8.3 C
Munich
Sabtu, Juni 6, 2026

Gemerlap Judi Tembak Ikan Nodai Kesucian Ramadan di Medan Deli

Must read

 

​Medan Deli | suaraburuhnasional.com – Di saat umat Muslim sedang khusyuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, sebuah pemandangan kontras justru terlihat jelas di kawasan pinggiran rel, Jalan Rumah Potong Hewan, Lingkungan 1, Kelurahan Mabar Hilir, Rabu (25/2/2026).

Praktik perjudian jenis “Tembak Ikan” dilaporkan tetap beroperasi dengan bebas, seolah menantang hukum dan mengabaikan norma religiusitas masyarakat setempat. ​Aktivitas ilegal ini memicu gelombang keresahan warga. Pasalnya, lokasi yang seharusnya tenang demi menghormati bulan puasa justru berubah menjadi pusat keramaian yang negatif. Keberadaan lapak judi ini dinilai telah menjadi “Penyakit Masyarakat” (Pekat) yang akut dan merusak tatanan sosial di wilayah Medan Deli.

​Bajay, seorang pemerhati lingkungan sekaligus tokoh masyarakat setempat, angkat bicara mengenai situasi yang kian mengkhawatirkan ini. Kepada awak media suaraburuhnasional.com, ia mengungkapkan keheranannya terhadap keberanian para bandar yang tetap membuka lapak secara terang-terangan.

​”Kami melihat seolah ada rasa jumawa dari para pemilik lapak. Mereka beroperasi dengan leluasa tanpa ada tindakan hukum yang nyata. Seolah-olah mereka kebal terhadap aturan yang berlaku,” ujar Bajay dengan nada tegas.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa persoalan di kawasan pinggiran rel ini bukan hanya sekadar perjudian. Peredaran narkoba dan judi tembak ikan seakan menjadi paket gelap yang terus menghantui masa depan generasi muda di daerah tersebut.

​Masyarakat kini menaruh harapan besar pada ketegasan institusi kepolisian. Kehadiran negara sangat dinantikan untuk memutus mata rantai perjudian yang telah lama meresahkan ini.

​Tuntutan warga meminta napak Kapolres Pelabuhan Belawan untuk segera turun tangan melakukan penindakan tegas.
​Penutupan total lapak judi tembak ikan dan pembersihan sarang narkoba di wilayah Mabar Hilir. Mengembalikan marwah bulan suci Ramadan dan menciptakan rasa aman di lingkungan pemukiman warga.

​”Kami tidak ingin lingkungan kami terus-menerus dicemari oleh aktivitas haram ini. Kami meminta Kapolres Pelabuhan Belawan untuk mendengarkan jeritan hati masyarakat dan segera menyapu bersih segala bentuk kemaksiatan disini,” pungkas Bajay.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pihak berwajib. Akankah hukum tegak berdiri, ataukah gemerlap mesin judi akan terus menyala di tengah kekhusyukan doa-doa warga di bulan Ramadan. (Liputan : Nelson Siregar)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article