31.6 C
Munich
Sabtu, Juni 20, 2026
Beranda blog Halaman 14

Polres Binjai Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan Jalanan, Tiga Pelaku Begal Modus Baru Berhasil Diringkus Tim Cobra

0

 

Binjai | suaraburuhnasional.com -Komitmen Polres Binjai dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta menindak tegas setiap bentuk kejahatan jalanan kembali dibuktikan melalui keberhasilan pengungkapan kasus begal dengan modus baru yang meresahkan masyarakat.

Melalui gerak cepat Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai bersama Unit Reskrim Polsek Sei Bingai, tiga orang pelaku begal masing-masing berinisial MR (25), JG (24), dan NS (26) berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah laporan diterima.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan jalanan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pokok Polri sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.

Peristiwa tersebut bermula pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 12.45 WIB ketika korban SAG (21), seorang perempuan, melintas di Simpang Liang Lebah, Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai. Saat berada di lokasi, korban dipepet oleh sebuah mobil jenis Calya warna silver BK 1650 SW. Dua pria yang keluar dari kendaraan tersebut kemudian melakukan kekerasan terhadap korban dan membawa kabur sepeda motor miliknya jenis Dtacker BK 5106 RBE.

Atas kejadian tersebut, korban didampingi warga segera membuat laporan ke Polsek Sei Bingai. Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, Kapolsek Sei Bingai AKP Endramawan Sitepu, S.H., bersama Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.

Berdasarkan hasil analisis, pengumpulan informasi, serta kerja lapangan yang intensif, petugas berhasil mengamankan MR dan JG di Desa Emplasemen, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, pada Sabtu (6/6/2026) pukul 01.35 WIB. Selanjutnya, hasil pengembangan mengarah kepada pelaku lainnya, NS, yang berhasil ditangkap di wilayah Kecamatan Binjai Barat pada Minggu (7/6/2026) pukul 02.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian, S.T.K., S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa saat proses penangkapan, dua pelaku berupaya melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur yang berlaku.

“Keberhasilan ini merupakan bukti keseriusan Polres Binjai dalam merespons setiap laporan masyarakat serta menindak tegas pelaku kejahatan jalanan yang dapat mengganggu rasa aman masyarakat,” tegas AKP Hizkia.

Ketiga pelaku kini telah diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta dipersangkakan dengan Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kapolres Binjai juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi memberikan informasi kepada kepolisian sehingga pengungkapan kasus dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dan tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan melalui layanan Call Center 110. Polres Binjai akan terus hadir, bertindak cepat, dan berkomitmen menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Binjai dan sekitarnya,” tegas AKBP Mirzal Maulana.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Binjai tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan serta akan terus melakukan langkah preventif maupun represif guna menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat., ucap Kapolres Binjai. (Mal)

Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

0

 

Jenewa | suaraburuhnasional.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan dalam Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss. Pesan utama Menaker jelas yaitu di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan perubahan dunia kerja yang cepat, pekerja harus tetap memiliki keterampilan, peluang kerja, dan pelindungan yang layak.

Menaker mengatakan, perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menempatkan penguatan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, dan pelindungan pekerja sebagai agenda penting dalam menghadapi masa depan kerja.

“Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat pelindungan pekerja agar masyarakat tetap memiliki masa depan kerja yang layak,” kata Menaker Yassierli, Selasa (8/6/2026).

Menurut Menaker, isu ini penting bagi masyarakat karena perubahan dunia kerja sudah mulai memengaruhi cara orang bekerja, mencari pekerjaan, dan bertahan di pasar kerja. Anak muda membutuhkan pengalaman kerja, lulusan sekolah membutuhkan pelatihan yang relevan, sementara pekerja di sektor digital dan sektor berisiko membutuhkan pelindungan yang lebih kuat.

Dalam forum tersebut, Menaker menyampaikan bahwa di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan keterampilan tenaga kerja masa depan menjadi prioritas nasional. Salah satunya dilakukan melalui Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan dengan dukungan uang saku dari pemerintah.

Menaker menyebutkan, Program Pemagangan Nasional telah menjangkau 100.000 peserta pada tahun lalu dan targetnya meningkat menjadi 150.000 peserta pada tahun ini. Selain itu, Pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300.000 peserta. “Program-program ini juga memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan,”ujar Menaker.

Menaker menambahkan, penguatan keterampilan harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja. Dalam pidatonya, ia memaparkan sejumlah program strategis Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Food Estate, dan proyek hilirisasi, sebagai bagian dari agenda penciptaan jutaan lapangan kerja baru.

Bagi masyarakat, program-program tersebut menjadi penting karena masa depan kerja tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan pekerja untuk memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, akses terhadap pekerjaan yang layak, serta pelindungan dalam pola kerja baru.

Selain keterampilan dan penciptaan kerja, Indonesia juga menempatkan pelindungan pekerja sebagai bagian penting dari agenda kerja layak. Menaker menyampaikan instrumen ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan sebagai komitmen Indonesia terhadap kerja layak, kesehatan, dan keselamatan pekerja, termasuk awak kapal perikanan.

Indonesia juga mencatat kemajuan dalam penyusunan kebijakan nasional bagi pekerja platform digital. Menaker menegaskan, pelindungan dan kesejahteraan pekerja platform menjadi bagian penting dari respons Indonesia terhadap perkembangan ekonomi digital dan perubahan pola kerja.

Komitmen tersebut diperkuat melalui dialog sosial. Menaker menyampaikan bahwa pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja terus terlibat melalui Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional dalam pembentukan regulasi serta inisiatif bersama di bidang produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pelatihan vokasi.

Menaker juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan ILO dan mitra internasional, termasuk dalam pengembangan kurikulum pelatihan vokasi, pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta penguatan bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja dan kelompok yang berisiko tertinggal.

Dalam konteks kerja layak dan keadilan sosial global, Menaker menegaskan kembali solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina. Indonesia terus mendukung ILO Emergency Response Programme untuk memulihkan pekerjaan, mata pencaharian, dan kelembagaan ketenagakerjaan di wilayah Arab yang diduduki.

“Indonesia siap bekerja sama dengan ILO dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kerja layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Bersama-sama, kita membangun masa depan kerja yang menghormati martabat pekerja,” ujar Menaker. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Menepis Kabut Disinformasi di Limau Manis: Saat Data Hukum Membungkam Narasi Sepihak

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di tengah belantara digital yang riuh, kebenaran sering kali harus berkejaran dengan durasi video pendek yang viral. Merespons gelombang narasi sepihak di platform TikTok yang menyudutkan institusi, Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) memilih jalan elegan: membuka tabir fakta demi menjernihkan ruang publik.

​Melalui hak jawab resmi yang dirilis pada Senin (8/6/2026), Kodaeral I membedah duduk perkara secara transparan terkait pemanfaatan lahan di Dusun VIII, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Langkah keterbukaan ini diambil bukan sekadar sebagai bantahan, melainkan sebuah ikhtiar intelektual untuk membungkam distorsi informasi yang sengaja diembuskan oleh oknum kelompok tani berinisial “US”.

​Pondasi Yuridis: Menjaga Kedaulatan di Atas Tanah Negara
​Sebuah narasi, seindah apa pun dikemas di media sosial, akan luruh ketika dihadapkan pada lembaran hukum positif. Kodaeral I menegaskan bahwa objek yang menjadi pemantik diskusi publik ini adalah lahan seluas kurang lebih 270 hektar yang secara absolut merupakan aset negara yang sah.

​Eksistensi lahan ini dipayungi oleh legalitas hukum yang tidak dapat diganggu gugat:
​Hak Guna Usaha (HGU) Aktif: Terdaftar resmi dengan Nomor 98/Medan Sinembah dan Nomor 99/Medan Sinembah atas nama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 1.

​Kehadiran personel Kodaeral I di lapangan bergerak di atas rel hukum yang kokoh, bersandarkan pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Puskopal Kodaeral I dan PTPN I Regional 1 (Nomor: R01D-RH/SPJ/2026.05.26-1/PKS/10/V/2026/Plus) tertanggal 26 Mei 2026, serta didukung Surat Izin Pendahuluan sejak 4 April 2026. Melalui data ini, publik diajak melihat jernih: ini bukan tindakan okupasi tanpa dasar, melainkan sebuah misi konstitusional untuk menyelamatkan dan mengoptimalisasi aset milik negara.

​”Hukum yang tegas tidak harus kehilangan wajah kemanusiaannya.”
​Kodaeral I menolak keras tudingan miring yang menyebut adanya intimidasi, teror, atau pengusiran paksa. Narasi hiperbolis yang beredar di media sosial dinilai sengaja diciptakan untuk memicu sentimen negatif publik.

Kenyataan di lapangan justru memperlihatkan potret sebaliknya. Kodaeral I konsisten mengedepankan pendekatan bercorak persuasive humanis sebuah seni berkomunikasi yang mengetuk hati, bukan menekan fisik. ​Pada 25 Mei 2026, sebagai bentuk jembatan hati dengan masyarakat lokal, Kodaeral I menyerahkan hewan kurban kepada pengurus Masjid Limau Manis.

Ruang dialog tetap dibuka lebar melalui skema musyawarah. Bagi para warga penggarap yang dengan berbesar hati mengembalikan aset negara, disediakan kebijakan tali asih secara sukarela sebagai bentuk penghormatan dan solusi transisi yang damai.

​Tuduhan bahwa aktivitas ini merupakan “operasi senyap” yang mengabaikan otoritas lokal langsung runtuh melalui rincian kronologi yang rapi. Kodaeral I membuktikan bahwa setiap jengkal langkah mereka telah melewati prosedur birokrasi dan sosialisasi yang matang: Rangkaian fakta di atas adalah bukti otentik bahwa tata krama bernegara, penghormatan terhadap pimpinan wilayah, dan koordinasi keamanan adalah pilar utama dalam pelaksanaan proyek ini.

​Di balik dinamika yang terjadi di Limau Manis, ada visi besar yang sedang dipertaruhkan untuk masa depan. Lahan 270 hektar ini diproyeksikan menjadi episentrum baru bagi Ketahanan Pangan Nasional dan pengembangan agrowisata. Manfaatnya dirancang meluas, melompati sekat kepentingan pribadi atau kelompok kecil, demi kesejahteraan masyarakat Deli Serdang secara makro. ​Namun, kebaikan kolektif ini tidak boleh disandera oleh fabrikasi informasi.

Kodaeral I sangat menyayangkan sikap tidak bertanggung jawab dari pihak-pihak yang memproduksi konten tanpa proses verifikasi (cover both sides). Kebebasan berpendapat adalah hak, namun akurasi adalah kewajiban moral.

​Sebagai penutup yang tegas, Kodaeral I menyatakan tidak akan berkompromi dengan penyebaran fitnah dan hoaks yang merugikan nama baik institusi serta menghambat program strategis negara. Langkah hukum represif kini tengah dipertimbangkan dengan matang sesuai undang-undang yang berlaku. Ini adalah pesan kuat: bahwa di atas tanah Limau Manis, hukum harus tegak, negara harus berdaulat, dan kesejahteraan rakyat banyak adalah hukum tertinggi. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)

Tidak Hadiri Panggilan, DPRD Medan akan Jadwalkan Panggilan Ulang Camat Medan Sunggal

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Ketua Komisi I DPRD Medan Reza Pahlevi Lubis S Kom (foto) mengaku kecewa dengan sikap Camat Medan Sunggal M Irfan Abdillah yang mangkir dalam panggilan DPRD Medan untuk agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD.

Rasa kecewa itu disampaikan Reza Pahlevi kepada wartawan, Senin (8/6/2026). Seyogianya, pemanggilan itu untuk membahas penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 Kota Medan tahun 2026 yang dituding sarat masalah.

“Pelaksanaan patut dievaluasi, sehingga ke depan kita harapkan penyelenggaraan MTQ tidak ada lagi masalah. Apalagi dugaan penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan sakral keagamaan tidak terulang lagi,” ujar Reza asal politisi Golkar itu

Disampaikan Reza, pemanggilan Camat secara resmi dari DPRD Medan dijadwalkan Senin 8 Juni 2026 untuk RDP yang melibatkan sejumlah stakeholder pukul 10.00 Wib di ruang komisi 1 DPRD Medan.

Namun kenyataannya kata Reza, Camat Medan Sumgal dan Pendor penyelenggara tidak hadir. Sedangkan stakeholder lain datang tepat waktu. “Akibat ketidakhadiran Camat maka RDP kita batalkan dan akan kita jadwalkan undang kembali,”terang Reza.

Sebagaimana diketahui, penyelenggaraan MTQ dilakukan PT Angsamas Ratu Tama. Namun kemenangan PT diatas ditengarai sarat penyimpangan. Bahkan Pasalnya, PT Angsamas Ratu Tama merupakan vendor yang sama pada MTQ ke-58 tahun 2025 di Medan Deli yang kinerjanya juga dinilai kurang maksimal.

Banyak lalangan menuding kondisi llapangan di lokasi MTQ ke-59 saat ini pun jauh dari kata layak. Dengan anggaran mencapai Rp1,6 miliar, area venue dilaporkan masih berlumpur, becek, dan licin. Bahkan, alat berat terpantau masih beroperasi meratakan tanah di area yang sudah difungsikan sebagai lokasi parkir, sehingga menyulitkan akses pengunjung menuju arena utama.

Ketika dikonfirmasi terkait ketidakhadiran Camat Medan Sunggal M Irfan Abdillah terhadap undangan DPRD Medan, Dianya memberi alasan karena sedang mengikuti rapat di ruang rapat III kantor Wali Kota Medan. (PM)

Kemnaker dan GoTo Perkuat Literasi Digital TKM Sektor Kuliner di Bandung

0

 

Bandung | suaraburuhnasional.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk memperkuat literasi digital bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sektor kuliner melalui Talent & Innovation Hub (TIH) Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Senin (8/6/2026), sebagai upaya meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi digital.

Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara BBPVP Bandung dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengenai Pelaksanaan Program Upskilling Literasi Digital bagi Tenaga Kerja Mandiri Sektor Kuliner.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menilai kerja sama ini sebagai bentuk nyata sinergi pemerintah dan industri digital dalam memperkuat daya saing tenaga kerja di tengah transformasi ekonomi digital. “Kegiatan ini merupakan contoh nyata kolaborasi strategis antara pemerintah dan industri digital nasional dalam membangun sumber daya manusia yang unggul,”ujar Cris Kuntadi.

Ia mengatakan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya. Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) sebelumnya juga telah bekerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pelindungan tenaga kerja mandiri.

Sejalan dengan itu, berbagai kegiatan kolaboratif telah dilaksanakan, antara lain program Training Upskilling serta kegiatan Maju Bersama GoFood bagi tenaga kerja mandiri sektor kuliner di Kota Bandung. Program tersebut mendapat respons positif dan menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Melalui berbagai program tersebut, peserta dari sektor kuliner didorong untuk meningkatkan keterampilan agar lebih adaptif terhadap ekosistem ekonomi digital berbasis platform.

Cris menegaskan, program ini mencerminkan implementasi kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. “Hadirnya program ini menunjukkan bagaimana kebijakan di tingkat pusat dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan peran Talent & Innovation Hub (TIH) sebagai ekosistem kolaboratif pengembangan talenta yang mempertemukan pemerintah, industri, komunitas, pelaku usaha, dan talenta digital untuk mendorong inovasi bernilai tambah.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan peningkatan kompetensi, tetapi juga pendampingan untuk masuk ke ekosistem digital guna mendukung pengembangan usaha. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Wamenaker: Mahasiswa Harus Perkuat Kompetensi dan Sertifikasi untuk Hadapi Dunia Kerja

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan, kompetensi, dan sertifikasi sebagai tiga pilar utama yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Mercubuana Competency Network (MBCN) 2026 bertema “Urgensi Sertifikasi Kompetensi bagi Mahasiswa dalam Menghadapi Dunia Kerja” di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Afriansyah menjelaskan, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun pengetahuan, pola pikir, dan karakter mahasiswa. Namun demikian, bekal akademik saja belum cukup untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Ia menekankan, kompetensi dan sertifikasi menjadi elemen penting yang melengkapi pendidikan formal. Sertifikasi kompetensi, kata dia, menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan seseorang sesuai standar yang ditetapkan, sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap kualitas calon tenaga kerja.

“Di tengah perubahan yang begitu cepat, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan memperkuatnya melalui sertifikasi agar lebih siap bersaing di dunia kerja,” ujar Afriansyah.

Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang pengembangan diri melalui berbagai program peningkatan keterampilan, seperti pelatihan, pemagangan, dan uji kompetensi.

“Jadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. Ikuti pelatihan, magang, serta uji kompetensi, karena pengalaman dan pengakuan atas kompetensi akan menjadi nilai tambah ketika memasuki pasar kerja,” katanya.

Afriansyah juga menekankan bahwa penguatan SDM tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan industri agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, pendidikan, kompetensi, dan sertifikasi harus berjalan beriringan untuk menghasilkan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing. “Pendidikan memberikan dasar yang kuat, kompetensi menunjukkan kemampuan untuk bekerja, sedangkan sertifikasi menjadi bukti bahwa kemampuan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan. Ketiga aspek ini harus berjalan beriringan untuk melahirkan SDM Indonesia yang unggul,”tutur Afriansyah.

Ia menambahkan, penguatan tiga aspek tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan siap menghadapi perubahan, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Dihadiri Jokowi dan Disaksikan 20 Ribu Penonton, Pengamanan Polda Sumut pada Laga Indonesia vs Vietnam Berjalan Optimal

0

 

Deli Serdang | suaraburuhnasional.com – Polda Sumatera Utara bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait berhasil mengamankan pertandingan ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 (Piala AFF U-19 2026) antara Indonesia melawan Vietnam yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (7/6/2026).

Pertandingan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB tersebut disaksikan sekitar 20.000 penonton dan berakhir dengan kemenangan Timnas Indonesia 2-1 atas Vietnam. Selain menjadi laga bergengsi di ajang Piala AFF U-19, pertandingan ini juga mendapat perhatian besar karena turut dihadiri Presiden ke-7 Republik Indonesia Ir. Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo.

Untuk menjamin keamanan seluruh rangkaian kegiatan, Polda Sumut menerapkan pola pengamanan terpadu dan berlapis dengan melibatkan personel dari Polda Sumut, Satbrimob Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polresta Deli Serdang, Kodim, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.

Pengamanan dilakukan mulai dari jalur kedatangan tamu VVIP, area stadion, lokasi pertandingan, pengaturan lalu lintas, hingga pengamanan penonton dan suporter. Sementara itu, personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumut melalui Tim Penjinak Bom (Jibom), Tim KBR, serta personel Wanteror turut melaksanakan sterilisasi dan siaga pengamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

Di waktu yang sama, pertandingan Grup lainnya antara Timor Leste melawan Myanmar di Stadion Teladan Medan juga berlangsung aman dan lancar. Laga yang diselenggarakan tanpa penonton umum tersebut berakhir dengan skor Myanmar 3-1 Timor Leste.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan keberhasilan pengamanan pertandingan merupakan hasil sinergi seluruh personel pengamanan dan dukungan masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama berlangsungnya pertandingan.

“Seluruh rangkaian pertandingan pada Minggu malam dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran sekitar 20 ribu penonton, termasuk tamu VVIP, dapat dikelola dengan baik berkat kerja sama seluruh unsur pengamanan serta tingginya kesadaran masyarakat dan suporter dalam menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menegaskan bahwa Polda Sumut akan terus menjaga kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mengamankan seluruh pertandingan yang masih tersisa dalam rangkaian Piala AFF U-19 2026.

“Keberhasilan pengamanan ini menjadi evaluasi positif bagi kami untuk pertandingan berikutnya. Polda Sumut memastikan seluruh agenda ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 akan terus mendapatkan pengamanan maksimal hingga turnamen berakhir, sehingga seluruh peserta, ofisial, tamu negara, dan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman selama berada di Sumatera Utara,” tegasnya.

Sementara itu, pada Senin (8/6/2026), dua pertandingan lanjutan dijadwalkan berlangsung, yakni Thailand versus Malaysia di Stadion Madya dan Singapura versus Brunei Darussalam di Stadion Teladan Medan. Kedua pertandingan akan tetap mendapat pengamanan sesuai standar operasional yang telah disiapkan oleh Polda Sumut bersama seluruh unsur pendukung.

Melalui pengamanan yang profesional, humanis, dan terintegrasi, Polda Sumut berkomitmen mendukung suksesnya penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026 di Sumatera Utara sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama berlangsungnya ajang sepak bola internasional tersebut. (Mal)

Brimob Polda Sumut Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah dan Minggu Kasih, Bagikan Sembako hingga Makanan Gratis

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui program rutin Jumat Berkah dan Minggu Kasih yang dilaksanakan serentak oleh seluruh jajaran Sat Brimob Polda Sumut pada pekan pertama Juni 2026.

Kegiatan sosial tersebut digelar oleh Detasemen Gegana, Batalyon A Pelopor, Batalyon B Pelopor, dan Batalyon C Pelopor dengan berbagai bentuk kepedulian sosial, mulai dari pembagian paket sembako, makanan gratis, hingga kegiatan gotong royong membersihkan rumah ibadah.

Pada kegiatan Jumat Berkah, personel Detasemen Gegana membagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Medan Denai. Sementara personel Batalyon A Pelopor turut menyalurkan bantuan sembako kepada warga di sekitar Mako Sat Brimob Polda Sumut.

Di Tanjung Balai, personel Batalyon B Pelopor membagikan nasi kotak kepada jamaah Salat Jumat di Masjid Al Jihad, sedangkan Batalyon C Pelopor membagikan sekitar 300 porsi makanan gratis kepada jamaah Masjid Hubbul Wathon sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat.

Kegiatan sosial tersebut berlanjut melalui program Minggu Kasih. Personel Detasemen Gegana dan Batalyon A Pelopor kembali menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, personel Batalyon B Pelopor melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Kota Tanjung Balai sebagai bentuk kepedulian dan toleransi antarumat beragama. Di wilayah Gunungsitoli, personel Batalyon C Pelopor menyerahkan bantuan sembako kepada pengurus gereja dan masyarakat sekitar sebagai wujud kehadiran Polri yang humanis dan peduli terhadap sesama.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah dan Minggu Kasih merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Program Jumat Berkah dan Minggu Kasih merupakan kegiatan rutin yang terus kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian Brimob kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Brimob tidak hanya dirasakan dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta sinergi yang kuat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. “Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Brimob Polda Sumut,” tambahnya.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan tersebut, Sat Brimob Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, pelayan, sekaligus sahabat masyarakat. (Mal)

IPMAT Banda Aceh Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Desa Kuta Bakti dan Lawe Pinis

0

 

Aceh Tenggara I suaraburuhnasional.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran, Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga di Desa Kuta Bakti, Kecamatan Babul Makmur, dan Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.

Musibah kebakaran pertama terjadi di Desa Kuta Bakti, Kecamatan Babul Makmur, pada Kamis, 28 Mei 2026 sekitar pukul 13.50 WIB, yang menghanguskan 14 unit rumah warga. Beberapa hari kemudian, kebakaran kembali terjadi di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, pada Senin, 1 Juni 2026 sekitar pukul 21.30 WIB, yang menghanguskan 5 unit rumah warga.

Menindaklanjuti musibah tersebut, IPMAT Banda Aceh melakukan penggalangan dana dan menyalurkan bantuan berupa 21 paket kebutuhan pokok yang terdiri atas beras, telur, minyak goreng, dan mi instan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak sekaligus meringankan beban mereka pascakebakaran.

Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan pada Minggu, 7 Juni 2026. Bantuan diserahkan kepada korban kebakaran di Desa Kuta Bakti pada pukul 10.30 WIB, kemudian dilanjutkan ke Desa Lawe Pinis pada pukul 14.40 WIB.

Penyaluran bantuan dipimpin oleh Haikal Sufri selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dan Agung Hidayatullah selaku Penanggung Jawab, bersama 8 orang relawan lainnya yang turut terlibat dalam proses distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Adapun total dana yang digunakan untuk pengadaan seluruh paket bantuan tersebut berasal dari kontribusi para donatur dan masyarakat yang telah memberikan dukungan serta kepercayaan kepada IPMAT Banda Aceh untuk menyalurkan bantuan kepada para korban.

Melalui kegiatan ini, IPMAT Banda Aceh berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban serta menjadi wujud nyata solidaritas, kepedulian, dan semangat gotong royong terhadap masyarakat Aceh Tenggara yang sedang menghadapi musibah.

IPMAT Banda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, relawan, serta pihak-pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terlaksananya kegiatan kemanusiaan ini. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi para penerima. “IPMAT Peduli untuk Masyarakat, Bersama Kita Kuat Menghadapi Musibah”. (Dinni)

Bawa Pesan Presiden Prabowo, Menaker Akan Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 di Jenewa

0

 

Jenewa | suaraburuhnasional.com — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli berada di Jenewa, Swiss, membawa pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kehadiran negara dalam melindungi pekerja Indonesia, termasuk awak kapal perikanan yang bekerja di sektor berisiko tinggi.

Pesan tersebut akan ditegaskan Menaker dalam rangkaian Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114, salah satunya melalui agenda penyerahan instrumen asli ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan kepada Direktur Jenderal International Labour Organization (ILO).

“Saya membawa pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa negara harus hadir melindungi pekerja di semua sektor, termasuk saudara-saudara kita yang bekerja di laut. Melalui instrumen ratifikasi Konvensi ILO 188 ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelindungan bagi awak kapal perikanan,”ujar Menaker Yassierli.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah mengesahkan Konvensi ILO 188 melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026. Pengesahan tersebut menjadi dasar bagi Indonesia untuk melanjutkan proses formal di tingkat internasional melalui penyerahan instrumen ratifikasi kepada ILO.

Menaker mengatakan, ratifikasi Konvensi ILO 188 penting karena sektor penangkapan ikan memiliki tantangan besar. Awak kapal perikanan bekerja jauh dari daratan, menghadapi risiko keselamatan, kondisi cuaca, durasi kerja yang berat, serta kerentanan terhadap pelanggaran hak-hak pekerja.

“Ratifikasi ini merupakan komitmen negara agar awak kapal perikanan bekerja dalam kondisi yang lebih layak, aman, dan terlindungi. Mereka adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi maritim Indonesia,” katanya.

Konvensi ILO 188 mengatur standar penting bagi awak kapal perikanan, mulai dari persyaratan minimum bekerja di kapal, perjanjian kerja, waktu istirahat, akomodasi dan makanan, keselamatan dan kesehatan kerja, perawatan kesehatan, hingga jaminan sosial. Bagi pekerja, standar ini berarti kepastian yang lebih kuat atas hak dasar mereka selama bekerja di kapal.

Menaker menegaskan, keputusan Indonesia meratifikasi Konvensi ILO 188 mencerminkan komitmen sebagai negara maritim besar. Momentum ini sejalan dengan kepentingan nasional untuk memperkuat pelindungan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, sekaligus mendukung upaya global menghapus praktik kerja paksa, perdagangan orang, dan eksploitasi di sektor perikanan.

Melalui rencana penyerahan instrumen asli ratifikasi tersebut, Indonesia menegaskan bahwa pelindungan awak kapal perikanan merupakan bagian dari agenda besar negara dalam mewujudkan kerja layak dan memastikan pembangunan sektor kelautan dan perikanan berjalan secara adil, aman, dan berkelanjutan. (Red/Biro Humas Kemnaker)