18.1 C
Munich
Minggu, Juni 21, 2026
Beranda blog Halaman 22

Turnamen RAP-RAP FC Cup I, PSG Pamela Tekuk PS IJTI Tebing Tinggi dengan Skor 3-2

0

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com – Pada Senin (1/6/2026), PSG. Pamela menekuk PS. IJTI Dengan Skor 3-2, sekaligus menutup turnamen sepak bola RAP-RAP FC Cup I yang berlangsung selama empat hari diimulai pada tanggal (29/5/2026) memperebutkan Piala SP-BUN dan SP-PTSPMN serta mendukung program Berondolan PTPN IV Regional I, Berondolan “Bersama Rutin Olahraga dan Ngobrol dengan Karyawan” yang digelar di Lapangan Sepak Bola PKS Rambutan, Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai.

Turnamen ini terselenggara atas Kolaborasi Antara Serikat Pekerja Perkebunan PKS Rambutan dan Serikat Pekerja Sri Pamela. Turnamen tersebut diakhiri dengan penyerahan Piala serta pemberian uang pembinaan kepada masing-masing tim yang mendapatkan juara 1,2,3 dan 4. Hadir menyaksikan langsung penutupan turnamen ini, Manejer PKS Rambutan Muhammad Hasan Harahap, Ketua SP-BUN PKS Rambutan Binsar Sitindaon dan Rezeki Mahyanda Atau Yang Akrab Disapa Coky selaku Ketua Panitia beserta undangan lainnya.

Adapun sebagai juara I pada turnamen ini yaitu, PS. Gunung Pamela setelah menundukkan IJTI atau Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Tebing Tinggi dengan skor 3-2 dan juara tiga PERPAPI setelah menundukkan Pemdes Nagur Dengan skor, 7-1.

Manejer PKS Rambutan, Muhammad Hasan Harahap pada kesempatan ini mengucapkan selamat kepada tim yang keluar sebagai juara 1,2,3 dan 4, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada 12 tim sepak bola yang telah turut serta dalam turnamen sepak bola RAP-RAP Cup I Piala SP-BUN dan SP-PTSPMN.

“Hari ini pertandingan berjalan lancar, kondusif seperti yang kita harapkan dan pertandingan cukup berimbang permainannya antara PSG. Pamela dengan IJTI sangat seru. Saya lihat antusias penonton, khususnya bagi warga sekitar, kemungkinan seri kedua nantinya akan kita buat, mudah mudahan semua berjalan lancar,”sebut Manejer.

Dari 12 tim yang bertanding hari ini lanjut Manejer, kemungkinan akan bertambah karena melihat dari antusias semua tim, bisa jadi akan menjadi opsi untuk kita tambah lagi untuk tim yang akan bermain. Karena turnamen yang baru pertama kali ini diadakan, maka ini akan kita jadikan sebagai bahan evaluasi,” kata Manejer.

Kepada PSG. Pamela saya ucapkan selamat atas juara yang telah tim mereka raih dengan menjunjung tinggi sportivitas dan yang paling kita harapkan adalah kebersamaan dengan seluruh tim, khususnya kepada warga yang ada di sekitar PKS Rambutan.

‘Begitu juga bagi seluruh tim yang ikut serta saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya telah mengikuti turnamen ini karena semua pemain saya lihat menjunjung tinggi sportivitas selama bermain walaupun ada sedikit gesekan-gesekan itu adalah hal yang biasa dalam sebuah pertandingan. “Terima kasih yang setinggi-tingginya atas sportivitas yang dijunjung tinggi dan silaturahmi seluruh tim mudah-mudahan terjaga,”ungkap Manejer.

Terakhir, Manejer juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bersusah payah dalam menyukseskan turnamen yang berlangsung selama empat hari yang telah jauh-jauh hari dipersiapkan. (Alfian Haris)

Ironi di Hari Lahir Pancasila, Perlawanan Akar Rumput Menghantam Gurita Perjudian Gabion Belawan

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Tanggal 1 Juni bagi Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Belawan bukan sekadar seremoni musiman di kalender. Di tengah riuh gema peringatan Hari Lahir Pancasila, sebuah aksi nyata yang menggetarkan lini masa pecah di pesisir utara Medan, Senin (1/6/2026).

​Alih-alih terjebak dalam retorika upacara, elemen kepemudaan bersama masyarakat mengambil langkah radikal. Mereka bergerak bersama, merangsek masuk, dan melumpuhkan sebuah episentrum judi ketangkasan jenis “tembak ikan” yang beroperasi menantang hukum di kawasan Gabion Belawan, tepat di depan Gudang Janda.

​Aksi yang terekam vulgar dalam video amatir berdurasi singkat (VID-20260601-WA0249.mp4) memperlihatkan ketegasan massa saat meremukkan mesin-mesin judi tersebut. Tindakan ini menjadi simbol dari titik jenuh dan kulminasi kemarahan publik yang sudah lama terpendam.

​Berdasarkan investigasi mendalam di lapangan, jejaring bisnis gelap yang meraup omset fantastis ini diduga kuat dikendalikan oleh seorang aktor utama berinisial AS. Sementara di garda depan, operasional harian dipercayakan kepada Pit seorang wanita yang di kalangan akar rumput pesisir santer dijuluki sebagai “Ratu Judi” tembak ikan.

​Catatan Sosial Wilayah: Markas judi tersebut sesungguhnya telah berulang kali digerebek dan ditutup secara swadaya oleh warga Gabion. Namun, bak anomali yang kebal hukum, bisnis haram ini selalu berhasil “hidup kembali”. Fenomena ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat: siapa kekuatan tak terlihat (invisible hand) di balik layar yang menjamin imunitas mereka?.

​Membahas judi “tembak ikan” di Belawan bukan lagi sekadar perkara pelanggaran pasal hukum perjudian biasa. Ini telah menjelma menjadi potret kejahatan kemanusiaan yang memiskinkan masyarakat secara struktural. Kawasan Gabion dihuni oleh mayoritas masyarakat yang menggantungkan hidup pada kemurahan samudra. Para nelayan bertaruh nyawa di tengah ombak, menghabiskan malam-malam dingin demi membawa pulang rupiah.

​Namun tragisnya, hasil peluh keringat yang seharusnya menjelma menjadi beras di dapur, biaya pendidikan anak, dan jaminan hari tua, justru menguap tak berbekas dalam hitungan jam di atas meja judi ketangkasan. Keberadaan meja judi ini berfungsi layaknya predator ekonomi; ia menghancurkan tatanan finansial keluarga nelayan, memicu kehancuran domestik, dan menjebak masyarakat pesisir ke dalam lingkaran setan kemiskinan yang akut.

​Gelombang perlawanan yang dimotori oleh elemen pemuda ini seketika memantik dukungan masif dari berbagai tokoh intelektual dan spiritual. Resonansi paling berbobot datang dari Tokoh Agama sekaligus Pemerhati Lingkungan terkemuka, Ustadz Ilham Maulana. Saat ditemui di kediamannya, tokoh yang dikenal memiliki integritas moral tinggi ini tidak dapat menyembunyikan keprihatinannya, sekaligus memberikan apresiasi yang mendalam terhadap gerakan penertiban mandiri tersebut.

​”Apa yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila Belawan adalah sebuah manifestasi nyata dari pertahanan moral masyarakat. Ini bukan sekadar aksi massa, ini adalah jeritan hati nurani yang dipaksa bergerak karena melihat hukum yang mandek,” tegas Ustadz Ilham Maulana dengan nada berwibawa.

​Dirinya membedah secara sosiologis mengenai daya rusak dari penyakit masyarakat (pekat) ini yang memiliki efek domino yang mengerikan: Jangan pernah melihat judi tembak ikan ini sebagai masalah tunggal. Ini adalah hulu dari segala kerusakan. Di mana judi dibiarkan tumbuh subur, maka peredaran narkoba akan mengikutinya, dan muaranya adalah lonjakan angka kriminalitas. Pesisir Belawan ini adalah tanah religius, tanah para pekerja keras, jangan biarkan moralnya didegradasi oleh aktivitas haram ini,”tambahnya.

​Menutup pandangannya, Ustadz Ilham melayangkan sebuah manifesto keras yang ditujukan langsung kepada institusi penegak hukum dan pemangku kebijakan negara. Beliau menuntut supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, tanpa ada ruang bagi kompromi.

​”Kita berharap semua elemen atau komponen masyarakat terlibat dalam upaya memberantas kejahatan ini. Penegak hukum harus berada di garda terdepan! Jangan sampai institusi negara kalah dengan kejahatan dan penyakit masyarakat ini. Ini menyangkut wibawa negara,”seru Ustadz Ilham dengan lantang.

​Dirinya juga mendesak agar momentum ini menjadi titik balik pembersihan total:
​Habisi Permanen: Seluruh titik perjudian di Belawan wajib ditutup tanpa sisa.
​Tangkap & Usut: Amankan sang ‘Ratu Judi’ dan kejar bandar utama (AS) yang menghisap darah masyarakat kecil.
​Tindak tegas siapa pun oknum yang menjadi pelindung di balik bisnis ini. ​”Ingat, kewibawaan negara dan hukum tidak boleh kalah, apalagi sampai bertekuk lutut di bawah ketiak para mafia,”pungkas sang Ustadz.

​Aksi heroik di Hari Lahir Pancasila ini telah melempar bola panas ke ranah penegakan hukum. Publik kini tidak lagi sekadar menjadi penonton pasif, melainkan pengawal aktif. ​Apakah tindakan tegas dari elemen masyarakat dan pemuda ini akan bersambut dengan tindakan hukum yang progresif, berani, dan tuntas dari aparat kepolisian?. Ataukah gurita judi Gabion akan kembali menggeliat saat sorotan media mulai meredup?.  ​Satu hal yang pasti: masyarakat Belawan telah mengirimkan pesan terbuka yang jernih mereka menolak kalah oleh mafia. (Liputan: Nelson Siregar)

Menepis Hoaks Skenario “Kematian Karakter”, Wakil Ketua DPRD Medan Hadi Suhendra: Esensi Kritik Telah Mati

0

 

​Medan | suaraburuhnasional.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi, ruang publik kembali dinodai oleh praktik hitam character assassination (pembunuhan karakter). Jagat maya Kota Medan mendadak diguncang oleh narasi provokatif yang mengabarkan bahwa Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, S.H., telah berpulang. Namun, setelah ditelusuri secara saksama, informasi tersebut dipastikan murni sebagai berita bohong alias hoaks yang direkayasa secara manipulatif.

​Politisi muda andalan Partai Golkar sekaligus tokoh pemuda Medan Utara tersebut mengonfirmasi bahwa dirinya berada dalam kondisi prima, sehat secara holistik, dan tetap menjalankan amanah konstitusi sebagai wakil rakyat seperti biasa. ​”Alhamdulillah, saya sehat walafiat. Saya dalam kondisi yang sangat baik, sehat jasmani maupun rohani,” tegas Hadi Suhendra saat memberikan klarifikasi resmi kepada awak media, Senin (1/6/2026).

​Berdasarkan investigasi digital, muara dari kegaduhan ini berasal dari sebuah unggahan di platform TikTok oleh akun ‘Cerita Belawan’. Akun tersebut memajang foto formal Hadi Suhendra yang mengenakan seragam kebesaran Pemuda Pancasila.

Daya rusak dari konten ini terletak pada ambiguitas visual dan tekstual yang sengaja diciptakan untuk memicu misinformasi massal: Di dalam bingkai foto, tertulis narasi sakral duka cita: ‘Turut Berduka Cita yang Mendalam atas Berpulangnya Bapak Hadi Suhendra. Semoga Amal Ibadah Almarhum Diterima di Sisi Allah SWT…’ Teks ini secara psikologis langsung menggiring persepsi pembaca pada kematian fisik.

Sang pemilik akun kemudian berlindung di balik caption bertuliskan, “Innalillahi wainnailaihi rojiun matinya jiwa dan rohani Ketua PAC Belawan…” Sebuah upaya satire keliru yang mencoba mengalihkan substansi dari hoaks menjadi sekadar “kritik metaforis”.

​Menanggapi fenomena digital yang tidak sehat ini, Hadi Suhendra yang juga menakhodai PAC PP Medan Belawan angkat bicara dengan nada lugas namun tetap tenang. Sebagai pejabat publik, ia menegaskan tidak pernah menutup diri dari dinamika dialektika maupun kritik masyarakat.

​”Sejujurnya, sebagai pejabat publik saya sama sekali tidak anti-kritik. Demokrasi membutuhkan itu. Namun, tolong sampaikan kritik dengan metodologi yang sehat dan beradab. Apa yang dipertontonkan ini jelas melenceng jauh dari koridor kritik yang sehat, tidak mendidik, dan sangat menyesatkan opini publik. Kita sangat menyesalkan dekadensi moral dalam bermedia sosial ini,”papar pimpinan DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar tersebut.

​Meski dirugikan secara moril oleh kampanye hitam (black campaign) ini, Hadi memperlihatkan kematangan kepemimpinan (statesmanship) yang luar biasa. Alih-alih merespons dengan kemarahan, ia justru mendoakan sang pembuat konten agar selalu diberi kesehatan.

Kendati demikian, demi menjaga marwah institusi publik dan memberikan edukasi hukum bagi masyarakat, upaya litigasi tetap menjadi opsi yang dipertimbangkan secara matang. ​”Terkait langkah hukum ke depan, tim hukum kami saat ini sedang mendiskusikan dan mempelajari pemenuhan unsur-unsur pasalnya. Namun yang menjadi prinsip dasar kami: kita menolak keras dan harus melawan segala tindakan digital yang tidak bertanggung jawab seperti ini,”pungkasnya dengan nada tegas.

​Upaya provokasi murah ini nyatanya gagal total di pasaran. Netizen Medan yang kian melek literasi digital justru berbalik arah melakukan resistensi, memasang badan, dan membersihkan ruang komentar dari racun disinformasi. “Jangan menyebarkan berita hoaks ya. Bijaklah dalam bersosial media. Terima kasih,” tulis akun ryy$ TRANS, mengingatkan pentingnya etika digital. ​”Jangan sebarkan berita kebencian, bro,” kata Andika Prasetya, mengidentifikasi motif asli di balik konten tersebut. “Panjang umurnya untuk Bapak Hadi Suhendra. Semalam saya baru saja menghadiri undangan dan bertemu langsung dengan beliau di Jalan Selebes,” ungkap Khai Rani, memberikan kesaksian faktual secara instan yang mematahkan narasi hoaks tersebut.

​Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi khalayak ramai: di tengah kontestasi politik dan dinamika sosial, kecerdasan dalam menyaring informasi (digital literacy) adalah benteng terakhir kita untuk menjaga ruang publik tetap sehat, beradab, dan bermartabat. (Liputan: Nelson Siregar/Hen)

Polda Sumut Kerahkan 2.081 Personel Amankan ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship 2026

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Polda Sumatera Utara menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan “ASEAN U19 TOBA-2026” untuk mengamankan penyelenggaraan ajang internasional ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship 2026 yang berlangsung pada 1 hingga 13 Juni 2026 di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Sebanyak 2.081 personel diterjunkan dalam operasi tersebut, terdiri dari 1.320 personel Polri dan 761 personel unsur instansi terkait yang meliputi TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta petugas pengamanan internal (steward).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengamanan dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan langkah preventif yang didukung fungsi intelijen, preemtif, serta penegakan hukum guna memastikan seluruh rangkaian kejuaraan internasional berjalan aman dan lancar.

“Operasi ASEAN U19 Toba-2026 dilaksanakan untuk menjamin keamanan seluruh peserta, official, perangkat pertandingan, suporter, hingga masyarakat yang terlibat dalam kegiatan. Kami ingin memastikan event internasional ini berlangsung aman, tertib, lancar, dan sukses sehingga mampu memberikan citra positif bagi Sumatera Utara di mata nasional maupun internasional,” ujar Ferry, Senin (1/6/2026).

Menurut Ferry, pengamanan tidak hanya difokuskan pada stadion tempat pertandingan berlangsung, tetapi juga mencakup seluruh lokasi pendukung yang menjadi bagian dari kegiatan kejuaraan. Sejumlah objek yang menjadi prioritas pengamanan antara lain Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan Medan, Stadion Madya Atletik, Stadion Mini Pancing, Stadion Kebun Bunga, Lapangan Cadika, serta sejumlah hotel tempat menginap peserta dan official.

Selain itu, pengamanan juga mencakup seluruh rangkaian kegiatan seperti pertandingan sepak bola, sesi latihan, konferensi pers, ASEAN Football Festival, hingga seremoni pembukaan dan penutupan. Ferry menjelaskan, pola pengamanan dilakukan dengan sistem berlapis melalui pembagian zona pengamanan yang terdiri dari Ring 1, Ring 2, dan Ring 3.

Ring 1 meliputi area dalam stadion dan lapangan pertandingan, Ring 2 mencakup area gerbang masuk dan selasar stadion, sedangkan Ring 3 berada di area luar stadion, kantong parkir, serta akses jalan menuju venue pertandingan. “Setiap penonton yang memasuki stadion akan melalui pemeriksaan ketat untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang seperti senjata tajam, flare, petasan, kembang api, minuman beralkohol, laser, maupun atribut yang berpotensi memicu gangguan keamanan,” jelasnya.

Di sisi lain, Polda Sumut juga menyiapkan pengawalan dan pengamanan melekat terhadap para pemain, official, perangkat pertandingan, delegasi, serta tamu VIP dan VVIP mulai dari kedatangan di bandara, perjalanan menuju hotel, lokasi latihan, hingga venue pertandingan.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas selama turnamen berlangsung, personel gabungan juga akan melakukan rekayasa lalu lintas, pengaturan arus kendaraan, sterilisasi jalur utama menuju stadion, serta penataan kantong parkir guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.

“Kami juga telah menyiapkan Pos Pengamanan, Pos Kesehatan, Command Center yang terintegrasi dengan CCTV, hingga rute evakuasi dan skenario kontinjensi apabila terjadi situasi darurat. Semua langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan aman,” kata Ferry.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa aparat akan bertindak tegas namun tetap humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu jalannya kompetisi, termasuk tindakan provokasi, perusakan fasilitas stadion, maupun praktik pencaloan tiket.

Polda Sumut juga melakukan pemantauan terhadap pergerakan kelompok suporter, baik lokal maupun mancanegara, guna mengantisipasi potensi gesekan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban selama kejuaraan berlangsung.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, suporter, dan peserta untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Mari kita tunjukkan bahwa Sumatera Utara mampu menjadi tuan rumah yang aman, ramah, dan profesional bagi penyelenggaraan event internasional,” pungkas Ferry. (Mal)

Polda Sumut Gelar Apel Pasukan Operasi ASEAN U-19 Toba 2026, Siap Amankan Turnamen Internasional

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Polda Sumatera Utara resmi memulai Operasi Kepolisian Kewilayahan ASEAN U-19 Toba 2026 dengan menggelar Apel Gelar Pasukan di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6/2026). Sebanyak 2.081 personel gabungan disiagakan untuk mengawal perhelatan sepak bola internasional yang diikuti 11 negara Asia Tenggara dan Australia tersebut.

Apel dipimpin Wakapolda Sumut, Brigjenpol Sonny Irawan, mewakili Kapolda Sumut Irjenpol Whisnu Hermawan Februanto. Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda, ditegaskan bahwa penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship 2026 merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dijaga bersama.

“Keberhasilan penyelenggaraan event ini bukan hanya menjadi kebanggaan Sumatera Utara, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di mata dunia internasional,” kata Sonny saat membacakan amanat Kapolda.

Operasi “Asean U19 Toba-2026” digelar selama 13 hari, mulai 1 hingga 13 Juni 2026. Pengamanan melibatkan 1.320 personel Polri dan 761 personel dari instansi terkait, dengan pola pengamanan terpadu yang mengedepankan langkah preventif, preemtif, deteksi dini, serta penegakan hukum.

Ribuan personel tersebut akan mengamankan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kedatangan delegasi di Bandara Internasional Kualanamu, hotel tempat menginap peserta, lokasi latihan, hingga stadion yang menjadi arena pertandingan.

Turnamen Asean U-19 tahun ini akan diikuti oleh Indonesia, Vietnam, Timor Leste, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Australia, Kamboja, dan Filipina. Pertandingan dipusatkan di Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Madya Sumatera Utara, serta Stadion Teladan.

Laga perdana Timnas Indonesia melawan Myanmar yang digelar Senin malam menjadi salah satu fokus utama pengamanan. Selain pertandingan fase grup, aparat juga bersiap mengawal babak semifinal hingga final yang akan berlangsung pada 13 Juni 2026.

Dalam arahannya, Wakapolda meminta seluruh personel menjaga profesionalisme dan mengedepankan pelayanan humanis selama bertugas. Ia mengingatkan bahwa perhatian publik, termasuk tamu dan delegasi internasional, akan tertuju kepada Sumatera Utara selama turnamen berlangsung.

Berbagai potensi gangguan keamanan juga menjadi perhatian serius, mulai dari pencurian kendaraan bermotor di area parkir, gangguan terhadap suporter, hingga potensi keributan antarpendukung. “Seluruh titik yang menjadi pusat aktivitas peserta dan tamu negara merupakan objek vital yang harus diamankan secara maksimal. Tingkatkan kepekaan, kesiapsiagaan, dan pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif,”tegasnya.

Dengan dimulainya Operasi Asean U-19 Toba 2026, Polda Sumut memastikan seluruh kekuatan pengamanan telah disiapkan untuk menyukseskan pesta sepak bola internasional tersebut. Keamanan yang terjaga diharapkan tidak hanya menjamin kelancaran pertandingan, tetapi juga memperkuat citra Sumatera Utara sebagai tuan rumah yang aman, ramah, dan siap menyelenggarakan event bertaraf internasional. (Mal)

Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri Jadi Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri hadir sebagai pembina upacara di SMAN 15 Medan, Senin (1/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan UPC SMAN 15 Medan, Jalan Sekolah Pembangunan No. 7A, Medan Selayang, ini diikuti oleh ratusan siswa dan guru dengan penuh khidmat. Upacara tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, toleransi, dan persatuan di kalangan generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMAN 15 Medan, Gokman Sianturi, S.Pd., M.Si., para guru, serta sebanyak 786 siswa-siswi kelas X dan XI. Dalam amanatnya, Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan atau simbol yang terpajang di ruang kelas, melainkan pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Di era digital saat ini, tantangan generasi muda bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mampu menyaring informasi. Menghindari hoaks, melawan cyberbullying, serta bijak menggunakan media sosial merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila,” ujar Tim Cegah di hadapan peserta upacara.

Selain itu, para siswa diajak untuk terus menjaga toleransi, menghargai perbedaan pendapat, serta memperkuat semangat persatuan sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045. Dalam kesempatan tersebut, Tim Cegah juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di lingkungan sekolah guna mencegah terjadinya perundungan (bullying) dan menciptakan suasana belajar yang harmonis.

Tidak hanya itu, para siswa juga diberikan pemahaman tentang Empat Konsensus Dasar Bangsa, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai landasan utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan meningkatkan rasa nasionalisme.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi, Tim Cegah Satgaswil Sumut turut mengingatkan para siswa agar selalu waspada terhadap penyebaran paham intoleran dan radikal ekstremisme melalui media sosial maupun permainan daring (online game). Para pelajar juga diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai serta tidak mudah terpengaruh oleh propaganda yang dapat memecah belah persatuan dan kerukunan antarumat beragama.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme. Sebagai tindak lanjut, pihak SMAN 15 Medan melalui Kepala Sekolah menyatakan komitmennya untuk mendukung program pencegahan serta menolak segala bentuk penyebaran paham intoleran, radikal, dan ekstremisme di lingkungan sekolah, baik kepada guru, staf, maupun siswa-siswi.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter pelajar yang berjiwa nasionalis, toleran, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Clara/red)

Kemnaker Fasilitasi 15 Skema Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan MagangHub

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memfasilitasi 15 skema sertifikasi kompetensi bagi lulusan Program Pemagangan Nasional (MagangHub). Program ini dirancang untuk memperkuat kualitas SDM sekaligus memberikan pengakuan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sertifikasi kompetensi berperan penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Karena itu, berbagai skema yang disiapkan disusun berdasarkan kebutuhan industri saat ini, mulai dari bidang administrasi perkantoran, teknologi informasi, pelayanan, keuangan, SDM, pengelolaan data, hingga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan MagangHub memiliki pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sehingga lebih siap bersaing di pasar kerja,” ujar Yassierli dalam keterangannya melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (1/6/2026).

Sebanyak 15 skema sertifikasi yang disiapkan, yaitu Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Junior Secretary, Asisten Pengembang Web, Digital Marketing, Pembuatan Desain Grafis, Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Tunggal, Supervisor Sumber Daya Manusia, Pelayanan Pelanggan, Front Office, Operator Komputer, Digital Filing, Produksi Karya Audio Visual, Analis Data, Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Penyusunan Laporan Keuangan untuk Pemula.

Melalui berbagai skema tersebut, lulusan MagangHub diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari pengelolaan administrasi dan pelayanan, penguasaan teknologi digital, pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia, hingga kemampuan analisis data dan penerapan keselamatan kerja.

Pelaksanaan sertifikasi akan dilakukan oleh BNSP melalui jejaring lembaga sertifikasi profesi yang bekerja sama dengan balai pelatihan vokasi Kemnaker di berbagai daerah. Untuk mendukung program tersebut, Kemnaker telah memetakan kesiapan balai pelatihan vokasi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil pemetaan, BBPVP Makassar, BBPVP Medan, dan BPVP Surakarta masing-masing menyelenggarakan 15 skema sertifikasi.
BBPVP Bekasi sebanyak 11 skema. BBPVP Bandung, BBPVP Semarang, BPVP Aceh, BPVP Padang, BPVP Samarinda, dan BPVP Kendari masing-masing sebanyak 10 skema sertifikasi. BPVP Banyuwangi dan BPVP Ternate masing-masing sebanyak 9 skema, sedangkan BPVP Bantaeng sebanyak 8 skema.

Adapun BPVP Pangkajene dan Kepulauan serta BPVP Belitung masing-masing sebanyak 7 skema sertifikasi. BBPVP Serang sebanyak 6 skema. BPVP Lombok Timur, BPVP Ambon, dan BPVP Sorong masing-masing sebanyak 4 skema. Sementara BPVP Bandung Barat dan BPVP Sidoarjo masing-masing sebanyak 3 skema sertifikasi.

Secara keseluruhan, hasil pemetaan menunjukkan kapasitas penyelenggaraan mencapai 180 skema sertifikasi kompetensi di seluruh balai pelatihan vokasi Kemnaker. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses sertifikasi bagi lulusan MagangHub sekaligus memperkuat daya saing dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Menaker Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com – Menteri Ketenagakerjaan, (Menaker) Yassierli, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang berlangsung khidmat di Plaza Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, pada Senin (1/6/2026).

Dalam amanatnya, Menaker mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). “Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh hanya menjadi hiasan dinding kantor atau sekadar teks di buku sejarah, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,”kata Yassierli.

Menaker memberikan instruksi tegas kepada seluruh pegawai Kemnaker untuk mengawal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tugas mereka. “Saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,”katanya. “Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” lanjut Yassierli.

Dalam amanatnya, Menaker menegaskan bahwa peringatan hari lahirnya Pancasila tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi penting untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

Yassierli menegaskan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menjadi pernyataan tegas nilai-nilai luhur Pancasila tak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik, melainkan juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Pancasila juga menjadi jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujar Yassierli. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Bupati Batu Bara Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih

0

 

Batu Bara | suaraburuhnasional.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batu Bara menggelar upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., di Lapangan Sepak Bola Sei Balai, Senin (1/6/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI dan Polri, para kepala desa, organisasi kepemudaan, serta pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Batu Bara.

Turut hadir Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., Kapolres Batu Bara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara, unsur Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, para kepala OPD, Ketua TP PKK Batu Bara Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Staf Ahli TP PKK Batu Bara Ny. Leli Syafrizal, serta Ketua DPC KNPI Batu Bara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Baharuddin Siagian membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti mampu menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi landasan moral dalam menghadapi perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, serta berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.

Kepala BPIP melalui pidato yang dibacakan Bupati Batu Bara juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, para pemangku kebijakan diingatkan agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan selalu berlandaskan pada keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan.

Usai pelaksanaan upacara, Bupati Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati Batu Bara menyerahkan secara simbolis sebanyak 1.000 Bendera Merah Putih kepada para camat se-Kabupaten Batu Bara. Bendera tersebut selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Melalui Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Bupati Batu Bara mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya Kabupaten Batu Bara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.(SAR)

Komitmen Sakral Kodaeral I Mengawal Pancasila dari Batas Samudra

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Ketika fajar 1 Juni 2026 menyapa Selat Malaka, sebuah simfoni kebangsaan ditiupkan dengan megah dari pesisir utara Sumatera. Di bawah panji sakral Pargomgom Samudora Sang Penjaga Samudra Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) tidak sekadar memperingati Hari Lahir Pancasila. Mereka sedang memancangkan kembali jangkar ideologi bangsa, merajutnya secara simultan di tiga episentrum strategis: Lapangan Astaka Medan, Lapangan Apel Makodaeral I Belawan, dan Halaman Kantor Walikota Medan.

​Manifestasi upacara di tiga titik berbeda ini bukan sekadar pembagian formasi taktis. Ini adalah sebuah pesan simbolis yang sangat bertenaga: bahwa detak nadi nasionalisme dan kehadiran Kodaeral I merasuk, mengalir, dan mengawal setiap jengkal ruang publik, dari pusat pemerintahan kota hingga ke batas cakrawala lautan.

​Di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih yang berkepak gagah diterpa angin pagi, keheningan berubah menjadi sakral. Pancasila tidak lagi diletakkan sebagai teks historis yang pasif, melainkan menjelma sebagai weltanschauung—pandangan hidup yang hidup, bernapas, dan berdegup di dalam dada setiap prajurit sejati.

​Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila membawa gaung visi yang melintasi batas-batas geopolitik melalui tema: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Sebuah frasa yang tidak hanya berbobot secara intelektual, tetapi juga menjadi antitesis di tengah kegelisahan tatanan global modern.

​Melalui tema agung ini, Kodaeral I menyuarakan sebuah pesan mendalam ke panggung dunia. Pancasila terbukti telah melampaui takdirnya; ia bukan sekadar “lem perekat” domestik untuk menjahit kemajemukan suku, ras, dan agama di Nusantara. Lebih dari itu, Pancasila adalah sebuah mahakarya pemikiran universal (universal property of humanity) yang ditawarkan Indonesia sebagai cetak biru perdamaian bagi dunia yang hari ini kian terfragmentasi oleh benturan kepentingan.

​Di tengah badai disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, dan memanasnya rivalitas geopolitik global, saripati Pancasila kemanusiaan yang adil, toleransi yang matang, keadilan sosial, dan heroisme gotong royong hadir sebagai mercusuar moral. Nilai-nilai inilah yang menjadi benteng tak kasat mata sekaligus senjata diplomasi lunak (soft power) paling ampuh yang dimiliki bangsa ini.

​Melalui momentum yang sarat akan kedalaman makna ini, Kodaeral I tidak sekadar menengok ke belakang untuk membaca lembar sejarah. Mereka melangkah ke depan, meniupkan seruan aksi (call to action) yang tajam kepada seluruh komponen bangsa.

​Sebagai prajurit yang ditempa oleh ombak dan badai, Kodaeral I mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengonversi nilai-nilai Pancasila dari sekadar dogma di atas kertas menjadi sebuah “Ideologi yang Hidup” (Living Ideology). Pancasila harus mewujud dalam tindakan nyata sehari-hari baik dalam koridor profesionalisme kerja, pengabdian kedinasan, maupun dalam dinamika sosial masyarakat.

​Semangat persatuan jernih yang diwariskan oleh para pendiri bangsa harus dijaga dengan harga mati, layaknya menjaga api abadi di tengah samudra. Sebab, hanya dengan soliditas yang kokoh dan tidak terombang-ambing oleh arus intoleransi, visi besar untuk melahirkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan disegani di kancah internasional dapat dikonversi menjadi realitas.

​Pelaksanaan upacara di tiga kancah berbeda tersebut berlangsung dengan presisi militer yang mutlak, estetis, dan penuh wibawa. Mulai dari derap langkah tegap pasukan yang bergetar serentak, artikulasi teks Pancasila yang mengguntur, hingga penghormatan yang penuh totalitas, seluruh rangkaian acara mengalir laksana simfoni kebangsaan yang utuh dan menggetarkan jiwa siapa pun yang menyaksikannya.

​Melalui rilis resmi Dinas Penerangan Kodaeral I (Dispen Kodaeral I), sebuah pesan kuat telah dipasangkan di ingatan publik luas: Di mana pun prajurit Pargomgom Samudora memijakkan kakinya baik di lapangan aspal perkotaan, di markas komando pesisir, maupun di atas dek kapal perang yang sedang membelah samudra Pancasila adalah kompas hakiki yang arahnya tidak akan pernah bergeser satu derajat pun. (Liputan : Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)