17.5 C
Munich
Sabtu, Juli 18, 2026

Estafet Agung Komando AKBP Aditya Sembiring Dimulai

Must read

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di bawah bentangan langit utara Sumatra yang menjadi saksi bisu hilir mudik urat nadi ekonomi internasional, sebuah epos baru dalam penegakan hukum resmi digulirkan. Korps Bhayangkara Polres Pelabuhan Belawan menggelar prosesi pisah sambut dengan keanggunan penuh wibawa untuk menyambut pucuk pimpinan barunya, AKBP Aditya S.P. Sembiring M., SIK., pada Jumat (17/7/2026).

​Rangkaian upacara sakral ini merupakan kelanjutan dari seremoni serah terima jabatan (sertijab) yang telah dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatra Utara di Mapolda Sumut pada awal pekan, Senin (13/07/2026).

​Langkah kaki AKBP Aditya Sembiring yang didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan Belawan, Ny. Olivia Aditya, disambut dengan ketakziman penuh oleh Wakapolres Kompol Dedy Dharma, SH., beserta istri di gerbang utama markas komando.

​Seketika, atmosfer berubah magis. Tradisi Jajar Hormat diletupkan dengan presisi tinggi, disusul barisan megah Pedang Pora. Kilatan bilah pedang yang menyilang membentuk lorong kehormatan bukan sekadar simbol estetika militeristik biasa. Ia adalah perwujudan ikrar kesetiaan korps, simbol perlindungan, dan penyambutan agung bagi sang nakhoda baru yang kini memikul amanah besar di wilayah maritim strategis ini.

​Sebagai salah satu pelabuhan paling vital di republik ini, stabilitas keamanan di Belawan adalah harga mati yang tak dapat ditawar. Narasi inilah yang melandasi pentingnya prosesi penyerahan Laporan Kesatuan dari pejabat lama, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., kepada AKBP Aditya Sembiring. Dokumen strategis ini bukan sekadar tumpukan berkas birokrasi, melainkan sebuah “kompas operasional” yang menjamin bahwa transisi kepemimpinan tidak akan mengurangi sedikit pun ritme pelayanan dan pengamanan masyarakat yang tengah berjalan.

​Kehangatan tata krama dan soliditas wilayah ini kian memancar dalam acara ramah tamah yang digelar di Aula Polres Pelabuhan Belawan. Ruangan tersebut bertransformasi menjadi panggung diplomasi pertahanan dan keamanan, mempertemukan berbagai pilar kekuatan daerah: Dandim 0201/Medan, Wakil Wali Kota Medan, perwakilan Pomal Belawan, Kajari Belawan, hingga para pemangku kepentingan (stakeholders) maritim. Kehadiran para tokoh kunci ini menegaskan satu pesan mutlak: keamanan Belawan adalah karya kolaboratif yang kokoh.

​Dalam pidato perdananya yang disampaikan secara lugas, berwibawa, dan sarat akan visi masa depan, AKBP Aditya Sembiring menegaskan komitmennya untuk langsung berakselerasi.

​”Kami berdiri di sini dengan rasa takzim untuk melanjutkan fondasi kokoh yang telah dipahat dengan sangat baik oleh AKBP Rosef Efendi. Visi kami ke depan adalah memperkuat soliditas internal, mengasah profesionalisme, dan merajut sinergitas lintas sektoral. Kami ingin memastikan Polres Pelabuhan Belawan hadir sebagai institusi yang presisi, humanis, dan menjadi benteng kenyamanan bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi kawasan,” tutur perwira menengah berpangkat melati dua tersebut.

​Penghormatan Abadi untuk Sang Bhayangkara Sejati
​Jika fajar disambut dengan bentangan harapan, maka senja diantarkan dengan penghormatan setinggi-tingginya. Menjelang akhir prosesi, barisan Pedang Pora kembali dibentuk dalam formasi pelepasan untuk mengantarkan AKBP Rosef Efendi beserta Ny. Heni Rosef Efendi menuju gerbang penugasan yang baru.

​Suasana haru yang anggun tak terhindarkan.

Langkah kaki sang mantan Kapolres dilepas oleh tatapan penuh rasa terima kasih dan rasa hormat terdalam dari seluruh personel yang pernah dipimpinnya. Dedikasi, loyalitas, dan tinta emas kebaikan yang telah ditorehkan AKBP Rosef selama menjabat kini resmi abadi menjadi bagian dari sejarah gemilang Polres Pelabuhan Belawan.

​Mengulas makna filosofis di balik kemegahan upacara ini, Kabag SDM Polres Pelabuhan Belawan Kompol Yusril Irwanto menjelaskan bahwa tradisi luhur ini adalah penjaga marwah institusi. ​”Ini adalah tradisi yang merawat jiwa korsa dan martabat kami sebagai pelindung masyarakat. Melalui momentum transisi yang elegan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh personel memiliki kesiapan mental yang tangguh dan kesetiaan yang tak tergoyahkan untuk mendukung penuh kepemimpinan baru,” tegas Kompol Yusril.

​Secara keseluruhan, rangkaian pisah sambut ini berhasil menyajikan perpaduan sempurna antara disiplin ketat kepolisian dan kehangatan hubungan kemanusiaan yang berkelas. Bagi khalayak luas dan masyarakat Belawan, peristiwa ini bukan sekadar pergantian figur pemimpin, melainkan sebuah jaminan sosial konstitusional. Sebuah kepastian bahwa di bawah komando AKBP Aditya S.P. Sembiring, Polres Pelabuhan Belawan siap berdiri tegak, presisi, dan tepercaya di garda terdepan penjaga gerbang samudra Sumatra Utara. (Liputan : Nelson Siregar/Hms)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article