Jakarta Timur | suaraburuhnasional.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, memberikan penghargaan kepada Ir. Indra Syahputra, Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Desa ini berhasil menjadi percontohan nasional dalam percepatan penurunan stunting melalui program unggulan “Desa Keluarga Bebas Stunting” (De’Best 1000 HPK).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara “Kick-Off Menuju Tamasya dan Gerakan Ayah Teladan (GATE)” yang berlangsung di Auditorium Gedung Halim 1, Jakarta Timur, pada Rabu (11/12). Selain Desa Pekan Tanjung Beringin, apresiasi serupa juga diberikan kepada perwakilan dari Sumatera Utara, seperti Desa Sipinggan di Kabupaten Samosir dan sejumlah kader serta pejabat desa dari Deli Serdang.
Indra Syahputra menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan ini. Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh elemen desa, termasuk bidan, kader posyandu, kader stunting, hingga dukungan penuh dari dinas terkait di Kabupaten Sergai.
“Kerja keras kami bersama masyarakat telah dinilai dan dihargai oleh Bapak Menteri. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” ujar Indra melalui pesan singkat kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, strategi utama percepatan penurunan stunting di desa tidak hanya berfokus pada pengentasan kemiskinan—yang menyumbang sekitar 25% dari permasalahan stunting—tetapi lebih menitikberatkan pada pola asuh keluarga, yang menjadi penyebab utama hingga 75%. Tantangan seperti pernikahan dini, rumah tangga broken home, dan rendahnya pemahaman tentang gizi menjadi prioritas untuk diatasi.
“Desa kami memiliki potensi sumber daya protein tinggi dari hasil laut, tetapi kesadaran masyarakat tentang pengolahan makanan bergizi masih perlu ditingkatkan,” tambahnya.
Melalui program “Dapur Sehat Atasi Stunting” (Dashat), kader desa aktif memberikan edukasi, pendampingan, dan pelatihan langsung kepada masyarakat. Salah satu inovasi mereka adalah menciptakan menu berbasis bahan lokal seperti “Bedagai Cup” dan “Bakso Mancing,” yang kaya akan nilai gizi.
Hasilnya, upaya ini berhasil menurunkan angka stunting di Desa Pekan Tanjung Beringin dari 6,53% pada 2022 menjadi 2,32% pada Agustus 2024. “Ini adalah bukti bahwa perubahan pola pikir dan pola asuh keluarga mampu membawa dampak nyata,” ungkap Indra.
Selain penghargaan dari BKKBN, Desa Pekan Tanjung Beringin juga mendapatkan perhatian dari kementerian lain. Menteri Pertanian memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Milenial Beringin 1, sementara Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan program Desmigratif untuk mendukung pengembangan desa ini.
“Kami akan terus berinovasi dan memastikan Desa Pekan Tanjung Beringin menjadi percontohan nasional, tidak hanya dalam pengentasan stunting tetapi juga di berbagai sektor lainnya,” tutup Indra Syahputra. (Herry)






















