18.1 C
Munich
Minggu, Juni 21, 2026
Beranda blog Halaman 23

Kedalaman Makna Hari Lahir Pancasila dari Pesisir Belawan

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Pagi itu, Senin, 1 Juni 2026, angin yang berembus dari Selat Malaka membawa atmosfer yang berbeda di halaman Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Di bawah bentangan langit cakrawala, keheningan yang sakral tercipta. Di titik yang menjadi salah satu urat nadi keluar-masuknya dunia ke tanah air ini, puluhan aparatur negara berdiri tegak. Mereka tidak sedang sekadar menjalankan rutinitas birokrasi, melainkan sedang merawat ingatan kolektif bangsa : Peringatan Hari Lahir Pancasila.

​Sebanyak 50 personel gabungan melebur dalam satu barisan yang presisi. Mulai dari tampuk kepemimpinan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kepala Sub Bagian Tata Usaha hingga para ASN, CPNS, P3K, dan PPNPN. Di halaman kantor tersebut, ego sektoral menyingkir, digantikan oleh kesadaran tunggal untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada ideologi yang telah menjaga Indonesia tetap utuh selama hampir satu abad.

​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, memimpin jalannya prosesi dengan impresif dan penuh kharisma. Di hadapan barisan yang hening, ia mengartikulasikan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Sebuah pesan ideologis yang diarsiteki untuk menggugah nurani seluruh aparatur negara di seantero Nusantara. ​Tahun ini, tema yang diusung bergerak melampaui batas-batas domestik: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

​Sebuah manifesto kontemporer yang menegaskan bahwa Pancasila bukan lagi sekadar instrumen defensif untuk merajut keberagaman internal Indonesia. Lebih dari itu, ia adalah sebuah tawaran peradaban—sebuah ekosistem pemikiran (intellectual property bangsa) yang mampu menjadi jangkar perdamaian bagi dunia yang kian terfragmentasi.

​“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ucap Eko Yudis, melafalkan bait amanat dengan artikulasi yang menggetarkan dada peserta upacara.

​Naskah amanat tersebut memotret realitas global secara tajam. Dunia hari ini sedang diuji oleh turbulensi yang luar biasa: disrupsi teknologi yang mendegradasi kemanusiaan, ketidakpastian ekonomi pascapandemi, hingga eskalasi geopolitik yang kian meruncing di berbagai belahan bumi. Namun, di tengah benturan kepentingan raksasa global tersebut, Indonesia tetap berdiri anggun seperti karang. Rahasianya terletak pada Pancasila yang berfungsi sebagai leitstar bintang penuntun arah.

​Sebagai garda depan yang menjaga kedaulatan di perbatasan kelautan, pesan ini dirasakan sangat kontekstual bagi Imigrasi Belawan. Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab moral-konstitusional untuk ikut merancang ketertiban dunia yang berbasis pada kemerdekaan dan keadilan sosial. Nilai moralitas, keadaban, dan musyawarah yang tertanam di dada manusia.

Indonesia adalah modal diplomasi lunak (soft power diplomacy) terbesar di panggung internasional. ​Membumikan Ideologi: Bukan Slogan, Tapi Tindakan
​Melalui mimbar upacara tersebut, BPIP memberikan catatan kritis yang berbobot: Pancasila tidak boleh mengalami penyusutan makna menjadi sekadar artefak sejarah, pajangan dinding yang berdebu, atau komoditas verbal di podium kekuasaan.

Pancasila harus menjadi Living Ideology—ideologi yang bernapas dan termanifestasi dalam tindakan konkret sehari-hari.
​Bagi institusi pelayanan publik seperti Imigrasi, ini adalah cetak biru dalam bekerja. Setiap kebijakan hukum keimigrasian, keramahan pelayanan paspor, hingga ketatnya pengawasan orang asing harus bersendikan keadilan sosial, penghormatan hak asasi, dan komitmen total untuk mengikis habis benih intoleransi serta radikalisme.

​Amanat agung tersebut dikunci dengan kalimat penutup yang membakar heroisme: ​”Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiositas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan selalu hidup di setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai ini.”

​Seluruh rangkaian upacara bergulir tanpa cela, layaknya sebuah simfoni yang tertata apik. Mulai dari kibaran anggun Sang Saka Merah Putih yang membelah angin laut, pembacaan teks Pancasila yang menggelegar, hingga pembacaan UUD 1945 yang puitis-ideologis, seluruhnya berkelindan menjadi satu energi positif yang ditutup dengan doa bersama.

​Melalui upacara yang dikemas sangat elegan ini, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan berhasil menyuguhkan potret sebuah instansi yang matang secara intelektual dan kokoh secara nasionalisme. Di gerbang laut utara Sumatera ini, mereka menegaskan kepada publik: bahwa hukum ditegakkan dengan adil, pelayanan diberikan dengan hati, dan di atas segalanya, Pancasila selamanya berdaulat. (Liputan: Nelson Siregar)

Kala Imigrasi Belawan Membasuh Asa Anak-anak Istimewa Labuhan Deli

0

 

​Labuhan | suaraburuhnasional.com – Di tengah persepsi publik yang kerap mengidentikkan institusi keimigrasian dengan rigiditas birokrasi sekat-sekat kaca loket paspor, penegakan hukum yang kaku, dan pengawasan ketat tapal batas sebuah narasi humanis yang menyentuh sanubari tercipta. Pada Minggu pagi yang khidmat (31/5/2026), Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan meruntuhkan dinding-dinding formalitas tersebut.

Melalui dedikasi tulus Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), institusi ini hadir melampaui tugas administratifnya, menenun kepedulian bagi anak-anak penyandang disabilitas di Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Bukan di ruang sidang atau aula protokoler, melainkan di Aula Kelurahan Labuhan Deli yang bersahaja, negara hadir menyapa warganya.

Berkolaborasi dengan Paguyuban Anak Istimewa Cerebral Palsy Labuhan Deli dan Sekitar (PAIS CP DELTA), Imigrasi Belawan melebur dalam momentum yang sarat akan nilai emosional: mendampingi langkah-langkah perjuangan anak-anak hebat yang sedang menjalani sesi fisioterapi untuk menjemput harapan mereka.

​Sejak jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB, atmosfir aula seketika berubah menjadi ruang komunal yang penuh dengan energi positif dan kehangatan. Sadar bahwa ketulusan memerlukan ketepatan, para petugas PIMPASA terlebih dahulu melakukan koordinasi mendalam dengan perangkat kelurahan dan tim pendamping.

Langkah persuasif ini diambil guna memastikan kehadiran Imigrasi tidak menjadi beban formalitas, melainkan sebuah oase yang sesuai dengan kebutuhan psikologis serta emosional anak-anak istimewa tersebut.

​Puncak keharuan membuncah saat para petugas menyerahkan bingkisan kasih kepada anak-anak yang tengah berjuang melawan keterbatasan fisik mereka. Bagi para orang tua yang hadir dengan peluh dan ketegaran, bingkisan tersebut bukan sekadar materi penanda ingatan. Ia adalah sebuah manifesto tersirat yang menegaskan: dalam ruang sunyi perjuangan merawat buah hati istimewa ini, mereka tidak pernah berjalan sendirian.

​Di sela-sela kegiatan, sekat antarah aparat penegak hukum dan rakyat sipil runtuh sepenuhnya. Petugas Imigrasi duduk bersimpuh, menatap mata penuh binar, mendengarkan asa, serta meresapi ruang dialog bersama para orang tua. Interaksi yang mengalir tanpa sekat ini sukses menegaskan esensi sejati dari Program Desa Binaan Imigrasi sebuah ruang publik yang inklusif, adaptif, dan memanusiawikan manusia.

​Sinergi yang mengawinkan visi kemanusiaan ini menuai resonansi dan apresiasi mendalam dari berbagai elemen masyarakat. Menanggapi gelombang respons positif tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, dengan penuh penegasan menyatakan bahwa agenda ini merupakan refleksi dari transformasi pelayanan publik yang berbasis pada hati nurani.

​”Program Desa Binaan Imigrasi adalah wujud pengabdian tanpa batas kami. Ini berjalan selaras dengan garis arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Herdarsam Marantoko, bahwa korps Imigrasi tidak boleh terjebak dalam sangkar kekakuan fungsi regulatif semata. Kami harus bergerak dinamis, berkontribusi nyata, dan meletakkan aspek kemanusiaan serta pembinaan sosial sebagai fondasi tertinggi dalam struktur pelayanan kami,” tutur Eko Yudis dengan nada optimis.

​Kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan berselimut keakraban ini menjadi pemantik sebuah kesadaran baru. Lebih dari sekadar seremoni satu hari, aksi sosial ini dirancang untuk memicu efek bola salju—sebuah gerakan kepedulian yang lebih masif dari berbagai pemangku kepentingan demi pemenuhan hak-hak anak disabilitas.

​Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan berkomitmen penuh untuk menjaga api kepedulian ini tetap menyala secara konsisten dan berkelanjutan. Melalui penguatan sinergi lintas sektor di wilayah Desa Binaan, Imigrasi Belawan ingin terus membuktikan kepada khalayak ramai bahwa di balik seragam dinas yang gagah dan wibawa hukum yang ditegakkan, bersemayam hati yang tulus untuk mengabdi, merangkul, dan memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal di belakang. (Liputan : Nelson Siregar)

WBP Rutan Kelas I Labuhan Deli Dampaikan Klarifikasi Resmi

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Menindak lanjuti beredarnya informasi dan pemberitaan yang tidak benar (hoaks) di tengah masyarakat terkait Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atas nama Reda Ridhki, Rutan Kelas I Labuhan Deli menyampaikan klarifikasi resmi sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik, (28/5/2026).

Istri sah dari WBP Reda Ridhki secara langsung telah angkat bicara dan menyampaikan bahwa isu serta pemberitaan yang beredar tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Pernyataan tersebut disampaikan secara sadar tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun, guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut, Karutan Kelas I Labuhan Deli Eddy Junaedi menegaskan bahwa seluruh pelayanan kesehatan terhadap warga binaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur, ketentuan, serta kerja sama resmi dengan fasilitas kesehatan yang berwenang. Rutan Kelas I Labuhan Deli tidak pernah melakukan tindakan di luar aturan maupun menyalahgunakan fasilitas pelayanan kesehatan.

Rutan Kelas I Labuhan Deli mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengacu pada sumber resmi dan pernyataan yang dapat dipertanggung jawabkan. Penyebaran berita hoaks berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan berbagai pihak.

Demikian klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk komitmen Rutan Kelas I Labuhan Deli dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. (Mal)

Karutan Kelas I Labuhan Deli Bantah Tudingan Pemberian Fasilitas Mewah kepada Tahanan Maupun WBP

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Karutan Kelas I Labuhan Deli Eddy Junaedi AMd IP SSos MSi membantah tudingan pemberian fasilitas mewah kepada tahanan maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mendekam di Rutan Kelas I Labuhan Deli.

Hal itu dikatakannya menjawab dugaan adanya bilik asmara di Rutan Kelas I Labuhan Deli yang viral di media sosial. “Ruangan yang diposting di media sosial itu bukan di Rutan Labuhan Deli, melainkan di Rumah Sakit Bandung,” ungkap Eddy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).

Dijelaskannya, R, tahanan yang viral tersebut masih berstatus tahanan kejaksaan. Lalu, pada 31 Desember 2025 mengeluh sakit dan dirujuk dokter rutan ke RS Bandung. “Kita kordinasi dengan Kasi Pidum Kejari Belawan terkait kondisi tahanan tersebut. Lalu, R dirujuk ke RS Bandung dengan pengawalan Kejari Belawan, TNI, dan pegawai rutan Labuhan Deli,”jelas Eddy.

Selama di RS Bandung, R diperkenankan untuk didampingi keluarganya. “Foto yang viral itu dia lagi di rumah sakit bersama istrinya. Tidak benar itu di rutan,” tegas Eddy. Sebelumnya, dikabarkan Rutan Labuhan Deli memberikan fasilitas istimewa kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), berupa kamar mewah. (Mal)

Rutan Kelas I Labuhan Deli Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban

0

 

Labuhan Deli | suaraburuhnasional.com -Rutan Kelas I Labuhan Deli memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban di Blok Hunian Rutan Kelas I Labuhan Deli, Kamis (28/05/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, bersama jajaran petugas serta melibatkan warga binaan dalam pelaksanaannya. Pemotongan hewan kurban ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus wujud pengamalan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam momentum Hari Raya Idul Adha.

Seluruh proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam dengan tetap memperhatikan kebersihan, ketertiban, serta keamanan selama kegiatan berlangsung. Daging kurban selanjutnya didistribusikan kepada warga binaan dan pihak yang berhak menerima sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, menyampaikan bahwa momentum Idul Adha diharapkan dapat menjadi sarana meningkatkan keimanan, mempererat rasa kebersamaan, serta menanamkan nilai-nilai kepedulian dan keikhlasan bagi seluruh jajaran maupun warga binaan. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat serta menjadi bagian dari pembinaan kerohanian di lingkungan Rutan Kelas I Labuhan Deli. (Mal)

Cegah Peredaran Narkoba di THM, Polda Sumut Razia Helen’s Medan

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara bersama personel Polisi Militer (POM) TNI melaksanakan razia gabungan di tempat hiburan malam Helen’s Medan yang berlokasi di Jalan A. Rivai, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Minggu malam (31/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif dan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di tempat-tempat hiburan malam di Kota Medan.

Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung dan manajemen tempat hiburan. Sebanyak tujuh orang pengunjung dipilih secara acak untuk menjalani tes urine guna memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkotika. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pengunjung yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah rutin yang dilakukan Polda Sumut bersama unsur TNI dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif serta mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lokasi hiburan malam.

“Razia ini merupakan bagian dari komitmen Polda Sumut bersama TNI dalam melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika, khususnya di tempat-tempat hiburan malam yang berpotensi menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap tujuh pengunjung yang dipilih secara acak, seluruhnya dinyatakan negatif narkotika. “Hasil tes urine terhadap tujuh pengunjung yang diperiksa menunjukkan hasil negatif. Ini menjadi indikator bahwa pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan di lokasi tersebut berjalan dengan baik. Meski demikian, kegiatan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan,” katanya.

Ferry menegaskan Polda Sumut tidak akan berhenti melakukan pengawasan terhadap tempat hiburan malam maupun lokasi lain yang dianggap rawan menjadi tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Kami mengimbau seluruh pengelola tempat hiburan malam untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan usahanya agar tetap bersih dari narkoba. Sinergi antara aparat, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan Sumatera Utara yang bebas dari penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. (Mal)

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolda Sumut Tegaskan Nilai Persatuan Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan Bangsa

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6/2026) pagi. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh pejabat utama, personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Sumut.

Kapolda Sumatera Utara bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi inspirasi dalam menciptakan perdamaian dunia yang berkeadilan. “Pancasila adalah bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Pancasila tetap menjadi jangkar moral dalam menghadapi berbagai dinamika dan perubahan zaman,” demikian amanat yang dibacakan Kapolda Sumut.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi bagian dari Pancasila dinilai sebagai instrumen penting dalam diplomasi internasional untuk menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai. Kontribusi Indonesia melalui pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran mediasi dalam berbagai konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa tertindas menjadi bukti nyata implementasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Selain itu, generasi muda juga diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar simbol atau hafalan semata. Seluruh elemen bangsa diharapkan terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam harmoni kebangsaan.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Polda Sumut berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme. Melalui momentum tersebut, seluruh personel diharapkan semakin memperkokoh komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, semangat persatuan, gotong royong, dan kemanusiaan harus terus dijaga demi mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan. (Mal)

Resmi Tutup AFM Batu Bara Motocross & Grasstrack 2026 Bupati Baharuddin, Apresiasi Sportivitas

0

 

Batu Bara | suaraburuhnasional.com — Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., secara resmi menutup ajang AFM Batu Bara Motocross & Grasstrack 2026 yang berlangsung di Sirkuit Wisata Danau Laut Tador, Kecamatan Laut Tador, Minggu (31/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Batu Bara didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Camat Laut Tador.

Turut hadir Danlanal Tanjung Balai Asahan, Ketua AFM Motocross & Grasstrack Batu Bara 2026 yang juga Anggota DPRD Batu Bara dari Fraksi Gerindra, Fahri Meliala, Anggota DPRD Batu Bara Ridwan, serta sejumlah unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut dengan aman, tertib, dan penuh sportivitas.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ajang balap motor ini tidak hanya diukur dari kualitas pertandingan, tetapi juga dari kesadaran seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan ini berlangsung. Tidak ada insiden maupun keributan. Semua pihak menunjukkan kekompakan dan kebersamaan yang luar biasa. Ini merupakan contoh yang baik dan patut kita apresiasi,”ujar Bupati Baharuddin.

Bupati juga berharap kegiatan Motocross dan Grasstrack dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga otomotif, sekaligus menjadi sarana promosi potensi wisata daerah.

Penutupan AFM Batu Bara Motocross & Grasstrack 2026 ditandai dengan penyerahan trofi dan hadiah kepada para pemenang dari berbagai ajang yang diperlombakan. Acara berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati area Sirkuit Wisata Danau Laut Tador. (SAR)

Plh Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Donor Darah Peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE/2026

0

 

Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 yang dilaksanakan di Aula Vihara Tri Ratna, Kota Tanjungbalai, Minggu (31/5/2026).

Tiba di lokasi, Plh Wali Kota Tanjungbalai diterima oleh Presiden Lions Club Golden Shell Kota Tanjungbalai Vijay Kumar, Ketua Yayasan Vihara Tri Ratna Andris Wijiono, Ketua FKUB Hasbullah, Ketua PMI HM Kosasih dan para tim relawan Lions Club Tanjungbalai.

Dalam sambutannya, Plh Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menyampaikan atas nama Pemerintah Kota Tanjungbalai mengucapkan selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 BE/2026, khususnya kepada masyarakat umat Buddha Kota Tanjungbalai, ucapan terima kasih kami kepada Lions Club Golden Shell Tanjungbalai, Ketua Vihara Tri Ratna, Ketua PMI, tim relawan lions club Tanjungbalai, dan seluruh bapak ibu donor darah yang sudah bersinergi dan berkalaborasi bersama pemerintah kota Tanjungbalai.

“Mari kita bersatu bergandengan tangan memperkuat persatuan antar umat beragama khususnya di kota Tanjungbalai, harapannya peringatan hari tri Suci Waisak ini dapat bermanfaat dalam pengembangan budaya dan peningkatan perekonomian masyarakat kota Tanjungbalai,”ujarnya.

Kegiatan donor darah diikuti ratusan masyarakat, sebelumnya para peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan tekanan darah dan HB darah. (Indah)

Anggota DPRD Medan Beri Pemahaman Ideologi Pancasila dan Wasbang

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Anggota DPRD Medan Reza Pahlevi Lubis S Kom gelar kegiatan penyebarluasan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Kapten Sumarsono, Lingkungan IX, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan itu, menghadirkan ratusan kader dan pengurus Pemuda Pancasila (PP) di Kecamatan Medan Helvetia. Reza Pahlevi yang sudah mendapat sertifikasi sebagai nara sumber banyak memberikan pembinaan dan pemahaman kepada kader PP terkait ideologi Pancasila dan Wasbang.

Pada kesempatan itu, Reza mengingatkan agar seluruh kader PP harus mengetahui sejarah lahirnya Pancasila sebagai dasar Negara dan Wasbang. Bahkan Pemuda Pancasila dibentuk untuk mempertahankan ideologi Pancasila yang didirikan Jenderal A H Nasution. “Pemuda Pancasila adalah anak kandung TNI. Maka banggalah memakai baju PP yang logo Pancasila ada menempel di bajunya,”ujar Reza Pahlevi Lubis asal Partai Golkar itu.

Sebelum acara pemaparan disampaikan, terlebih dahulu seluruh peserta disuguhi cuplikan vidio/film sejarah kesaktian lahirnya Pancasila. Dengan demikian pengamalan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa dapat diterapkan.

Kemudian Reza Pahlevi Lubis melakukan pemaparan sejarah singkat Pancasila. Dalam isi paparannya diuraikan kronologi lahirnya ideologi bangsa. Dimana 1 Juni 1945 istilah Pancasila dicetuskan dan diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Sedangkan pada 18 Agustus 1945, Pancasila resmi disahkan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia serta dicantumkan dalam pembukaan UUD 1945.

Di akhir acara, kemudian seluruh peserta dipersilahkan berdiri. Dan kemudian bersama sama menyanyikan lagu Garuda Pancasila sebagai lagu wajib. Lagu ini memuji lambang negara Pancasila dan nilai nilai Pancasila. (PM)