerita mereka. Namun, takdir berkata lain. Setelah melewati hari-hari penuh kecemasan dan tertahan di gugusan Kepulauan Ko Sarai, Provinsi Satun, Thailand, keempat penjaga laut Nusantara ini akhirnya berhasil menapakkan kaki kembali di bumi Pangkalan Brandan dengan selamat.

​Kisah yang menguras emosi ini bermula ketika mesin KMN Teratai mendadak lumpuh di koordinat perbatasan yang rawan. Terombang-ambing di tengah ketidakpastian, di bawah tatapan langit asing, para ABK terpaksa bertahan hidup dengan logistik seadanya, merajut harapan di tengah deburan ombak yang kian mengikis asa.

​Tertahan di wilayah hukum Kerajaan Thailand bukan perkara mudah. Prosedur hukum dan pemeriksaan ketat segera membayangi keempat nelayan tersebut. Di sinilah urgensi kehadiran negara diuji.
​Melalui gerak senyap yang taktis, sebuah simfoni diplomasi maritim dijalin secara apik, melibatkan: TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui garis komando taktis Komando Armada (Koarmada) I, ​Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand
​Pemilik kapal yang bertanggung jawab penuh.

​Sinergi tripartit ini tidak hanya berhasil menembus sekat-sekat birokrasi internasional, tetapi juga memastikan aspek humanis para nelayan tetap terjaga. Pasokan logistik dijamin, dan hak-hak mereka sebagai warga negara dilindungi. Hingga akhirnya, pada Selasa malam (16/6/2026), lampu hijau menyala. KMN Teratai diizinkan melepas sauh, membelah kegelapan malam menuju rumah.

​Ketika siluet KMN Teratai muncul di cakrawala Pangkalan Brandan, ada rasa lega yang membuncah. Personel Pos Pengamat (Posmat) TNI AL Pangkalan Brandan dengan sigap menyambut mereka bukan sebagai periksa biasa, melainkan sebagai saudara yang kembali dari medan juang. ​

Prosedur pemeriksaan fisik dan psikologis segera dilakukan demi memastikan tidak ada trauma yang tertinggal. Keempat ABK dinyatakan dalam kondisi kesehatan yang prima, tanpa kurang suatu apa pun. Kapal pun bersandar tanpa kerusakan materiil yang berarti.

Keberhasilan kepulangan KMN Teratai ini bukan sekadar cerita tentang kapal yang rusak lalu diperbaiki. Ini adalah manifesto nyata tentang kedaulatan, tentang bagaimana negara menolak abai terhadap keselamatan rakyatnya, bahkan hingga ke jengkal laut paling ujung di perbatasan internasional. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)

Apresiasi Tinggi dari Karang Taruna, Nagori Bandar Tinggi Siap Raih Prestasi di Tingkat Provinsi Sumatera Utara

0

 

Simalungun | suaraburuhnasional.com – Nagori Bandar Tinggi menjadi pusat perhatian setelah menyambut langsung kedatangan Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (19/6/2026). Kehadiran tim provinsi di Kantor Pangulu Nagori Bandar Tinggi ini dalam rangka penilaian Pelaksana Tertib Administrasi PKK Tingkat Provinsi Tahun 2026.

Momentum krusial ini mendapat apresiasi luar biasa dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Bandar Masilam, Muhammad Nasrin Syahputra, CPM. Kepada awak media, ia menegaskan bahwa Karang Taruna siap pasang badan dan bersinergi penuh dengan pemerintah kecamatan serta nagori demi mendongkrak kemajuan wilayah.

“Kami siap berkolaborasi demi memajukan Kecamatan Bandar Masilam. Harapan besar kami, Nagori Bandar Tinggi bisa keluar sebagai juara dan membawa nama harum Kabupaten Simalungun di tingkat provinsi,” ujar Nasrin optimis.

Senada dengan Ketua Karang Taruna, Wakil Ketua 1 Karang Taruna Kecamatan Bandar Masilam yang juga menjabat sebagai Pangulu Nagori Bandar Rejo, Hari Susanto Sinaga, turut menyuarakan dukungannya. Ia menekankan pentingnya gotong royong antar-desa demi kemajuan bersama.

“Kami sangat mendukung penuh pencapaian Nagori Bandar Tinggi. Semoga evaluasi ini membuahkan hasil terbaik dan memotivasi nagori-nagori lain di Bandar Masilam untuk terus berbenah dan mengukir prestasi serupa,” tutur Hari Susanto.

Pantauan awak media di lokasi memperlihatkan Muhammad Nasrin Syahputra dan Hari Susanto Sinaga langsung menggulung lengan baju untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar serentak di acara tersebut.
Langkah ini menuai pujian dari masyarakat yang hadir, membuktikan bahwa pemuda dan pemimpin desa di Bandar Masilam tidak hanya pandai berteori, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama. (JMK)

Wali Kota Tanjungbalai Terima Pendataan BPS, Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

0

 

Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima kunjungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungbalai dalam rangka pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 untuk kepala daerah di ruang kerja Wali Kota, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (18/6/2026).

Kepala BPS Kota Tanjungbalai Nizaruddin bersama petugas pendata dan pengawas lapangan menjelaskan bahwa pendataan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang telah dimulai sejak 15 Juni dan berakhir pada 31 Agustus 2026. Sensus ini bertujuan memperoleh data akurat mengenai aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

Usai mengikuti pendataan, Wali Kota Mahyaruddin Salim mengajak seluruh masyarakat Kota Tanjungbalai untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas BPS.

“Sensus ekonomi ini mencakup seluruh masyarakat, termasuk saya juga ikut didata dan hari ini saya sudah mengikuti serta memberikan data kepada petugas BPS. Karena itu, apabila nantinya didatangi petugas BPS, saya mengajak masyarakat untuk memberikan seluruh keterangan yang dibutuhkan dengan jujur dan berdasarkan data yang sebenarnya,”kata Wali Kota. (Indah)

Ketua DPRD Langkat Jadi Narasumber Workshop Keamanan dan Keselamatan Destinasi Wisata

0

 

Langkat | suaraburuhnasional.com – Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sribana Perangin Angin, menjadi narasumber pada Workshop Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Langkat di kawasan wisata Pamah View, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Jum’at (19/6/2026).

Workshop tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pelaku usaha wisata, pengelola destinasi, pemandu wisata serta pemangku kepentingan mengenai pentingnya penerapan standar keamanan dan keselamatan dalam pengelolaan destinasi wisata.

Dalam paparannya, Sribana Perangin Angin menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan merupakan faktor utama dalam membangun kepercayaan wisatawan. Menurutnya, destinasi wisata yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman akan memiliki daya saing yang lebih tinggi serta berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Faktor keamanan dan keselamatan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata. Ketika wisatawan merasa aman, mereka akan lebih percaya untuk berkunjung dan kembali lagi. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Sribana.

Ia menambahkan, keamanan dan keselamatan bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan komitmen seluruh pihak. “Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, saya optimistis destinasi wisata di Kabupaten Langkat akan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Sribana juga menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Langkat untuk terus mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan agar pembangunan pariwisata berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat, Nur Elly Heriani Rambe, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, peningkatan tersebut harus didukung dengan penyediaan fasilitas yang memadai di setiap destinasi wisata.

“Pengembangan destinasi wisata harus diiringi dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan. Akses jalan menuju lokasi wisata harus memadai, pemandu wisata perlu memiliki sertifikasi kompetensi serta tersedia sarana keselamatan dan fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat dan Basarnas Provinsi Sumatera Utara yang membahas mitigasi risiko dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Workshop diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari 14 pengelola objek wisata di Kecamatan Sei Bingai. (J.Malau)

Kemnaker dan Ubhara Jaya Sepakat Berkolaborasi Siapkan SDM Kompeten dan Siap Kerja

0

 

Bekasi | suaraburuhnasional.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) sepakat menjalin kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing sesuai kebutuhan industri. Kesepakatan tersebut dituangkan melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia praktik ketenagakerjaan.

“Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan dunia praktik ketenagakerjaan. Salah satu tujuan utamanya adalah meminimalkan mismatch antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri,” kata Cris.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta yang siap memasuki dunia kerja, mengembangkan inovasi melalui penelitian, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat. Sementara itu, Kemnaker berperan memastikan terselenggaranya ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, Kemnaker dan Ubhara Jaya akan bersinergi dalam pengembangan kapasitas SDM, pelaksanaan riset bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan sarana dan prasarana untuk mendukung penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional.

Cris menjelaskan, Kemnaker memiliki berbagai program yang dapat mendukung mahasiswa dalam mempersiapkan transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja. Program tersebut antara lain Magang Nasional atau MagangHub yang memberikan pengalaman dan portofolio kerja nyata, KarirHub yang menyediakan informasi lowongan kerja terkurasi, SkillHub yang menyediakan pelatihan bersertifikat untuk peningkatan dan pengembangan kompetensi (upskilling dan reskilling), serta BizHub bagi lulusan yang ingin mengembangkan kewirausahaan.

“Seluruh layanan tersebut dapat diakses melalui platform SIAPKerja. Kami juga memiliki program pembinaan mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja. Mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi dunia kerja yang sesungguhnya, mulai dari proses melamar pekerjaan, komunikasi profesional, hingga menghadapi wawancara kerja,”ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa, khususnya yang berada pada semester akhir, untuk memanfaatkan berbagai program dan layanan yang telah disediakan pemerintah guna meningkatkan kesiapan memasuki pasar kerja. Lebih lanjut, Cris menekankan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks karena persaingan tenaga kerja tidak hanya terjadi di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga global.

“Kita perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Saingan kita bukan hanya di Bekasi atau Indonesia, tetapi juga tenaga kerja dari berbagai negara. Karena itu, kita harus memiliki talenta-talenta unggul yang benar-benar siap bekerja dan mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Cris berharap, kerja sama ini dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata, seperti peningkatan kompetensi SDM, penguatan kajian dan penelitian di bidang ketenagakerjaan, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui program Tenaga Kerja Mandiri, penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta penguatan kebijakan ketenagakerjaan berbasis data dan hasil kajian sebagai dasar pengambilan keputusan. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Dihadiri Camat, Lurah Kelurahan Badak Bejuang Laksanakan Gotong-royong Berkolaborasi dengan Masyarakat, Polres dan Koramil 13/TT

0

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
Lurah Kelurahan Badak Bejuang Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi, Aulia Ma’ruf Harahap, S.Tr., I.P., bersama Staf, Ketua LPM, Babinsa Sugeng, Bhabinkamtibmas Alimuddin, Ketua LPM Zulham, para Kepala Lingkungan, Masyarakat dan Tak lupa kegiatan gotong-royong Ini turut dihadiri Camat Tebing Tinggi Kota Henci Boru Siregar, S.Pd., S.E., Lurah Tebing Tinggi Lama Ambaranta Fernando Simanjuntak, Lurah Rambung Rezi Triandi Serta Lurah Mandailing Yurlisna melaksanakan gotong-royong membersihkan sampah dan selokan yang berada di seputaran Jalan H.A.R. Syihab, Lingkungan 2, Jumat (19/6/2026).

Lurah Badak Bejuang Aulia Ma’ruf Harahap, S.Tr., I.P. mengatakan, kegiatan gotong-royong ini dilaksanakan karena sudah banyaknya sampah yang berserakan dan sampah yang menumpuk di selokan. Harapannya masyarakat agar selalu menjaga kebersihan.

Lurah menambahkan kegiatan gotong-royong Ini bersama masyarakat dan berkolaborasi dengan Polres beserta Koramil 13/TT dan juga untuk mendukung program Bapak Presiden Prabowo Subianto yaitu, “Gerakan Indonesia Asri” (GIA).

“Tentang kehadiran Camat Tebing Tinggi Kota Ibu Henci, S.Pd., S.E. saya rasa begitu kooperatif dan sangat mensupport karena Camat yang menggalakkan kegiatan gotong-royong Ini setiap minggunya di setiap kelurahan dan kami mengupayakan hal tersebut,” jelas Lurah. (Alfian Haris)

Mengapa Program MBG Harus Tetap Berjalan di Tengah Evaluasi

0

 

​Medan | suaraburuhnasional.com — Di balik riuh rendah implementasi kebijakan nasional, ada getaran suara yang datang dari pondasi paling murni dalam masyarakat: hati seorang ibu. Menanggapi dinamika pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah seruan moral yang kuat kini tengah bergulir ke permukaan publik, mengingatkan semua pihak bahwa masa depan jutaan anak Indonesia tidak boleh dipertaruhkan akibat kelalaian teknis di lapangan, Jumat (19/6/2026).

​Sebuah manifesto terbuka yang disuarakan oleh TereShia Marbun, SE seorang tokoh perempuan sekaligus representasi suara kaum ibu menegaskan sudut pandang yang jernih, tajam, dan mendalam terkait polemik ini. Seruan yang dikemas secara emosional namun tetap rasional tersebut menyoroti batas tegas antara esensi sebuah program nasional yang mulia dengan kelemahan para oknum pelaksananya di tingkat akar rumput.

​Bagi seorang ibu, sepiring makanan yang disajikan untuk anak-anak mereka tidak pernah sekadar tentang pemenuhan kalori, angka-angka statistik dalam laporan, atau formalitas administratif belaka. Di dalam setiap suapan, terkandung curahan kasih sayang yang tulus, perhatian mendalam, serta bait-bait doa agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.

​TereShia tidak menampik adanya kekecewaan emosional yang mendalam ketika kualitas makanan yang sampai ke tangan anak-anak di lapangan terkadang jauh dari standar yang diharapkan. Namun, di sinilah letak kedewasaan berpikir yang ia tawarkan: memisahkan antara substansi kebaikan program dengan kelemahan moral para pelaksananya.

​”Saya tidak pernah membenci Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yang membuat saya kecewa adalah oknum-oknum yang menjalankannya tanpa hati nurani. Mereka mungkin lupa bahwa makanan yang mereka siapkan bukan untuk angka-angka dalam laporan, melainkan untuk masa depan anak-anak Indonesia.”

​Melalui analogi yang sangat logis, membumi, dan tak terbantahkan, publik diajak untuk melihat persoalan ini secara proporsional. Ketika sebuah kapal megah mengalami kebocoran di tengah lautan, tindakan yang bijak dan waras tentu saja menambal kebocoran tersebut dan memperbaiki lambung yang rusak bukan justru membakar seluruh kapal beserta isinya.

​Begitu pula ketika sebuah kendaraan publik melaju tidak stabil karena kecerobohan pengemudinya; jalan keluarnya adalah mengganti sang sopir dengan yang lebih kompeten, bukan dengan menutup akses jalan pintas yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Logika sederhana inilah yang seharusnya diadopsi oleh para pengambil kebijakan dalam menyikapi dinamika Program MBG.

​Sebab, harus disadari sepenuhnya bahwa MBG bukanlah milik segelintir orang atau kelompok. Program ini adalah milik jutaan anak sekolah yang merindukan perut terisi sebelum menuntut ilmu, sekaligus menjadi oase ketenangan bagi para ibu yang setiap hari harus berjuang keras di bawah garis keterbatasan ekonomi demi memenuhi gizi keluarga mereka.

​Tanpa bermaksud membela kesalahan atau membenarkan kelalaian, arus suara dari kaum ibu ini justru mendesak adanya reformasi total dan tindakan hukum yang konkret terhadap segala bentuk ketidakjujuran. Sebuah cetak biru penataan program pun dideklarasikan secara tegas:

​Seruan moral ini pada akhirnya bermuara pada sebuah pesan penuh takzim yang dialamatkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebagai kepala negara yang memegang mandat tertinggi rakyat, Presiden diyakini memiliki komitmen moral dan politik yang tegak lurus demi kesejahteraan anak bangsa. Kaum ibu memohon agar segala bentuk hambatan segera ditertibkan, tindakan destruktif dibersihkan, dan siapa pun yang berani bermain-main dengan masa depan generasi penerus ditindak dengan hukum yang paling tegas.

​Sebab, di setiap piring makanan bergizi yang tersaji dengan jujur, di sanalah sejatinya tertanam cita-cita konkret Indonesia Emas. Dari piring-piring itulah kelak lahir para dokter, guru, polisi, tentara, gubernur, bahkan presiden masa depan yang akan menjaga kehormatan bangsa ini di panggung dunia. Benahi Pelaksananya, Jangan Hentikan Programnya!. Anak-anak Indonesia Berhak Mendapatkan Masa Depan yang Lebih Baik. Merdeka. (Liputan : Nelson Siregar/TereShia)

1 lagi Pelaku Percobaan Pencurian dengan Kekerasan Berhasil Dibekuk Tim URC Polres Pelabuhan Belawan

0

 

Belawan | suaraburuhnasional.com – Tim URC Opsnal Unit Pidum Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan kembali berhasil menangkap 1 lagi pelaku percobaan pencurian dengan kekerasan dan/atau penganiayaan yang terjadi pada tanggal 12 Februari 2026 di jalan Bunga Kel. Belawan II, dengan mengamankan satu orang pelaku berinisial RR alias Lonjong.

Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo, SH., MH., menjelaskan penangkapan dilakukan pada Minggu, 14 Juni 2026, sekitar pukul 01.30 WIB, setelah Tim URC Opsnal Unit Pidum Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan yang dipimpin oleh Kanit Pidum IPDA Marcelino T.S. Damanik, S.Tr.K menerima informasi mengenai keberadaan pelaku di Jalan Bunga, Kelurahan Belawan II.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mako Polres Pelabuhan Belawan guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.” Ungkap Kasat Reskrim.

Sebelumnya, Tim URC Opsnal Unit Pidum juga telah lebih dahulu mengamankan dua tersangka lainnya yang terlibat dalam perkara yang sama, yakni TA alias Popon dan BA, pada Sabtu, 13 Maret 2026. “Dari hasil penangkapan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut, antara lain 3 (tiga) buah hoodie yang digunakan saat melakukan aksi kejahatan, 1 (satu) buah celana, 1 (satu) pasang alas kaki (sandal), 1 (satu) bilah senjata tajam jenis parang, serta 2 (dua) unit handphone.” Tambah Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Pelabuhan Belawan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta menindak tegas setiap pelaku tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.

“Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Pelabuhan Belawan untuk proses penyidikan lebih lanjut guna mengungkap peran masing-masing pelaku dan melengkapi berkas perkara.” Pungkas Kasat Reskrim. (Mal)

HUT ke-111 Paroki St Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan Berlangsung Meriah dan Penuh Makna, Revitalisasi Gereja dan Sanctuarium Diresmikan

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Sukacita dan rasa syukur menyelimuti seluruh umat Paroki St. Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan dalam perayaan Pesta Pelindung dan Hari Ulang Tahun ke-111 Paroki St. Antonius dari Padua yang berlangsung meriah, khidmat, dan penuh makna pada Minggu (14/6/2026).

Perayaan yang mengangkat semangat “Menyapa yang Papa, Mengingatkan yang Kaya” ini diawali dengan penyambutan meriah bagi Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, yang tiba di kawasan Gereja Katolik Paroki St. Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan.

Kedatangan Bapa Uskup disambut dengan iringan Marching Band SMP Putri Cahaya yang menambah kemeriahan suasana. Dari Gedung Catholic Center, Ketua Dewan Pastoral Paroki Nikolas Japutra, Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki Amin Ingan Barus, dan Ketua Panitia Revitalisasi Gereja Hasan Sakar Salim menyambut dan mendampingi Bapa Uskup menuju gereja.
Sesampainya di depan gereja, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap disambut oleh Pastor Paroki RP Moses Elias Situmorang, OFMCap, Ketua Panitia HUT Ke-111 Fransiscus Rajagukguk, serta Ketua Dewan Pastoral Gereja Paroki St. Antonius dari Padua Thomas Simarmata.

Nuansa keberagaman yang menjadi ciri khas Paroki St. Antonius dari Padua tampak begitu kuat ketika dua anak yang mengenakan busana tradisional India Tamil dan Tionghoa menyerahkan bunga anggrek kepada Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap dan Wakil Minister Provinsial Kapusin Medan, RP Bernardus Sigalingging, OFMCap sebagai ungkapan penghormatan dan kasih umat.

Penyambutan semakin semarak dengan penampilan tarian bernuansa budaya Karo bertajuk “Mejuah-juah” yang dibawakan secara anggun dan penuh semangat. Sebanyak 11 pasang pagar ayu yang mengenakan beragam pakaian adat Nusantara turut mengiringi prosesi masuk. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata pluralitas umat Paroki St. Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan latar belakang, namun tetap bersatu dalam iman yang sama.

Ekaristi Syukur dan Pemberkatan Revitalisasi Gereja

Perayaan dilanjutkan dengan Misa Syukur HUT Ke-111 yang dipimpin langsung oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap dan diikuti ribuan umat dengan penuh khidmat.
Dalam perayaan tersebut, umat diajak untuk mensyukuri perjalanan panjang paroki yang telah menjadi rumah iman bagi banyak generasi selama lebih dari satu abad. Semangat Santo Antonius dari Padua untuk mewartakan kasih Allah kepada semua orang kembali diteguhkan sebagai inspirasi bagi seluruh umat.

Usai perayaan Ekaristi, Bapa Uskup memimpin prosesi Pemberkatan Revitalisasi Gereja dan Sanctuarium (Taman Doa) St. Antonius dari Padua, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah perjalanan paroki. Revitalisasi ini bukan hanya menghadirkan pembaruan fisik bangunan gereja dan kawasan doa, tetapi juga menjadi simbol pembaruan semangat umat untuk terus membangun Gereja yang hidup, ramah, terbuka, dan missioner.

Penandatanganan Prasasti dan Pelepasan Simbol Pengharapan

Rangkaian peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, yang menandai secara resmi selesainya revitalisasi gereja dan sanctuarium. Momen penuh makna kemudian ditandai dengan pelepasan balon HUT Ke-111, pelepasan sembilan ekor burung merpati, serta pembunyian lonceng gereja yang diiringi lantunan megah lagu “Hallelujah” karya George Frideric Handel.

Balon yang terbang ke angkasa melambangkan harapan yang terus menjulang kepada Tuhan, sementara burung merpati menjadi simbol damai, persatuan, dan kehadiran Roh Kudus yang membimbing perjalanan Gereja. Dentangan lonceng gereja menjadi penanda sukacita seluruh umat atas karya Allah yang nyata dalam perjalanan paroki selama 111 tahun.

Penghormatan kepada Para Sahabat Gereja

Dalam acara ramah tamah, panitia memberikan Penghargaan Sahabat Antonius dari Padua kepada keluarga-keluarga dan kongregasi yang selama ini memberikan dukungan besar terhadap perkembangan dan pelayanan Gereja. Penghargaan tersebut diberikan sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi, kemurahan hati, dan semangat pelayanan yang telah membantu pertumbuhan paroki dari masa ke masa.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga menyerahkan foto Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap sedang mengendarai sepeda di depan gereja yang telah direvitalisasi, disertai sebuah sepeda sebagai simbol.
Pemberian tersebut menggambarkan sosok Bapa Uskup sebagai pemimpin yang terus bergerak maju, sederhana, dekat dengan umat, dan menjadi penggerak yang mendorong Gereja untuk melangkah dengan semangat yang berkobar-kobar menuju masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Medan, RP Mikael Manurung, OFMCap, menerima maket miniatur Gereja dan Sanctuarium St. Antonius dari Padua.

Miniatur tersebut menjadi simbol bahwa Gereja tidak hanya dipanggil membangun bangunan fisik, tetapi juga membangun persekutuan umat beriman yang kokoh. Sanctuarium melambangkan ruang perjumpaan manusia dengan Allah, sedangkan miniatur gereja menjadi tanda bahwa karya pelayanan dan pendampingan Keuskupan Agung Medan terus menjadi fondasi bagi pertumbuhan iman umat.

Launching Rumah Harapan Sahabat Antonius Padua

Salah satu agenda penting dalam perayaan ini adalah Launching Rumah Harapan Sahabat Antonius Padua. Program sosial ini dirancang untuk menghadirkan tempat tinggal sementara bagi para penderita kanker dan keluarga mereka yang menjalani pengobatan di RSUP H. Adam Malik Medan.

Melalui Rumah Harapan, Paroki St. Antonius dari Padua ingin menghadirkan wajah Gereja yang lebih dekat dengan mereka yang menderita, mengalami kesulitan ekonomi, dan membutuhkan pendampingan. Program ini lahir dari semangat sinodalitas Gereja, yaitu berjalan bersama, saling mendengarkan, memeluk, menguatkan, dan menghadirkan kasih Allah secara nyata. Konsep “satu rumah bersama” diharapkan menjadi ruang persaudaraan bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.

Dukungan Pemerintah dan Tokoh Masyarakat

Perayaan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, dan para undangan dari berbagai kalangan.
Mewakili Wali Kota Medan, hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Paroki St. Antonius dari Padua dalam membangun kehidupan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.

Sebagai bentuk penghormatan budaya Batak, panitia menyematkan Uis Beka Buluh kepada perwakilan Pemerintah Kota Medan sebagai simbol penghargaan, persaudaraan, dan doa agar kerja sama antara Gereja dan pemerintah terus berkembang demi kesejahteraan masyarakat. Turut hadir pula Anggota DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., yang mewakili tokoh masyarakat dan disambut hangat oleh seluruh umat.

2.500 Umat Ikuti Perayaan dengan Antusias

Sekitar 2.500 umat dan tamu undangan mengikuti seluruh rangkaian acara sejak pagi hingga malam hari. Panitia berhasil menyusun rangkaian kegiatan yang mengalir, menarik, dan sarat makna. Berbagai hiburan, penampilan seni budaya, serta lucky draw dengan hadiah-hadiah menarik membuat suasana semakin meriah dan penuh kegembiraan.

Perayaan juga dimeriahkan dengan Lomba Paduan Suara Dewasa Campuran yang dibagi dalam dua kelompok. Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi umat untuk menampilkan talenta sekaligus mempererat persaudaraan antar lingkungan dan komunitas.

Acara kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, pembagian hadiah, dan doa penutup serta berkat, yang mengakhiri seluruh rangkaian Pesta Pelindung dan HUT Ke-111 Paroki St. Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan.

Perayaan ini menjadi bukti bahwa setelah 111 tahun perjalanan iman, Paroki St. Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan tetap menjadi Gereja yang hidup, bertumbuh, dan terus menghadirkan kasih Kristus bagi masyarakat. Dengan semangat Santo Antonius dari Padua, umat diajak untuk terus melangkah bersama, membangun Gereja yang inklusif, peduli, dan menjadi tanda harapan bagi dunia. (PM)