31.6 C
Munich
Sabtu, Juni 20, 2026
Beranda blog Halaman 13

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

0

 

Jenewa | suaraburuhnasional.com — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG), memperkuat kerja sama pelatihan dan pengembangan keterampilan masa depan. Ajakan tersebut disampaikan dalam Asia Pacific Group Ministerial Meeting pada rangkaian Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, sebagai respons atas perubahan dunia kerja akibat disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Indonesia percaya, kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri. Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar,” kata Menaker Yassierli pada Selasa (9/6/2026).

Menaker mengatakan, negara-negara Asia Pasifik menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks, mulai dari pengangguran, meningkatnya pekerjaan informal, risiko pergeseran pekerjaan akibat disrupsi teknologi dan AI, hingga kebutuhan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

Menurut Menaker, kerja sama antarnegara diperlukan agar setiap negara dapat saling berbagi pengalaman, kebijakan, dan praktik baik dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus memastikan pekerja tetap memperoleh pelindungan yang layak.

Menaker menyampaikan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menempatkan pengembangan keterampilan sebagai prioritas untuk menjawab ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri yang terus berubah.

Salah satu langkah yang dilakukan Indonesia adalah Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi. Program ini memberikan pengalaman kerja terstruktur selama enam bulan di industri, dengan dukungan uang saku dari pemerintah setara upah minimum. Tahun ini, program tersebut ditargetkan menjangkau 150.000 peserta pemagangan.

Selain itu, Pemerintah Indonesia menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar lulusan sekolah menengah atas dan sederajat. Program ini ditargetkan menjangkau 300.000 peserta.

Menaker menegaskan, kedua program tersebut dirancang inklusif. Kesempatan peningkatan keterampilan dibuka secara setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan.

Bagi masyarakat, kerja sama keterampilan masa depan penting karena perubahan dunia kerja sudah terasa dalam kehidupan sehari-hari. Pencari kerja membutuhkan pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, lulusan baru membutuhkan pengalaman kerja, pekerja membutuhkan keterampilan baru agar tetap relevan, dan kelompok rentan membutuhkan akses yang lebih adil untuk masuk ke pasar kerja.

Dalam forum ASPAG, Indonesia juga membuka ruang kerja sama pada sejumlah bidang prioritas, meliputi pengembangan kurikulum pelatihan vokasi untuk keterampilan masa depan, pembentukan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, pengembangan komunitas di sektor pertanian, serta pembentukan klinik produktivitas dan pusat teknologi tepat guna.

Menurut Menaker, bidang kerja sama tersebut dapat memberi manfaat nyata bagi pekerja dan masyarakat. Kurikulum vokasi diperlukan agar pelatihan selaras dengan kebutuhan industri. Pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas penting untuk membuka akses kerja yang lebih setara. Pengembangan komunitas pertanian dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitas, sedangkan klinik produktivitas dan pusat teknologi tepat guna dapat membantu pekerja serta pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan.

“Indonesia siap berbagi dan belajar. Kita memiliki banyak hal yang dapat saling ditawarkan untuk membangun kawasan yang lebih kuat dan tangguh bagi para pekerja,” ujar Menaker.

Melalui kerja sama ASPAG, Indonesia ingin memastikan perubahan teknologi dan industri tidak membuat pekerja tertinggal, tetapi menjadi peluang untuk memperluas keterampilan, membuka akses kerja yang lebih adil, dan memperkuat pelindungan pekerja. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Wamenaker: LKS Bipartit Sarana Penting dalam Mencegah Perselisihan Hubungan Industrial

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit merupakan sarana penting dalam mencegah perselisihan hubungan industrial melalui penguatan komunikasi dan dialog antara pekerja dan pengusaha di tempat kerja.

“LKS Bipartit hadir sebagai forum komunikasi dan konsultasi yang berfungsi memecahkan persoalan ketenagakerjaan secara dini sekaligus menciptakan ketenangan bekerja. Karena itu, LKS Bipartit tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif perusahaan,” kata Afriansyah.

Afriansyah menyampaikan hal tersebut saat membuka Webinar Sharing Session bertajuk “Menuju Hubungan Industrial Bebas Konflik melalui LKS Bipartit” yang diselenggarakan secara daring, Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), hingga April 2026 tercatat sebanyak 28.236 LKS Bipartit telah terbentuk di berbagai perusahaan di Indonesia. Keberadaan forum tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat dialog sosial dan membangun hubungan industrial yang harmonis.

Afriansyah mengatakan, berbagai perselisihan hubungan industrial umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Perselisihan sering kali berawal dari komunikasi yang tersendat, aspirasi yang tidak tersampaikan, atau kebijakan perusahaan yang belum dipahami secara utuh oleh para pihak. “LKS Bipartit berperan sebagai ruang dialog awal, ruang klarifikasi, sekaligus mekanisme deteksi dini terhadap potensi persoalan di tingkat perusahaan,” ujarnya.

Menurutnya, apabila forum tersebut berfungsi dengan baik, berbagai persoalan dapat dibicarakan sebelum berkembang menjadi perselisihan terbuka. Aspirasi pekerja dapat didengar lebih awal, sementara perusahaan memiliki ruang untuk menjelaskan kebijakan dan kondisi usaha secara terbuka sehingga solusi dapat dicari bersama.

Ia menambahkan, semangat dialog dan musyawarah tersebut sejalan dengan nilai-nilai Hubungan Industrial Pancasila yang terus didorong penerapannya di lingkungan kerja. “Kehadiran pemerintah dalam hubungan industrial bukan untuk memenangkan salah satu pihak, melainkan memastikan ruang dialog tetap terbuka, hak-hak pekerja terlindungi, dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” tegas Afriansyah.

Melalui webinar ini, ia berharap pemahaman mengenai LKS Bipartit tidak berhenti pada aspek pemenuhan regulasi, tetapi berkembang menjadi praktik nyata yang dijalankan secara aktif dan dipercaya oleh pekerja maupun pengusaha. Dengan demikian, potensi perselisihan dapat dikenali, dibicarakan, dan diselesaikan sejak dini demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Ancam Sopir Truk di Tol Belmera, Dua Pelaku Curas Dibekuk Polres Pelabuhan Belawan dalam Hitungan Jam

0

 

Belawan | suaraburuhnasional.com – Gerak cepat Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan, Polda Sumatera Utara kembali membuahkan hasil. Hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah aksi kejahatan terjadi, dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang merampas handphone dan uang milik seorang sopir truk berhasil diringkus petugas.

Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial IFA (24) dan IR (24). Keduanya ditangkap Tim Opsnal Unit Pidum Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan di kawasan Kampung Jawa, pinggiran Jalan Tol Belmera, Kelurahan Pekan Labuhan, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, S.I.K., M.H., CPHR melalui Satreskrim menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika korban, seorang sopir truk bernama Muhammad Muchsin Nasution (50), sedang mengangkut muatan cangkang melintas di Jalan Tol Belmera KM 1, Kecamatan Medan Labuhan.

Saat perjalanan, korban memberikan tumpangan kepada dua pria yang tidak dikenalnya. Namun di tengah perjalanan, kedua pelaku justru menjalankan aksinya dengan mengancam korban. “Salah seorang pelaku menggertak korban dengan ucapan ancaman sambil meminta uang. Karena merasa takut, korban menyerahkan uang tunai yang dimilikinya. Saat hendak turun dari kendaraan, pelaku kemudian merampas handphone korban yang berada di atas dashboard mobil,” jelasnya.

Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri. Korban sempat melakukan pengejaran sambil berteriak meminta pertolongan, namun pelaku berhasil kabur. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Menerima laporan dan informasi keberadaan pelaku, Tim Opsnal Unit Pidum yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Marcellino T. S. Damanik, S.Tr.K., bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, kedua pelaku berhasil diamankan pada hari yang sama beserta barang bukti hasil kejahatan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pelaku mengakui seluruh perbuatannya, termasuk mengancam korban dengan kalimat “kutikam kau” sebelum mengambil uang dan handphone milik korban. Polisi juga memastikan barang bukti handphone milik korban belum sempat dijual oleh para pelaku.

Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan kedua pelaku positif menggunakan narkoba dan saat ini masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut. “Keberhasilan ini merupakan komitmen Polres Pelabuhan Belawan dalam merespons cepat setiap laporan masyarakat serta memberikan rasa aman kepada warga. Terhadap kedua tersangka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas pihak kepolisian.

Saat ini penyidik tengah melengkapi berkas perkara, melakukan penyitaan barang bukti, serta melanjutkan proses hukum hingga pelimpahan berkas ke jaksa penuntut umum. Respon cepat personel Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan yang berhasil mengungkap dan menangkap pelaku hanya beberapa jam setelah kejadian menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam memberantas aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat. (Mal)

Polda Sumut Kawal Penuh ASEAN U-19 2026, Pengamanan Diperketat dari Awal hingga Akhir Pertandingan

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Polda Sumatera Utara menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal pelaksanaan ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 dengan menerapkan pola pengamanan berlapis di setiap pertandingan.

Pengamanan tidak hanya difokuskan di area stadion, tetapi dilakukan secara menyeluruh sejak kedatangan kontingen, pengamanan akomodasi, jalur pergerakan tim, hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Melalui kolaborasi antara Polda Sumut, Sat Brimob Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polresta Deli Serdang, TNI, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya, seluruh pertandingan yang telah berlangsung sejauh ini berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan turnamen tidak hanya ditentukan oleh kualitas pertandingan di lapangan, tetapi juga oleh terciptanya situasi keamanan yang terjaga selama kegiatan berlangsung.

“Polda Sumut menempatkan pengamanan sebagai prioritas utama dalam mendukung suksesnya ASEAN U-19 2026. Seluruh personel yang terlibat melaksanakan pengamanan secara terpadu mulai dari pengawalan kontingen, pengamanan venue, sterilisasi area pertandingan, hingga pengamanan setelah pertandingan selesai,” ujar Ferry.

Menurutnya, setiap pertandingan mendapat perhatian khusus melalui pengamanan yang disesuaikan dengan dinamika dan potensi kerawanan di lapangan. Evaluasi juga dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kualitas pengamanan semakin optimal pada laga-laga berikutnya.

“Kami tidak ingin hanya menjaga situasi tetap aman, tetapi juga memastikan standar pengamanan terus meningkat dari pertandingan ke pertandingan. Setiap pelaksanaan kegiatan dievaluasi sehingga pola pengamanan berikutnya menjadi semakin baik, semakin kuat, dan semakin efektif,” katanya.

Ferry menegaskan bahwa Polda Sumut akan terus memperketat pengamanan hingga seluruh rangkaian ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 berakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada pemain, ofisial, delegasi negara peserta, panitia, maupun masyarakat.

“Ini adalah event internasional yang membawa nama baik Sumatera Utara dan Indonesia. Karena itu kami berkomitmen mengawal setiap tahapan kegiatan dengan maksimal agar seluruh pertandingan berlangsung aman, lancar, dan sukses sampai penutupan turnamen,” tegasnya.

Keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif selama berlangsungnya ASEAN U-19 2026 menjadi bukti kesiapan Polda Sumut dalam mengamankan agenda olahraga internasional sekaligus menunjukkan sinergi kuat antara aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung suksesnya turnamen sepak bola terbesar kelompok usia muda di kawasan ASEAN tersebut. (Mal)

Pramuka SMAN 4 Tanjungbalai Raih 6 Penghargaan di Kopi One Pass Eps II

0

 

Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Gerakan Pramuka SMA Negeri 4 Tanjungbalai kembali mengharumkan nama sekolah. Bertolak jauh dari kota asalnya, kontingen Penegak SMAN 4 Tanjungbalai sukses meraih 6 penghargaan sekaligus dalam kegiatan “Kopi One Pass Eps II” yang berlangsung 29-31 Mei 2026 di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam.

Dengan status sebagai pangkalan terjauh luar daerah, semangat anak-anak SMAN 4 Tanjungbalai justru tidak padam. Tiga hari penuh lomba, hujan, dan kerja tim berbuah manis. Piala bergilir hingga penghargaan pembina terfavorit berhasil dibawa pulang ke Tanjungbalai.

Kegiatan “Kopi One Pass Eps II” adalah ajang uji keterampilan dan pembinaan karakter Pramuka Penegak Dan Paskibra se-Sumatera Utara. Cabang lomba yang diikuti SMAN 4 Tanjungbalai antara lain LKBB, SMS, dan Pioneering. Selain lomba, panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk pembina dan pangkalan berprestasi.

Kontingen diisi oleh anggota Pramuka Penegak SMAN 4 Tanjungbalai yang telah melalui seleksi dan latihan intensif selama berbulan-bulan. Mereka didampingi langsung oleh para pembina ambalan. Status mereka sebagai peserta terjauh menambah tantangan tersendiri.

Kegiatan berlangsung selama 3 hari, mulai Jumat 29 Mei 2026 hingga Minggu 31 Mei 2026. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam, mulai dari upacara pembukaan, arena lomba, hingga upacara penutupan dan pengumuman juara. Tujuannya jelas: mengasah keterampilan kepramukaan, membangun mental disiplin, mempererat persaudaraan antar pangkalan, serta mengamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma dalam aksi nyata.

Melalui kekompakan tim dan strategi yang matang, SMAN 4 Tanjungbalai berhasil bersaing dengan puluhan pangkalan lain. Latihan rutin baris-berbaris, sandi morse, dan pioneering sejak jauh hari menjadi kunci kemenangan. “Jarak 200+ km dari Tanjungbalai ke Lubuk Pakam bukan halangan. Justru itu yang bikin kami makin solid. Setiap tetes keringat latihan terbayar saat nama sekolah kami disebut sebagai juara,”ungkap salah satu peserta kontingen.

Hasil ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan kerja keras akan selalu berbuah prestasi. Semoga capaian di “Kopi One Pass Eps II” ini menjadi energi baru bagi Pramuka SMAN 4 Tanjungbalai untuk terus mengukir prestasi dan menjadi contoh bagi adik-adik Penegak lainnya. (Indah)

Bupati Batu Bara Serahkan Insentif 540 Guru Sekolah Minggu, Ajak Perkuat Pendidikan Karakter dan Perangi Narkoba

0

 

Batu Bara | suaraburuhnasional.com – Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menyerahkan insentif kepada 540 guru Sekolah Minggu se-Kabupaten Batu Bara dalam kegiatan Penyerahan Insentif Guru Sekolah Minggu dan Penyuluhan Guru Sekolah Minggu Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., Kapolres Batu Bara, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Daerah (PGID) Kabupaten Batu Bara, serta para guru Sekolah Minggu dari berbagai gereja di Kabupaten Batu Bara.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Batu Bara menyalurkan insentif tahap pertama sebesar Rp500 ribu kepada masing-masing guru Sekolah Minggu dengan total anggaran Rp270 juta. Pemberian insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas dedikasi para guru dalam membina pendidikan keagamaan dan karakter anak-anak sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian menyampaikan bahwa insentif yang diberikan merupakan bentuk penghargaan dan perhatian pemerintah kepada para guru Sekolah Minggu yang selama ini telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mendidik generasi muda.

“Pemerintah Kabupaten Batu Bara menyadari bahwa pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang Bapak dan Ibu curahkan tidak sebanding dengan nilai materi yang diberikan hari ini. Namun, insentif ini menjadi bentuk tali asih, apresiasi, dan dukungan moril dari pemerintah daerah kepada para pejuang pendidikan kerohanian,” ujar Bupati Baharuddin.

Dirinya juga mengajak para guru Sekolah Minggu dan pendeta untuk turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, kondisi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Batu Bara sudah berada pada tingkat yang memprihatinkan sehingga memerlukan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap guru-guru Sekolah Minggu dapat terus menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada anak-anak serta turut mengingatkan generasi muda tentang bahaya narkoba. Pendidikan karakter dan agama menjadi benteng penting dalam menyelamatkan masa depan mereka,”katanya.

Bupati Baharuddin mengajak seluruh tokoh agama dan tenaga pendidik keagamaan untuk terus menjaga kerukunan umat beragama, memelihara ketertiban dan keamanan, serta memperkuat persatuan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis di Kabupaten Batu Bara.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Batu Bara yang sejahtera, mandiri, dan religius tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk para guru Sekolah Minggu yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Bupati Baharuddin juga berpesan agar para guru Sekolah Minggu terus meningkatkan semangat pengabdian dan menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif serta menyenangkan, sehingga nilai-nilai kebaikan, kejujuran, kasih sayang, dan toleransi dapat ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

Di akhir sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian menyampaikan harapan agar insentif yang diberikan dapat bermanfaat serta menjadi penyemangat bagi para guru Sekolah Minggu dalam menjalankan tugas mulia mereka. “Pemerintah Kabupaten Batu Bara akan terus hadir dan memberikan perhatian kepada para tenaga pendidik keagamaan. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari dan menjadi motivasi untuk terus mencetak generasi yang beriman, berkarakter, serta berakhlak mulia,” tutup Bupati.

Melalui penyaluran insentif ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkualitas, dan berkarakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Kabupaten Batu Bara yang sejahtera, mandiri, dan religius. (SAR)

Bupati Batu Bara Dorong Pemerataan IVA Test di Seluruh Kecamatan untuk Perkuat Deteksi Dini Kanker Perempuan

0

 

Batu Bara | suaraburuhnasional.com – Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H.,M.Si., menghadiri Gebyar IVA Test, Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara yang merupakan bagian dari Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia, Kecamatan Sei Suka, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, akan pentingnya deteksi dini penyakit kanker.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Batu Bara Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Pj. Sekretaris Daerah, Staf Ahli TP PKK Batu Bara Ny. Leli Syafrizal, para asisten, para kepala OPD, Direktur RSUD H. OK. Arya Zulkarnain, para camat, kepala desa, perwakilan PT Inalum, Persatuan Wanita Inalum (Perwina), serta kader PKK.

Dalam sambutannya, Bupati Batu Bara menegaskan bahwa pelaksanaan IVA Test tidak boleh terpusat di satu lokasi, tetapi harus dilaksanakan secara bergilir di seluruh kecamatan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah dan berkualitas.

“Kegiatan pemeriksaan IVA Test ini jangan hanya dilaksanakan di satu tempat, tetapi harus dapat menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Batu Bara. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat, khususnya kaum ibu, yang mendapatkan layanan deteksi dini untuk menjaga kesehatan mereka,” ujar Bupati Baharuddin.

Menurutnya, program deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan penyakit yang masih menjadi salah satu ancaman utama bagi kesehatan perempuan. Ia berharap program tersebut dapat menjadi contoh yang diterapkan hingga ke tingkat desa.

Bupati Baharuddin juga mengajak seluruh perempuan di Kabupaten Batu Bara untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dengan rutin melakukan pemeriksaan dan menjaga kebersihan sebagai upaya pencegahan sejak dini. “Kaum perempuan harus membiasakan diri melakukan pemeriksaan dan perawatan kesehatan secara rutin agar dapat mendeteksi lebih awal serta mencegah risiko kanker leher rahim maupun kanker payudara,”katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Batu Bara kembali menegaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Untuk itu, ia mengajak seluruh kepala puskesmas, tenaga kesehatan, perawat, bidan, serta seluruh insan kesehatan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan bersinergi dalam memajukan sektor kesehatan di Kabupaten Batu Bara, termasuk mendukung pengembangan RSUD H. OK. Arya Zulkarnain.

Bupati Baharuddin juga menyampaikan sejumlah target pembangunan bidang kesehatan Kabupaten Batu Bara pada tahun 2026, di antaranya mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) di atas 99 persen dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen melalui dukungan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp46 miliar, menurunkan angka stunting menjadi 17,5 persen, meningkatkan layanan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta memperkuat sarana, prasarana, dan alat kesehatan di puskesmas maupun RSUD.

Melalui Gebyar IVA Test ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker semakin meningkat, sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera serta mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas di Kabupaten Batu Bara. (SAR)

Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat SIAPkerja

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com – Pengajuan penyelenggaraan pameran kesempatan kerja (job fair) kini semakin mudah setelah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat fitur layanan pada platform SIAPkerja. Pembaruan ini dihadirkan untuk menyederhanakan proses pengajuan hingga penerbitan persetujuan dalam satu sistem digital yang terintegrasi.

Melalui laman jobfair.kemnaker.go.id, seluruh proses mulai dari pengajuan, verifikasi dokumen, hingga penerbitan surat rekomendasi atau persetujuan kini dapat dilakukan secara digital. Sistem ini dirancang agar proses berjalan lebih cepat, praktis, serta dapat dipantau secara real time.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan digitalisasi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang lebih modern, transparan, dan efisien. “Pengembangan ini membuat proses pengajuan job fair menjadi lebih terintegrasi, cepat, dan transparan,” ujar Estiarty dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, layanan ini dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah maupun penyelenggara swasta. Kemnaker juga mengimbau agar setiap penyelenggara mengajukan permohonan melalui dinas yang membidangi ketenagakerjaan di kabupaten/kota melalui platform SIAPkerja pada fitur job fair. Selain itu, penyelenggara diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan fitur SIAPkerja dalam pelaksanaan job fair, baik secara daring maupun hibrida.

Kemnaker menegaskan, penguatan layanan digital ini diharapkan dapat memperlancar penyelenggaraan job fair sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesempatan kerja di berbagai daerah. “Mari manfaatkan layanan job fair untuk mendukung penyelenggaraan bursa kerja yang lebih efektif, transparan, dan modern,” ajaknya. (red/Biro Humas Kemnaker)

Soal Mega Proyek BRT, DPRD Medan Kecewa Kadishub Mangkir saat RDP

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Ketua Komisi 4 DPRD Paul Mei Anton Simanjuntak SH mengaku kecewa dengan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Irsan Nasution karena tidak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan Mega Proyek Bus Rapid Transit (BRT) di kantor DPRD Medan. Dishub Medan selaku perpanjangan tangan Kementerian Perhubungan sepatutnya hadir memberikan penjelasan terkait proyek dimaksud.

Dengan ketidakhadiran Kadis Perhubungan, RDP yang dipimpin Paul MA Simanjuntak di ruang Komisi 4, Senin (8/6/2026) berjalan tidak maksimal. Pasalnya, pertanyaan anggota dewan terkait anggaran pendamping dari APBD Pemko Medan untuk proyek BRT tidak mendapat jawaban.

“Kita kuatir, proyek BRT ini senilai Rp 1,9 Triliun dari Kementerian. Tetapi kan banyak yang harus dibenahi serta kelanjutan proyek ini. Kita tidak setuju jika proyel BRT ini nanti menjadi beban Pemko Medan,” cetus Paul Simanjuntak.

Bahkan Paul pun mengaku kesal, jika Dishub Medan tidak pernah sosialisasi bahkan melibatkan DPRD Medan terkait proyek terssbut. “Kita pun tahu karena ada mulai pengerjaan di lapangan. Lantas banyak warga mempertanyakan ke kita, lalu kita respon,” sebutnya.

Anggota dewan komisi 4 lain, Renville P Napitupulu pun menunjukkan kekecewaannya terhadap Dishub Medan. Ketika Renville mempertanyakan soal berapa alokasi anggaran di APBD Medan untuk ganti rugi pembebasan lahan dan pelaku UMKM dengan adanya proyek tidak mendapat penjelasan. “Mana Kepala Dishub Medan, saya dengar ada sekitar Rp 340 juta untuk warga terdampak BRT. Bahkan ada kompensasi ganti rugi bangunan. Gimana kebenarannya,”sambung Renville.

Sepatutnya, timpal Paul lagi, Kadis Perhubungan harus hadir dalam pembahasan Mega Proyek BRT. “Kadisnya mana, diundang kok tidak hadir. Jangan main main. Tampaknya Dishub Medan tidak serius. Ini program jangka panjang harus dikaji secara matang,” tandas Paul.

Sebelumnya, pihak Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) Sumut selaku perwakilan Dirjen Perhubungan Pusat, Candra memaparkan, Proyek Bus Rapid Transit (BRT) senilai Rp1,9 triliun di Kota Medan untuk transportasi Medan Binjai dan Deli Serdang (Mebidang).

RDP dihadiri anggota DPRD Medan, Paul MA Simanjuntak, Jusuf Ginting, Datuk Iskandar Muda , Zulham Efendi, Renville P Napitupulu, Lailatul Badri. Juga hadir perwakilan Dinas Perhubungan Kota Medan, Dinas SDABMBK, DLH Kota Medan, Dishub Provinsi Sumatera Utara, serta BPTD Kementerian Perhubungan. (PM)

Kemnaker Gandeng Tiga Kampus di Bandung untuk Pengembangan SDM, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

0

 

 

Bandung | suaraburuhnasional.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas Teknologi Bandung (UTB), Universitas Pasundan (Unpas), dan Universitas Langlangbuana (UNLA), dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/6/2026), oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Cris Kuntadi bersama para rektor dari ketiga perguruan tinggi tersebut.

Cris Kuntadi mengatakan kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional serta memperkecil kesenjangan (gap) antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Ia berpendapat perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan riset. Di sisi lain, Kemnaker memegang mandat untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten dan memperluas kesempatan kerja.

“Kesepahaman Bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan nasional. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghasilkan SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Cris Kuntadi.

Cris menambahkan kerja sama ini diharapkan memicu program konkret yang meningkatkan kualitas lulusan lewat pengembangan hard skills maupun soft skills. Lulusan perguruan tinggi nantinya akan mendapatkan akses lebih luas terhadap program pelatihan, sertifikasi, magang, serta penempatan kerja.

Bagi Kemnaker, kolaborasi ini memperkuat penyusunan kebijakan berbasis riset, sementara bagi kampus akan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global. “Saya berharap penandatanganan hari ini tak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi titik awal dari implementasi program-program kolaboratif yang nyata, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Secara rinci, ruang lingkup kerja sama antara Kemnaker dan mitra perguruan tinggi ini mencakup tiga poin utama. Pertama, Pengembangan Kapasitas SDM, dengan meningkatkan mutu dan kompetensi sumber daya manusia agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja modern.

Kedua, Pengkajian Kebijakan yakni melakukan riset mendalam untuk mendukung perumusan kebijakan dan pembangunan di bidang ketenagakerjaan. Ketiga, Pengabdian kepada Masyarakat dengan menyelenggarakan program-program aplikatif yang mendukung penguatan ekosistem kerja di lingkungan masyarakat.

“Melalui kolaborasi akademis dan pemerintah ini, Kemnaker berharap lahir inovasi-inovasi baru yang mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan global sekaligus mempercepat pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi di Indonesia,” kata Cris. (Red/Biro Humas Kemnaker)