18.1 C
Munich
Sabtu, Juni 20, 2026
Beranda blog Halaman 3

Sisi Humanis Polres Pelabuhan Belawan Merajut Empati di Hari Bhayangkara ke-80

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di balik ketegasan seragam dan dedikasi menjaga keamanan, ada denyut nadi kemanusiaan yang terus berdetak di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Menyambut momentum sakral Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan memilih menanggalkan sekat birokrasi, turun langsung ke garis masyarakat untuk memeluk hangat keluarga besar Polri dan warga yang membutuhkan melalui aksi anjangsana dan penyaluran bantuan sosial pada Kamis (18/6/2026).

​Agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi nyata bahwa ruh kepolisian sejati melekat pada kedekatan hati dengan rakyat. ​Langkah humanis ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, S.I.K., M.H., C.P.H.R., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan Belawan, Ny. Heni Rosef Efendi.

​Rombongan menyusuri sudut-sudut wilayah untuk mengetuk pintu kediaman para Warakawuri salah satunya istri almarhum Bripka Jormal Ambarita sebagai bentuk penghormatan luhur atas dedikasi yang pernah ditorehkan bagi institusi. Suasana haru menyeruak saat Kapolres menyambangi Aiptu N. Sitorus, seorang personel tangguh yang kini tengah diuji oleh sakit menahun. Kehadiran pimpinan di ruang tengah rumahnya menjadi obat moril yang tak ternilai harganya.

​Tak berhenti di situ, pancaran kebahagiaan menyelimuti wajah anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Baitul Ummah Wal Amal, Kelurahan Titipapan, saat rombongan hadir membawa tali asih dan paket sembako, memotong jarak antara aparat dan generasi masa depan. ​Kebajikan yang sama juga didelegasikan di sudut wilayah lain. Dipimpin oleh Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Dedy Dharma, S.H., bersama Wakil Ketua Bhayangkari Cabang, tim kedua bergerak tak kalah cepat.

​Mereka mengunjungi kediaman Aiptu Muhtar yang juga sedang berjuang melawan sakit menahun, memberikan dukungan moral di rumah Warakawuri Aiptu Maryaji, serta berbagi tawa bersama anak-anak di Panti Asuhan Bakti Luhur. Gerakan paralel ini menegaskan bahwa kepedulian di Polres Pelabuhan Belawan telah menjadi sebuah sistem yang terlembagakan.
​Kapolres Belawan:

“Polri adalah Sahabat dalam Segala Garis Waktu”

​Di sela-sela kegiatan, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, menyampaikan refleksi mendalam mengenai esensi Hari Bhayangkara. Menurutnya, usia ke-80 adalah momentum untuk kembali ke khittah pengabdian: bahwa polisi adalah pelindung yang paling dekat.

​”Melalui anjangsana ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun keluarga besar Polri maupun masyarakat yang merasa berjalan sendiri dalam takdir sulitnya. Kami hadir membawa dukungan moril bagi personel yang sedang sakit, serta memeluk anak-anak kita di panti asuhan. Ini adalah wujud dari satu rasa dan satu ikatan batin,” ungkap AKBP Rosef Efendi dengan nada penuh ketulusan.

​Beliau juga menegaskan bahwa wajah Polri masa kini adalah wajah yang inklusif dan humanis. Menjaga ketertiban adalah kewajiban, namun merawat kemanusiaan adalah sebuah kemuliaan. ​”Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban dan memantik senyum optimisme bagi para penerima. Semoga silaturahmi ini semakin memperkokoh jembatan hati antara Polri, keluarga besar institusi, dan masyarakat luas,” tambahnya.

​Menutup rangkaian aksi sosial yang sarat makna ini, perwira menengah berpangkat melati dua tersebut berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bahan bakar bagi seluruh personel untuk bertransformasi menjadi pelayan publik yang jauh lebih empati, profesional, dan dicintai.

​”Harapan besar kami, api kebersamaan ini tidak boleh padam. Polres Pelabuhan Belawan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat; bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan sebagai sahabat sejati yang peka dan siap mengulurkan tangan di setiap situasi,” pungkasnya menutup perbincangan. (Liputan : Nelson Siregar/Humas)

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Pasaman Gelar Bakti Sosial Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Kurang Mampu

0

 

Pasaman Barat | suaraburuhnasional.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 mendatang, Kepolisian Sektor (Polsek) Pasaman, Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat menggelar aksi bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada sejumlah warga kurang mampu di wilayah hukumnya, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sekira pukul 11.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pasaman, AKP Bermana Manda, S.H., M.H., dengan menyisir beberapa jorong (dusun), di antaranya Jorong Bandarejo Barat, Jorong Bandarejo, dan Jorong Kampung Cubadak di Nagari Lingkuang Aua.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K melalui Kapolsek Pasaman AKP Bermana Manda, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian dan warga.

“Menyambut usia Bhayangkara yang ke-80 ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang peduli terhadap kondisi sosial warga. Bantuan sembako yang kami salurkan berupa beras, telur ayam, mi instan, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya,” ujar AKP Bermana Manda di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, paket sembako ini diserahkan langsung door-to-door kepada warga lansia dan keluarga kurang mampu agar tepat sasaran, seperti Mbah Subur (79) dan Nurhayati (50) di Bandarejo, serta beberapa warga lainnya. “Kami berharap bantuan yang tidak seberapa ini dapat sedikit meringankan beban dapur keluarga yang menerima, serta menjadi berkah bagi kita semua di hari jadi Polri tahun ini,” harap Kapolsek.

Sementara itu, Mbah Subur (79), salah seorang warga lanjut usia di Jorong Bandarejo Barat, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh personel Polsek Pasaman.

“Terima kasih banyak Bapak Kapolsek dan bapak-bapak polisi semuanya. Bantuan sembako ini sangat berarti untuk kami di rumah. Semoga di ulang tahun yang ke-80 ini, kepolisian kita semakin jaya, selalu sehat dalam bertugas, dan terus menyayangi masyarakat kecil seperti kami,” ungkap Mbah Subur dengan mata berkaca-kaca.

Aksi kemanusiaan ini berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan selesai sekira pukul 13.00 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. (AT)

Tutup MagangHub Batch III, Menaker Ajak Peserta Ikuti Sertifikasi Kompetensi untuk Perkuat Daya Saing

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Batch III untuk mengikuti sertifikasi kompetensi yang akan difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) guna memperkuat daya saing mereka di dunia kerja.

Ajakan tersebut disampaikan Menaker pada Penutupan Program Magang Nasional Batch III di Gedung Kemnaker, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Yassierli mengatakan Kemnaker tengah menyiapkan program sertifikasi kompetensi bagi peserta MagangHub sebagai tindak lanjut setelah program magang selesai.

“Peserta MagangHub yang telah menyelesaikan program magang berkesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi. Kami telah menyiapkan sekitar 15 bidang kompetensi yang dapat dipilih untuk diuji di balai-balai pelatihan di bawah naungan Kemnaker,” kata Yassierli.

Menurutnya, program tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta karena selain memperoleh pengalaman kerja dan sertifikat magang, mereka juga berkesempatan mendapatkan sertifikat kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

“Ini merupakan layanan yang ingin kami berikan kepada peserta MagangHub. Jadi peserta tidak hanya mendapatkan portofolio dan sertifikat magang, tetapi juga sertifikat kompetensi yang dapat meningkatkan daya saing mereka,” ujarnya.

Yassierli mengimbau peserta untuk tetap mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi Kemnaker, termasuk mengenai jadwal pendaftaran, pilihan kompetensi, dan tahapan sertifikasi kompetensi.

Selain meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi, ia juga mendorong peserta memanfaatkan platform SiapKerja, khususnya fitur KarirHub, yang menyediakan informasi lowongan pekerjaan di dalam maupun luar negeri.

“Saat ini Kemnaker terus memperluas akses informasi pasar kerja dengan mengintegrasikan SiapKerja dengan berbagai portal lowongan kerja swasta sehingga semakin banyak peluang kerja yang dapat diakses masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yassierli menegaskan bahwa peningkatan kompetensi harus menjadi perhatian utama peserta setelah menyelesaikan program magang. Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri dan dapat dibuktikan melalui portofolio maupun sertifikasi kompetensi.

“Ke depan, yang dicari industri adalah kompetensi. Mereka tidak hanya melihat seseorang berasal dari sekolah mana, tetapi lebih pada kemampuan yang dimiliki. Kompetensi itu tercermin dari portofolio dan sertifikat kompetensi,” tegasnya.

Karena itu, ia berpesan agar peserta terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, kompetensi yang kuat akan menjadi bekal penting untuk bersaing dan membuka lebih banyak peluang kerja di masa depan.

“Tingkatkan terus kompetensi. Itulah modal utama untuk bisa bersaing dan meraih peluang kerja yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri,” ucapnya. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Simfoni Antar Generasi Pemuda Pancasila Menuju Era Baru

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di bawah temaram lampu Star Kupi, Kecamatan Medan Belawan, sebuah momentum penting bagi masa depan organisasi kepemudaan terbesar di pesisir Medan bergulir. Jajaran Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Medan Belawan menggelar konsolidasi strategis yang mempertemukan energi kepengurusan modern dengan kearifan para tokoh senior, Rabu (17/6/2026) malam.

​Pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat akan wibawa organisasi ini dipimpin langsung oleh Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Belawan, Hadi Suhendra, S.H. Agenda malam itu bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah ikhtiar intelektual untuk menata ulang arah taktis organisasi, menyelaraskan program kerja jangka pendek, serta mengokohkan fondasi internal demi menjawab tantangan sosial-kemasyarakatan di wilayah Belawan.

​Suasana konsolidasi terasa kian berbobot dengan kehadiran tokoh senior karismatik Pemuda Pancasila Belawan, Reoni Akbar, yang kini dipercaya memegang kendali sebagai Ketua Panitia. Kekuatan struktural ini kian paripurna dengan hadirnya Ketua Syaiful Bahri Siregar bersama Wakil Ketua Kamil, serta didampingi secara solid oleh seluruh jajaran staf fungsional PAC Pemuda Pancasila Medan Belawan.

​Dalam orasinya yang visioner, Hadi Suhendra, S.H., menegaskan bahwa sebuah organisasi yang besar tidak akan pernah melupakan akar sejarahnya. Baginya, harmonisasi antargenerasi adalah kunci utama agar Pemuda Pancasila tetap relevan dan dicintai masyarakat.

​”Pengalaman dan rekam jejak para tokoh senior bukanlah masa lalu yang usang, melainkan kompas moral dan arah berharga bagi kami yang berada di garis depan saat ini. Energi muda yang menyala harus dipandu oleh kebijaksanaan para senior agar setiap derap langkah organisasi selalu membawa manfaat nyata, terukur, dan bermartabat,” ungkap Hadi Suhendra dengan penuh optimisme.

​Kehadiran para mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan jajaran Dewan Penasihat PAC dalam pertemuan ini menjadi simbol legitimasi moral yang kuat. Kehadiran mereka menegaskan satu pesan mutlak: seluruh elemen senior berdiri kokoh mendukung penuh kepemimpinan fungsional yang kini dinakhodai oleh generasi muda.

​Lebih dari sekadar penguatan internal, pertemuan ini melahirkan komitmen kolektif yang menyentuh hajat hidup masyarakat luas. PAC PP Medan Belawan sepakat untuk mentransformasikan wajah organisasi menjadi lebih humanis, inklusif, dan responsif terhadap dinamika sosial di wilayah pesisir.

​Melalui sinergi yang matang ini, seluruh kader Pemuda Pancasila di Kecamatan Medan Belawan diinstruksikan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban. Organisasi ini bertekad menjadi mitra strategis bagi masyarakat dan aparat penegak hukum guna memastikan Belawan tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan produktif.

​Malam itu, di Belawan, Pemuda Pancasila tidak hanya sedang menggelar rapat koordinasi; mereka sedang merajut masa depan baru yang lebih elegan, berwibawa, dan mengakar di hati rakyat. (Liputan : Nelson Siregar/Hen)

​

Kisah Senyap Penyelamatan 4 ABK KMN Teratai dari Perairan Thailand

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Laut tak pernah menjanjikan ketenangan yang abadi. Bagi empat Anak Buah Kapal (ABK) KMN Teratai, takdir membawa mereka pada sebuah ujian ketangguhan di atas hamparan ombak Kepulauan Ko Sarai, Provinsi Satun, Thailand. Setelah sempat terjebak dalam pusaran situasi darurat di wilayah perbatasan antar negara, keempat pelaut Indonesia ini akhirnya berhasil menapakkan kaki kembali di bumi Pangkalan Brandan dengan selamat.

​Kisah dramatis ini bermula ketika kapal nelayan yang mereka awaki mengalami kendala teknis kritis di koordinat perbatasan. Di sanalah, di antara garis imajiner yang memisahkan dua negara, para ABK harus berkarib dengan ketidakpastian. Mereka bertahan selama beberapa hari di tengah laut, menjaga asa yang meredup sembari menanti uluran tangan penyelamatan.

​Berada di wilayah teritorial asing dalam kondisi rentan adalah ujian mental yang nyata. Selama tertahan, keempat ABK dengan sikap ksatria menjalani rentetan prosedur pemeriksaan oleh otoritas Thailand. Namun, di balik ketegangan hukum tersebut, sebuah operasi kemanusiaan yang senyap namun taktis sedang digerakkan.

​Perlindungan terhadap warga negara menjadi dirigen utama dalam simfoni penyelamatan ini. Kolaborasi lintas sektor bergerak cepat tanpa sekat: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand bergerak memastikan hukum ditegakkan dengan adil. Memastikan pasokan logistik dan perbaikan teknis kapal berjalan tanpa hambatan. Menjaga komunikasi dan memastikan keselamatan jiwa para pelaut menjadi prioritas mutlak.

​Sinergi yang solid ini membuahkan hasil. Hak-hak kemanusiaan para ABK terpenuhi dengan terhormat hingga akhirnya lampu hijau diterbitkan. Pada Selasa malam (16/06/2026), KMN Teratai resmi melepas jangkar dari Kepulauan Ko Sarai, membelah kegelapan Selat Malaka menuju jalan pulang.

​Kepulangan yang Paripurna di Pangkalan Brandan
​Sujud syukur dan kelegaan mendalam pecah ketika siluet KMN Teratai perlahan merapat di pelabuhan Pangkalan Brandan. Personel Posmat TNI AL Pangkalan Brandan yang telah bersiaga langsung melakukan langkah-langkah penanganan pasca-insiden secara presisi, meliputi pendataan, pemeriksaan fisik, hingga mitigasi psikologis.

Keempat ABK dinyatakan dalam kondisi kesehatan yang prima, tanpa menyisakan trauma materiil maupun kerugian personel yang berarti. Mereka pulang dengan kepala tegak, siap kembali berkumpul dengan keluarga.
​
​Kembalinya KMN Teratai ke pangkuan Ibu Pertiwi bukan sekadar cerita tentang kapal yang berhasil bersandar. Ini adalah sebuah manifesto otentik tentang kehadiran negara di saat genting. Peristiwa ini menjadi bukti sahih bahwa respons cepat, ketangguhan diplomasi, dan sinergi antarinstitusi adalah kompas terbaik dalam melindungi setiap nyawa masyarakat maritim Indonesia yang bertaruh hidup di batas samudra.

​Mesin KMN Teratai kini telah beristirahat di dermaga, namun kisah tentang ketangguhan empat pelautnya akan terus bergaung menjadi catatan penting dalam sejarah penjagaan laut nusantara. (Liputan : Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Binjai Laksanakan Bakti Kesehatan

0

 

Binjai | suaraburuhnasional.com – Menjelang hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Binjai gandeng PMI kota Binjai untuk melaksanakan kegiatan “Donor Darah”, di aula Anindya polres Binjai jalan Sultan Hasanudin No.1 Binjai, Senin (15/6/26)

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., mengucapkan terima kasih terhadap PMI kota Binjai yang sudah melibatkan diri untuk kegiatan donor darah di Polres Binjai dalam rangka hari Bhayangkara ke-80.

Dimana kegiatan donor darah ini dengan harapan dapat membantu stok darah di PMI kota binjai yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya., ucap AKBP Mirzal Maulana.

Pihak PMI kota Binjai juga memberikan apresiasi terhadap Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana. beserta jajarannya yang sudah mengundang pihaknya untuk membantu stok darah PMI di kota Binjai,

Dalam kegiatan donor darah ini, polres Binjai dapat menyumbangkan stok darah sebanyak 126 (seratus dua puluh enam) kantong darah terhadap PMI kota binjai, terang Kapolres Binjai. (Mal)

Kelurahan Pasar Gambir Terima Kunjungan Tim Penggerak PKK Provsu Tahun 2026

0

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
Kelurahan Pasar Gambir Kecamatan Tebingtinggi Kota,terima kunjungan resmi dari tim penggerak PKK dari Provinsi Sumatra Utara tahun 2026 dalam rangka monitoring Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga PKK,pada hari Rabu (17/6/2026) bertempat di halaman kantor lurah Pasar Gambir kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi.

Kunjungan tersebut disambut oleh Lurah Pasar Gambir Toni Syahputra Saragih di dampingi ketua PKK Pasar Gambir Putri Sarah Nasution, seluruh pengurus dan anggota PKK Tingkat Kecamatan dan Kelurahan Pasar Gambir, juga turut dihadiri Camat Tebing Tinggi Kota Henci Boru Siregar, S.Pd., S.E., Asisten I Pemko Tebing Tinggi Siti Masitah Saragih, Kepala Dinas Tenaga Kerja Zahidin serta undangan lainnya.

Toni Syahputra Saragih
Selaku Lurah Pasar Gambir dalam laporannya mengatakan atas nama Kelurahan Pasar Gambir mengucapkan selamat datang kepada tim monitoring Provinsi Sumatera Utara.

Kami juga mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya kepada Tim PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara yang mau hadir di Kelurahan Pasar Gambir ini untuk memberikan bimbingan, pembinaan dan perhatian kepada kader kader PKK kami di Kelurahan Pasar Gambir ini.

“Saya berharap agar kiranya kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi ibu-ibu yang ada di kelurahan ini dan bisa menyebar kepada yang lainnya, semoga Ibu-ibu PKK terus meningkatkan kreativitasnya dalam mendukung keluarganya melalui program UP2K PKK ini,”ujarnya.

Selanjutnya Lurah Pasar Gambir memohon maaf kepada tim PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara dan semua hadirin bilamana di sana sini terdapat kekurangan kami di dalam melaksanakan acara ini, karena menurut Lurah bahwa inilah yang terbaik yang dapat kami lakukan disini, semoga acara ini bisa membawa hikmah bagi kita semua,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, sambutan Ketua PKK Kota Tebing Tinggi yang diwakili oleh Tengku Asmaliah mengucapkan selamat datang kepada ketua tim monitoring Provinsi Sumatera Utara dan rombongan merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan besar bagi kami dapat menerima kunjungan ini dan sekaligus menjadi momentum penting bagi bangkitnya ekonomi keluarga di kota Tebing Tinggi ini.

Keluarga adalah pondasi utama pembangunan bangsa dan kesejahteraan ekonomi keluarga adalah tiangnya, melalui program UP2K usaha peningkatan pendapatan keluarga PKK mengambil peran strategis dalam membantu pemerintah menggerakkan roda ekonomi dan jika akar rumput kami membina para ibu rumah tangga agar tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga menjadi produsen mandiri dan mampu menambah pendapatan keluarga.

Kelurahan Pasar Gambir sebagai mewakili kota Tebing Tinggi karena melihat potensi semangat dan inovasi produk yang dihasilkan oleh kelompok UP2K disini, para kader dan pelaku usaha mikro disini telah bergotong-royong meningkatkan kualitas produk mulai dari cita rasa kemasan hingga strategi pemasaran yang mulai merambah ke dunia digital.

Kami juga sangat menyadari dalam proses pengembangan usaha ini tentu masih banyak hal yang terus masih di sempurnakan, kami sangat mengharapkan kepada tim monitoring dari provinsi Sumatera Utara untuk memberikan bimbingan, arahan serta evaluasi agar semua produk kelurahan Pasar Gambir bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

“Saya selaku ketua tim penggerak PKK Kota Tebing tinggi mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada ketua penggerak PKK Kelurahan Pasar Gambir, seluruh kader, Ibu-ibu, Camat Tebing Tinggi Kota dan Lurah serta dukungan penuh dari dinas terkait yang senantiasa mendampingi usaha keluarga ini, mudah- mudahan Kelurahan Pasar Gambir dapat mengukir prestasi terbaik dan membawa pulang piala kemenangan,”ungkapnya

Ketua PKK Provinsi Sumatera Utara
Nyonya Khahiyang Bobby Nasution yang diwakili Dwi Kartika Sari, pada pidato singkatnya mengatakan, pelaksanaan monitoring tahun 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian tim penggerak PKK Sumatera Utara sebagai tindak lanjut super visi yang telah dilakukan beberapa bulan lalu.

Monitoring ini bukan sekedar kegiatan seremonial atau ajang penilaian semata melainkan jadi momentum untuk melihat langsung sepuluh program pokok PKK ditengah masyarakat sekaligus mengukur kesungguhan kerja sama dan komitmen seluruh jajaran dalam memberikan pembinaan program kerja yang berkelanjutan kepada kelurahan binaan.

Kegiatan monitoring ini nantinya akan menjadi dasar penilaian untuk masuk ke tahap evaluasi dan akan di dapatkan enam besar untuk kategori kabupaten dan tiga besar untuk kategori kota yang akan di evaluasi selanjutnya.

Kami menghimbau agar seluruh tim penggerak PKK kota tetap melakukan pengimput an dan pengungah an laporan secara tertib dan berkelanjutan melalui aplikasi sistem pelaporan akan menjadi salah satu indikator penilaian dalam menentukan kabupaten dan kota yang akan masuk evaluasi hingga penetapan peringkat juara.

“Saya berharap bahwa kemenangan ini tidak mencari kemenangan semata tetapi bagai mana agar kelurahan dan kecamatan yang menjadi binaan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik dan bisa menjadi contoh bagi desa atau kelurahan lainnya,saya berpesan kepada pengurus agar tetap memonitoring desa atau kelurahan binaan ini, mari bergerak bersama PKK mewujudkan Aska cita menuju Indonesia emas kolaborasi Sumut berkah menuju Sumatra Utara yang unggul maju dan berkelanjutan,”ungkapnya mengakhiri pidatonya, sembari mengetuk palu membuka acara.

Sementara itu Camat Tebing Tinggi Kota Henci Boru Siregar, S.Pd, SE ketika dikonfirmasi media terkait acara tersebut mengatakan, sangat mengapresiasi kelurahan Pasar Gambir, kami menilai bahwa warga kelurahan pasar Gambir memiliki keinginan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga, apalagi Kelurahan Pasar Gambir ini menjadi unggulan. “Saya berharap agar PKK di kelurahan Pasar Gambir ini terus dapat mengembangkan usaha mengingat di daerah ini ada produk masyarakat yang belum ada di daerah lain”.

Menurut Camat Tebing Tinggi Kota Henci Boru Siregar, S.Pd, SE salah satu keunggulan dari Kelurahan Pasar Gambir ini adalah produk masyarakat yaitu serundeng salah satu produk yang diunggulkan dan inovasi dari masyarakat Kelurahan Pasar Gambir, mengingat bahan bakunya juga mudah di dapat disini, jadi inilah yang akan kita tingkatkan yang bisa menambah pendapatan keluarga disini.

“Saya dan semua PKK kelurahan pasar Gambir ini berharap agar kelurahan Pasar Gambir ini mendapat penilaian terbaik dari tim monitoring PKK tingkat provinsi Sumatra untuk mengikuti penilaian sampai ke tingkat provinsi dan tingkat nasional,”ujar Camat Tebing Tinggi Kota penuh harapan. (Alfian Haris)

Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern

0

 

Bekasi | suaraburuhnasional.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempercepat transformasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia menjadi Mini Campus yang adaptif, modern, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kemnaker memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, konsep Mini Campus dirancang untuk mengubah BPVP dari sekadar tempat pelatihan kerja menjadi pusat pembelajaran vokasi yang terintegrasi, adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja, serta mampu membangun ekosistem pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

“Konsep Mini Campus ini dirancang agar BPVP tidak hanya menjadi tempat pelatihan kerja. Nantinya, BPVP akan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran vokasi yang terintegrasi, adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja, dan mandiri,” ujar Yassierli saat membuka kegiatan Strategi dan Kick-Off Transformasi BPVP di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).

Menurut Yassierli, melalui konsep Mini Campus, BPVP diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran vokasi yang didukung sarana dan prasarana modern serta teknologi mutakhir. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga inovasi, daya saing, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

“Dengan dukungan sarana dan prasarana yang modern, BPVP akan mampu mencetak tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga inovatif, berdaya saing tinggi, dan siap diserap oleh dunia usaha maupun industri,” katanya.

Yassierli optimistis transformasi tersebut akan memperkuat peran BPVP dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan masa depan sekaligus mempercepat penyediaan tenaga kerja kompeten di berbagai sektor industri strategis. “Saya menginginkan tingkat serapan hasil lulusan pelatihan vokasi di Mini Campus minimal 80 persen,”tegasnya.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Kemnaker terus memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi melalui penyediaan puluhan ribu paket pelatihan gratis bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang terintegrasi dalam portal SIAPKerja.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas), Darmawansyah, menegaskan bahwa transformasi BPVP merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem pelatihan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan ekonomi nasional.

Menurutnya, BPVP harus mampu menjadi pusat pengembangan kompetensi yang dekat dengan kebutuhan industri, responsif terhadap perubahan pasar kerja, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Transformasi ini bukan hanya perubahan struktur, tetapi juga perubahan cara kerja, orientasi kerja dan budaya layanan,”ujarnya.

Melalui transformasi BPVP menjadi Mini Campus, Kemnaker berharap balai-balai pelatihan vokasi semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil, sehingga mampu menghasilkan talenta unggul yang siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global serta mendukung kebutuhan SDM industri Indonesia. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Bara Dini Hari di Pasar Parluasan Potret Sengkarut Ruang Publik dan Alarm Keras Tata Kota Pematang Siantar

0

 

​Pematang Siantar | suaraburuhnasional.com – Keheningan Kamis (18/6/2026) dini hari pecah seketika menjadi kepanikan masal. Saat sebagian besar warga masih terlelap dalam buaian malam, Pasar Parluasan yang selama ini berdiri kokoh sebagai salah satu urat nadi utama perekonomian di Kota Pematang Siantar luluh lantak diamuk si jago merah. Kobaran api membubung tinggi ke angkasa, melahap ratusan lapak tanpa ampun, dan menyisakan abu serta puing-puing nestapa bagi para pedagang yang bergantung hidup di sana.

​Sebagaimana terekam dalam dokumentasi lapangan pada berkas image.png, langit malam Pematang Siantar seketika berubah menjadi jingga membara yang mencekam. Kobaran api raksasa melahap area belakang Lor 1, sementara di bagian depan, bangunan-bangunan ruko bertingkat terkepung oleh asap tebal dan hawa panas yang ekstrem. Di bawah bayang-bayang kobaran tersebut, tampak armada pemadam kebakaran berjuang keras di tengah kegelapan dan kesemrawutan area pasar yang padat.

​Bencana yang diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik ini diperkirakan menelan kerugian materiil hingga puluhan miliar rupiah. Namun, di balik angka-angka kerugian yang fantastis tersebut, kebakaran ini sejatinya menguak sebuah luka lama yang jauh lebih mendasar dan sistemik: sengkarut tata ruang kota serta lemahnya mitigasi bencana pada fasilitas publik.

​Sifat bangunan pasar yang semi-permanen dan dipenuhi barang dagangan mudah terbakar membuat api menjalar dengan kecepatan eksponensial. Ketika armada Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi dengan sirene yang meraung-raung memecah malam, sebuah dinding pembatas tak kasatmata justru menghadang laju mereka. Bukan tembok beton, melainkan padatnya lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjamur secara liar hingga memakan badan jalan di sepanjang area pasar.

​Mobil-mobil penyelamat berukuran besar itu terjebak dalam labirin kesemrawutan kota. Akses jalan yang menyempit drastis membuat petugas Damkar harus berjuang ekstra keras bahkan bertaruh waktu hanya untuk menjangkau titik api. Setiap menit yang terbuang karena hambatan ruang ini harus dibayar mahal dengan ludesnya kios-kios pedagang yang sebenarnya masih bisa diselamatkan.

​”Kami berkejaran dengan waktu, tetapi ruang gerak kami lumpuh total di lapangan. Jika jalur utama dan area sekitar pasar steril dari pembiaran lapak, api seharusnya bisa dilokalisir lebih cepat sebelum dampaknya sekatastropik ini,”keluh salah seorang petugas Damkar di lapangan, menyuarakan rasa frustrasinya yang mendalam.

​Pasca-bencana, gelombang kekecewaan dan kemarahan publik langsung menyeruak ke permukaan. Menariknya, di tengah pusaran emosi warga yang memuncak, sempat terjadi bias opini di lini masa media sosial, di mana sebagian masyarakat melayangkan kritik tajam yang salah alamat kepada Wali Kota Medan.
​Untuk menjamin kejernihan informasi dan mendudukan perkara pada porsinya, perlu ditegaskan secara geografis dan administratif bahwa Pasar Parluasan berada penuh di bawah yurisdiksi Pemerintah Kota Pematang Siantar, bukan Kota Medan.

​Kendati terjadi disorientasi sasaran kritik oleh sebagian kalangan, esensi dari kegelisahan publik tersebut memiliki substansi yang sangat valid. Tragedi ini dipandang telanjang sebagai bentuk kegagalan mitigasi dan kelalaian dari Pemerintah Kota Pematang Siantar. Kebijakan penertiban PKL yang selama ini dinilai publik hanya bersifat reaktif, seremonial, dan hangat-hangat tahi ayam, terbukti gagap total ketika dihadapkan pada situasi darurat yang sesungguhnya. Pembiaran pelanggaran ruang publik selama puluhan tahun kini harus dibayar dengan harga yang teramat mahal.

​Hingga fajar menyingsing, kepulan asap tipis masih membubung dari puing-puing Parluasan yang menghitam. Sementara tim penegak hukum mulai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab valid kebakaran, ratusan pedagang kini hanya bisa berdiri terpaku, menatap kosong ke arah ruang penghidupan mereka yang telah rata dengan tanah. ​Kebakaran Pasar Parluasan bukan sekadar musibah akibat kelistrikan; ini adalah sebuah refleksi sosiologis, ekses dari pembiaran, dan rapor merah manajerial tentang bagaimana sebuah pemerintah daerah memperlakukan ruang publiknya.

Peristiwa ini mengirimkan pesan pembelajaran yang sangat benderang, sekaligus tamparan keras bagi seluruh pemangku kebijakan di Sumatra Utara.
​Kini, bola panas berada sepenuhnya di tangan Pemerintah Kota Pematang Siantar. Masyarakat luas tidak hanya menanti kompensasi darurat yang bersifat sementara atau pembangunan kembali lapak yang terbakar. Lebih dari itu, publik menuntut sebuah komitmen politik yang berani dan radikal: menata ulang pasar secara humanis, menegakkan regulasi tata ruang tanpa pandang bulu, dan memastikan bahwa aspek keselamatan nyawa manusia tidak akan pernah lagi dikorbankan demi sebuah pembiaran atas nama perputaran roda ekonomi. (Liputan : Nelson Siregar)

Kodaeral I Sulap 270 Hektar Lahan Tidur Jadi Benteng Pangan Nasional

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) kembali menegaskan bahwa menjaga kedaulatan bangsa tidak hanya dilakukan di garis batas lautan, melainkan juga lewat ketahanan pangan di daratan. Langkah strategis ini ditandai dengan Penanaman Perdana dan Press Release Program Ketahanan Pangan yang digelar di Desa Limau Manis dan Desa Medan Senembah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026).

​Melalui inisiatif ini, Kodaeral I menggarap lahan produktif seluas 270 hektar untuk ditanami tiga komoditas strategis nasional: singkong, kedelai, dan cabai. Program ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menyokong visi besar pemerintah menuju kemandirian pangan yang absolut.

​Program ini dirancang bukan sekadar untuk bercocok tanam, melainkan sebuah lompatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan aset negara secara produktif, Kodaeral I menciptakan multiplier effect (efek domino) yang langsung menyentuh urat nadi perekonomian masyarakat sekitar.

​”Ketahanan pangan adalah pilar tak kasat mata dari kedaulatan nasional. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memberi makan rakyatnya dari tanahnya sendiri”. ​Melalui pengelolaan pertanian modern yang terukur, masyarakat lokal tidak lagi menjadi penonton, melainkan mitra aktif yang ikut mengelola dan menikmati hasil panen secara adil.

​Keberhasilan program skala masif ini bertumpu pada satu kunci: Kolaborasi. Kodaeral I merangkul seluruh lini, mulai dari Pemerintah Daerah, kelompok tani lokal, hingga para pemangku kepentingan (stakeholders) sektor agraris. Penanaman perdana ini menjadi simbol runtuhnya sekat-sekat birokrasi demi satu tujuan mulia: kesejahteraan bersama.

​Melalui pengembangan lahan seluas 270 hektar ini, Kodaeral I membuktikan diri sebagai institusi yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman. Dengan semangat gotong royong dan kerja keras yang menembus batas, Kodaeral I optimis aksi nyata ini akan menjadi warisan berharga dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaulat penuh di bidang pangan. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)