25.9 C
Munich
Minggu, Juni 21, 2026
Beranda blog Halaman 24

Ketua Komisi 4 DPRD Medan Tinjau Jalan Rusak di Mabar Hilir

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Ketua Komisi 4 DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH minta Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan segera memperbaiki badan Jalan Benteng, Lingkungan 4, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Kondisi badan jalan sepanjang 700 meter berlumpur rusak parah dan telah puluhan tahun tidak pernah diaspal.

Harapan itu disampaikan Paul Mei Anton (MA) Simanjuntak kepada wartawan, Minggu (31/5/2026). Sebelumnya, Paul mengaku telah meninjau badan jalan rusak dan menerima aspirasi warga, Sabtu (30/5/2026). “Kita sudah tinjau, benar badan jalan Benteng rusak parah. Berlumpur dan berlobang lobang, sudah lama warga setempat mengeluhkan rusaknya badan jalan,”terang Paul menyikapi keluhan warga.

Untuk itu kata Paul, sangat berharap Dinas SDABMBK Kota Medan memprioritaskan perbaikan jalan tersebut. “Jalan Benteng merupakan akses vital warga apalagi bagi anak sekolah. Kasihan anak sekolah harua buka sepatu menuju dan pulang sekolah,” ungkap Paul.

Ditambahkan Paul, saat Dianya melakukan peninjauan, keluhan warga bukan hanya kondisi jalan rusak. Tetapi juga dengan ketiadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (Lpju). “Lingkungan 4 dan 5 gelap gulita, tak satu pun Lpju yang terpasang di lingkungan warga,”terang Paul.

Untuk itu, Paul minta Dinas Perhubungan Kota Medan supaya berkenan memasang Lpju di ke dua lingkungan dimaksud. “Kita prihatin melihat pemukiman disana, lingkungan tanpa Lpju dan seluruh badan jalan maupun Gang rusak parah. Terkesan kumuh, seluruh infrastruktur rusak disana patut menjadi perhatian Pemko Medan,” sebut Paul. (PM)

Pancasila sebagai Kompas Geopolitik Menghidupkan Visi Indonesia Emas di Era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

0

 

​Marelan | suaraburuhnasional.com – Tanggal 1 Juni bukan sekadar lembaran merah di kalender nasional, pun bukan ritual tahunan tanpa makna. Lebih dari itu, Hari Lahir Pancasila adalah substansi peradaban sebuah kompas geopolitik dan moral yang menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap kokoh berdiri di tengah turbulensi global yang kian tak menentu.

​Menjelang momentum sakral tersebut, Pengamat Publik sekaligus Pengamat Sejarah Nasional yang dikenal memiliki kedekatan strategis dengan Presiden RI Prabowo Subianto, BM, membedah secara komprehensif urgensi revitalisasi ideologi negara di era modern. Saat ditemui secara eksklusif oleh awak media suaraburuhnasional.com di kediamannya yang sarat akan nuansa literasi di kawasan Marelan, Minggu (31/5/2026), BM memaparkan narasi kebangsaan dengan dialektika yang sangat cerdas, elegan, dan sarat akan bobot filosofis.

​”Pancasila itu bukan dogma beku yang statis, bukan pula sekadar artefak sejarah yang diadopsi dari masa lalu. Ia adalah philosophische grondslag sekaligus weltanschauung sebuah pandangan dunia yang dinamis, organik, dan harus terus mengalir dalam urat nadi setiap kebijakan negara serta perilaku sosial masyarakat,” tegas BM membuka jalinan wicara dengan penuh kharisma.

​Menurut BM, kilas balik pada pidato legendaris Bung Karno 1 Juni 1945 di hadapan sidang BPUPKI harus ditarik ke konteks kekinian. Momentum ini wajib dijadikan ruang otokritik nasional secara kolektif untuk mengukur sejauh mana keadilan sosial telah dirasakan oleh masyarakat di akar rumput.

​Dalam analisis strategisnya, BM menyoroti bahwa musuh laten bangsa hari ini bukan lagi kolonialisme fisik, melainkan perang asimetris berupa penetrasi ideologi asing, polarisasi digital, dan ego sektoral yang mengikis kohesi sosial.

​Dalam menghadapi ancaman kontemporer, Pancasila hadir sebagai formula genius yang tak tertandingi melalui lima poros utamanya: ​Episentrum Spiritual dan Kemanusiaan (Sila 1 dan 2): Menjadi tameng etis dan moral agar bangsa ini tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus sekularisme global dan degradasi adab.

​Akselerator Integrasi (Sila 3): Menjadi simpul pengikat kebinekaan yang meredam potensi konflik horizontal, sekaligus menegaskan bahwa perbedaan adalah kekayaan, bukan keretakan. Demokrasi Substantif dan Keadilan Hakiki (Sila 4 dan 5): Merupakan mandat mutlak untuk menghadirkan kedaulatan rakyat yang bersih, penegakan hukum yang imparsial, serta pemerataan ekonomi yang inklusif.

​Lebih lanjut, BM menggarisbawahi bahwa momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini menemukan relevansi tertingginya di bawah nakhoda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Komitmen kuat Presiden Prabowo dalam menjaga kedaulatan nasional, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta mengikis kemiskinan ekstrim adalah pengejawantahan murni dari nilai-nilai luhur Pancasila.

​”Kita beruntung hari ini memiliki kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto yang memiliki visi geopolitik yang tajam dan nasionalisme yang tebal. Kebijakan-kebijakan strategis pemerintah saat ini mulai dari hilirisasi industri, penguatan pertahanan, hingga program kesejahteraan rakyat jelata—adalah bukti nyata bahwa Pancasila tidak lagi sekadar dihafal di ruang kelas, tetapi dihidupkan dalam tindakan nyata oleh pemerintah,” puji BM.

​BM menegaskan, seluruh komponen bangsa sudah sepatutnya merapatkan barisan, menyatukan frekuensi, dan memberikan dukungan penuh tanpa syarat kepada jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Stabilitas politik dan kesatuan nasional adalah modal utama agar Indonesia mampu melompat menjadi negara maju.

​Menuju Indonesia Emas.

​Di akhir penyampaiannya yang memikat, tokoh yang dikenal memiliki pemikiran tajam dan objektif ini mengingatkan bahwa kejayaan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh kemampuannya menghafal teks ideologi, melainkan keberaniannya untuk mengejawantahkan nilai tersebut dalam realitas empiris.

​”Transformasi Pancasila dari tataran teks menuju tataran aksi adalah kunci. Ketika kita menghidupkan kembali semangat gotong royong tanpa sekat, merawat empati sosial, dan konsisten bergerak bersama mendukung arah kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat, saat itulah kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas yang sesungguhnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang ideologinya hidup di dalam tindakan nyata pemimpin dan rakyatnya,” pungkas BM mengakhiri wawancara.

​Refleksi 1 Juni kali ini diharapkan mampu mendobrak sekat-sekat formalitas seremonial. Laporan ini menjadi seruan suci bagi seluruh komponen bangsa untuk kembali ke khittah (garis perjuangan) Pancasila, memperkuat sinergi nasional di belakang kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dan melangkah dengan optimisme tinggi demi kejayaan Indonesia di panggung dunia. (Liputan : Nelson Siregar)

Wakil Ketua DPRD Medan Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Ratusan masyarakat konstituen antusias mengikuti penyelenggaraan pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang dilaksanakan Wakil Ketua DPRD Medan H Zulkarnaen SKM. Melalui acara itu, Zulkarnaen berpesan kepada konstituen agar mendidik anak menumbuhkan rasa cinta dan memaknai semangat Pancasila dan menanamkan rasa nasionalisme.

“Mari kita tanamkan supaya anak anak kita tetap cinta Pancasila,” pesan H Zulkarnaen SKM saat pelaksanaan penyebarluasan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan tema Pancasila sebagai sumber nilai, moral dan etika publik pada Mei TA 2026 di Jl Denai, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (30/5/2026).

Diawal acara, terlebih dahulu seluruh peserta dipersilahkan berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu mengucapkan isi Pancasila secara bersama. Artinya, kepada seluruh konstituen terlebih dahulu ditanamkan nilai dan makna Pancasila.

Selanjutnya kata Zulkarnaen SKM, selain nilai Pancasila, diminta kepada peserta untuk pemahaman UUD 1945 dan Lagu Indonesia Raya supaya tidak lupa terutama kepada anak anak generasi bangsa. “Saat ini banyak anak anak tidak hafal lagi Pancasila dan Lagu Indonesia Raya. Apalagi memaknainya dan penerapan kehidupan sehari hari,”ujar Zulkarnaen asal politisi Gerindra itu.

Pada hal kata Zulkarnaen, dengan mempelajari Pancasila akan dapat memaknai dan menjalankan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat. “Mulai keagamaan, kebersamaan, kehidupan gotong royong, musyawarah. Dalam Pancasila sudah diatur semuanya. Kita harapkan ada penerapan yang baik dari kita,”sebutnya.

Pada kesempatan itu, Zulkarnaen melakukan quis kepada peserta dengan beragam pertanyaan yang berkaitan dengan pemahaman Pancasila dan UUD 1945. Secara tidak langsung, dengan adanya quis memberikan pemahaman terkait Pancasila.

Hadir pada kesempatan itu, Camat Medan Denai Yogi P, mewakili Lurah TSM II Paskah Silaban, tokoh masyaralat, tokoh agama dan ratusan masyarakat. (PM)

Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan komponen penting bagi lulusan Program Magang Nasional (MagangHub), selain sertifikat kelulusan program pemagangan. Sertifikasi tersebut menjadi bukti pengakuan atas kompetensi yang dimiliki peserta sehingga dapat meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.

Sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) difasilitasi secara gratis oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui balai-balai pelatihan vokasi yang tersebar di berbagai daerah. “Pemerintah memfasilitasi sertifikasi bagi peserta MagangHub yang telah menyelesaikan program pemagangan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja,”kata Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (31/5/2026).

Yassierli menjelaskan, alumni MagangHub yang ingin memperoleh sertifikasi kompetensi BNSP harus melakukan pendaftaran secara daring dan memilih salah satu dari 15 skema sertifikasi yang tersedia sesuai bidang serta pengalaman kerja yang dimiliki selama mengikuti pemagangan.

Setelah menyelesaikan proses pendaftaran, peserta akan mengikuti uji kompetensi secara tatap muka di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berada dalam jaringan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker. “Setelah mendaftar secara online, pelaksanaan uji kompetensi dilakukan secara offline atau tatap muka di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi melalui jaringan UPTP Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah,”ujarnya.

Adapun 21 UPTP tersebut terdiri atas enam Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), yakni di Bandung, Bekasi, Makassar, Medan, Semarang, dan Serang. Selain itu, terdapat 15 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), yaitu di Ambon, Banda Aceh, Bandung Barat, Bantaeng, Banyuwangi, Belitung, Kendari, Lombok Timur, Padang, Pangkep, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, dan Ternate.

Yassierli menegaskan bahwa seluruh proses sertifikasi bagi alumni MagangHub tidak dipungut biaya dan diselenggarakan langsung di balai-balai pelatihan vokasi Kemnaker. “Sertifikasi tersebut menjadi bukti valid atas keterampilan yang dikuasai sehingga memudahkan peserta untuk diserap oleh industri,”katanya.

MagangHub 2026 terus diperluas dengan target menjangkau hingga 150 ribu peserta. Untuk memperkuat kualitas lulusan, proses penyelesaian program juga diintegrasikan dengan sertifikasi kompetensi. “Penting bagi lulusan MagangHub untuk memiliki sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki, sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar kerja,” kata Yassierli. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Pemko Tanjungbalai Terima Penghargaan Opini WTP dari BPK RI

0

 

Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumut, Paula Henry Simatupang, kepada Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina didampingi Ketua DPRD Tanjungbalai, Tengku Eswin, dalam acara yang digelar di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Sumut, Jumat (29/5/2026).

“Kami bersyukur atas opini WTP untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Ini bukan hanya pengakuan atas transparansi dan akuntabilitas keuangan,”ujar Muhammad Fadly.

Plh Wali Kota juga menegaskan, capaian ini merupakan kerja keras semua OPD, ASN dan dukungan semua elemen masyarakat sehingga menjadi motivasi bagi kami dalam mewujudkan visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, Sejahtera) kedepannya.

BPK menyampaikan, opini WTP diberikan berdasarkan laporan keuangan yang disajikan secara wajar, dalam semua hal material, posisi keuangan Pemerintah Kota Tanjungbalai tanggal 31 Desember 2025 dan realisasi anggaran, perubahan saldo anggaran lebih, operasional, arus kas, serta perubahan ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, BPK RI Perwakilan Sumut juga menyerahkan LHP kepada 7 (Delapan) daerah lainnya, yakni Pemerintah Kabupaten Humbahas, Pemkab Pakpak Bharat, Pemkab Padang Lawas Utara, Pemkab Simalungun, Pemko Binjai, Pemko Gunung Sitoli dan Pemko Tebingtinggi.

Acara turut dihadiri Sekda Tanjungbalai Nurmalini Marpaung, Asisten Administrasi dan Umum Walman Riadi P Girsang, Kepala Inspektorat Indra Halomoan Nasution, Kepala BPKAD Siti Fatimah, dan Kadis Kominfo Indra Adiguna. (Indah)

Lentera Kemanusiaan di Usia Senja: Dua Warsa Bakti Luhur Yayasan Lansia Merdeka Indonesia

0

 

​Medan | suaraburuhnasional.com — Indikator kemuliaan suatu peradaban dicerminkan dari bagaimana bangsa tersebut menempatkan dan menghormati para pendahulunya yang telah memasuki usia senja. Di atas fondasi filosofis itulah, Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI) menenun eksistensinya. Mengawali langkah sejak 5 Juni 2024, lembaga ini kini genap menginjak usia dua tahun pada 5 Juni 2026 sebuah perjalanan dedikasi yang sunyi dari pamrih, namun riuh oleh manifesto karya nyata, Sabtu (30/5/2026).

​Bagi YLMI, momentum dwi warsa ini bukan sekadar seremonial angka yang berganti. Ia adalah sebuah lembaran refleksi atas konsistensi, keteguhan visi, dan ketulusan dalam merajut jaring pengaman sosial dan kemanusiaan demi mengangkat harkat hidup sesama.

​Di bawah kepemimpinan yang karismatik dan visioner dari sang Ketua Umum, DR.(HC) Hartono Tjandra, YLMI telah mentransformasikan diri menjadi episentrum kebajikan yang kokoh. Lembaga ini menjelma menjadi jembatan kasih yang menghubungkan kepedulian sosial dengan realitas hidup masyarakat.

​Salah satu pilar pengabdian yang menjadi bukti nyata konsistensi YLMI adalah program Makan Siang Gratis Bergizi yang diperuntukkan khusus bagi para lansia. Saban hari Selasa dan Jumat, Rumah YLMI yang berdiri anggun di Jalan Lombok No. 2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, selalu berubah menjadi oase hangat di tengah hiruk-pikuk kota.

​Bagi YLMI, program ini dirancang jauh melampaui batas pemenuhan kebutuhan biologis semata. Di balik piring-piring makanan bergizi yang disajikan, ada martabat yang sedang dijunjung tinggi. Rumah yayasan ini diubah menjadi ruang kultural yang humanis; tempat di mana para lansia tidak hanya mengecap nutrisi, melainkan merengkuh kembali rasa kebersamaan, perhatian, dan kasih sayang yang tulus sebuah penawar paling mujarab bagi rasa sepi yang kerap mengintai di hari tua

​Napas humanisme YLMI kembali teruji secara heroik ketika bencana banjir besar melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat pada November 2025 lalu. Di tengah situasi darurat dan duka yang menyelimuti warga, YLMI hadir di garda terdepan tanpa menunda waktu.
​Bergerak dinamis menembus batas-batas geografis, yayasan ini menyalurkan bantuan logistik dan kemanusiaan ke berbagai wilayah yang terdampak parah. Hebatnya, kepedulian mereka melintasi sekat administrasi provinsi, menjangkau para korban hingga ke wilayah Aceh Tamiang.

Aksi respons cepat ini menegaskan sebuah prinsip yang dipegang teguh oleh YLMI: bahwa penderitaan sesama adalah panggilan mutlak yang harus dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika.

​Dua tahun bergerak, YLMI mendobrak pakem bahwa pelayanan sosial hanya berkutat pada bantuan karitatif jangka pendek. Dengan pandangan jauh ke depan, yayasan ini menancapkan kontribusi konkret dalam pembangunan infrastruktur fasilitas publik, yang meliputi: Renovasi Jembatan di Kecamatan Medan Maimun: Memulihkan konektivitas vital warga agar dapat beraktivitas dengan aman dan tenang.

​Pembangunan Jembatan Perintis di Kecamatan Medan Tuntungan: Sebuah mahakarya infrastruktur yang menjadi urat nadi baru untuk membuka isolasi wilayah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Jembatan Perintis yang megah ini dijadwalkan akan diresmikan pada bulan Juni mendatang oleh Walikota Medan, Bapak Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama dengan keluarga besar Donatur Berhati Mulia YLMI.

Kolaborasi ini menjadi potret ideal bagaimana sinergi antara pemerintah, donatur, dan lembaga sosial mampu melahirkan perubahan masif yang berkelanjutan. ​Memasuki gerbang usia baru, YLMI dengan kerendahan hati menyadari bahwa setiap jejak emas yang berhasil ditorehkan tak pernah lepas dari sokongan ekosistem kebaikan di sekelilingnya.

Apresiasi tertinggi dan rasa takzim yang mendalam dialamatkan kepada seluruh pengurus, relawan, donatur, sahabat lansia, serta masyarakat yang telah berjalan beriringan dalam kafilah kemanusiaan ini.​“Kiranya seluruh pengurus, relawan, donatur, serta Bapak dan Ibu Lansia senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat untuk terus melayani serta berbagi kasih kepada sesama,”tutur Sekretaris Umum YLMI, Tere Shia Marbun, SE, dengan penuh ketulusan.

​Dirinya juga menitipkan pesan yang menyentuh kalbu, berharap agar setiap senyuman dan sentuhan kebajikan yang pernah dihadirkan oleh YLMI dapat berbalas untaian doa-doa terbaik dari masyarakat. Doa yang dipanjatkan khusus bagi para Donatur Berhati Mulia, jajaran Pengurus, dan Relawan di bawah kepemimpinan Ketua Umum DR.(HC) Hartono Tjandra, agar senantiasa dianugerahi kelapangan, kesehatan, dan kekuatan untuk terus melanjutkan karya-karya kemanusiaan yang agung bagi Indonesia.

​Dua warsa telah berlalu, dan Jurnal Pengabdian Yayasan Lansia Merdeka Indonesia telah membuktikan bahwa kebajikan yang dirawat dengan konsistensi akan selalu menemukan jalannya untuk menerangi sudut-sudut kehidupan yang redup. Selamat Hari Ulang Tahun ke-2, YLMI. Teruslah menjadi pelita yang menghangatkan Ibu Pertiwi. (Liputan: Nelson Siregar)

Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Permata Hati Bangsa Kota Tebing Tinggi Gelar Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Siswa/i SMP Angkatan IV dan SMA Angkatan V TA 2025-2026

0

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Permata Hati Bangsa yang berlokasi sekolah di Jalan Gunung Krakatau Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan, menggelar Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Siswa/i SMP dan SMA Tahun Ajaran 2025-2026, pada hari Sabtu (30/5/2026) bertempat di Aula Gedung Balai Kartini Convention Center Jalan Gunung Lauser Kelurahan Tanjung Marulak kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Pelaksanaan Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Siswa/i Yayasan Islam Terpadu Permata Hati Bangsa ini dihadiri Pembina Yayasan Zulfikar, Ketua Yayasan Rita Azlina, S.Pd.I., Kepala Sekolah SMP, Kepala Sekolah SMA Lailly Ramadhani, M.Pd., para Mu’allim serta Mu’allimah beserta ratusan orang tua siswa/i yang begitu antusias saling memberikan support dan semangat ketika anak anak mereka diwisuda dan di berikan tanda jasa satu persatu.

Adapun siswa/i yang di wisuda Tahun Ajaran 2025-2026 sebanyak 124 orang, terdiri dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) angkatan ke IV sebanyak 68 orang dan siswa/i Sekolah Menengah Atas Angkatan ke V sebanyak 56 orang.

Zulfikar selaku pembina yayasan Islam terpadu Permata Hati Bangsa dalam pidatonya mengucapkan terima kasih kepada semua orangtua siswa/i yang telah mempercayakan Yayasan Permata Hati Bangsa Kota Tebing Tinggi untuk mendidik anak-anaknya selama tiga tahun, sehingga hari ini kami lepas dan kami kembalikan kepada orangtuanya masing masing untuk melanjutkan pendidikannya sesuai dengan cita citanya.

Selanjutnya Zulfikar berharap kepada semua siswa/i yang akan melanjutkan pendidikannya ke sekolah lain sesuai dengan cita-citanya haruslah tetap semangat memperkuat pendidikan tentang agama Islam, karena Yayasan Islam Terpadu Permata Hati Bangsa berkeinginan agar para siswa/i kelak nantinya bisa menjadi penerus para ustadz dan ustazah yang baik dan mampu mengembangkan agama Islam.

“Saya selaku pembina Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Permata Hati Bangsa Kota Tebing Tinggi mohon maaf kepada semua para siswa/i dan orangtuanya, bilamana selama belajar di sekolah Permata Hati Bangsa ini para siswa/i dapat merasakan perlakuan guru terhadap siswa kurang baik maka dengan ini saya mengucapkan terima kepada kita semua karena itu bukanlah merupakan unsur kesengajaan,” ungkap Zulfikar.

Lailly Ramadhani, MPd selaku Kepala Sekolah SMA Permata Hati Bangsa kepada Awak Media menjelaskan bahwa pelepasan siswa/i hari ini berjumlah 128 orang, terdiri dari siswa/i SMP 68 orang siswa/i SMA 56 orang yang berasal dari Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Lailly Ramadhani berharap kepada para siswa yang sudah dilepas hari ini agar teruslah meningkatkan pendidikannya ke sekolah yang diinginkan agar dapat meraih cita-cita yang diinginkan, kami mohon maaf apabila selama ini para guru dan staf lainnya memiliki kesalahan atau kesilapan, perkataan maupun perbuatan kepada kalian, karena plus minusnya kita sebagai manusia pasti ada,”jelasnya.

Sementara itu seorang ibu bernama Misni Reban yang didampingi suaminya bernama Suprizal kepada awak media menyatakan rasa syukur kehadirot Allah SWT atas diwisudanya putri ke tiganya bernama Gadiza Mutiara Putri (15 tahun). Ibu Misni Reban warga jalan Gunung Martimbang kelurahan lalang selanjutnya mengucapkan terima kasih kepada yayasan pendidikan Islam Terpadu Permata Hati Bangsa Kota Tebing Tinggi yang sudah mendidik putrinya selama tiga tahun dengan begitu baik terutama bidang keagamaan dan hari ini berhasil diwisuda dan juga dilepas untuk ke tingkat Sekolah Menengah Atas melanjutkan keinginannya sesuai dengan cita-citanya.

“Saya berharap kepada yayasan Islam Terpadu Permata Hati Bangsa Kota Tebing Tinggi ke depan semakin sukses, terus maju dan berkembang, tetap dicintai masyarakat luas, para guru serta staf pengajar di Permata Hati Bangsa kiranya tetap sehat dalam lindungan Allah SWT di setiap melaksanakan tugasnya masing-masing,”ujar Misni. (Alfian Haris)

Menakar Ironi Sang Mubaligh Sengkarut Judi Tembak Ikan, “Diplomasi Pistol” dan Desakan Penangkapan Ustadz M Nabawi

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com — Di bawah pendar lampu sorot panggung dakwah, kata-kata adalah mutiara yang menyejukkan jiwa. Namun, ketika ruang berganti menjadi remang dan jauh dari mimbar suci, kata-kata rupanya bisa bermutasi menjadi ancaman yang dingin.

​Dunia dakwah dan kemerdekaan pers hari ini dikejutkan oleh noktah hitam yang mencederai pilar moral masyarakat. Ustadz M. Nabawi, seorang figur yang selama ini dikenal publik sebagai pemuka agama, mendadak menjadi episentrum kontroversi. Sang penceramah diduga terlibat dalam aksi intimidasi bergaya premanisme terhadap seorang jurnalis senior, Sabtu (30/5/2026).

Insiden ini memicu lahirnya sinisme publik yang getir, hingga memunculkan stigma miring di tengah masyarakat: “Mafia Berjubah Ulama”. ​Riuh rendah perkara ini bermula dari beredarnya narasi investigasi di media sosial TikTok dan sejumlah portal berita mengenai menjamurnya praktik judi “tembak ikan” yang kian meresahkan warga Belawan. Tulisan tersebut rupanya menyengat zona nyaman sang ustadz. Merasa tersudut oleh opini publik yang berkembang, Ustadz M Nabawi bersama tiga rekannya—masing-masing berinisial D, S, dan W merespons dengan tensi tinggi.

​Mereka menyasar NS, jurnalis senior sekaligus Ketua Wartawan yang dikenal memiliki jangkauan penugasan resmi di Yonmarhanlan I, Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) Belawan, serta Polres Pelabuhan Belawan. ​Alih-alih menempuh jalur elegan seperti mekanisme Hak Jawab atau Hak Koreksi sebagaimana yang diatur mulia dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, ruang yang sedianya diniatkan untuk klarifikasi justru berubah mencekam.

​Dalam pertemuan tersebut, atmosfer mendadak konfrontatif. Saudara D tampak meradang, sementara Ustadz M. Nabawi diduga kuat mengalami krisis kendali emosi demi mempertahankan reputasinya. Di hadapan Ustadz M. Nabawi, D, S, dan W, jurnalis NS bahkan sampai meletakkan sumpah moral terdalamnya: bahwa ia sama sekali tidak terlibat, tidak tahu-menahu, dan tidak pernah menulis pemberitaan terkait judi tembak ikan yang viral tersebut.

​Namun, kejujuran itu dibalas dengan kepolosan yang brutal. Puncaknya, sebuah tindakan di luar nalar hukum dan etika terjadi: sebilah senjata api jenis pistol dikeluarkan dan ditunjukkan di hadapan NS. Sebuah tindakan yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk “diplomasi pistol” untuk membungkam kebebasan berpikir.

​Tindakan memamerkan senjata api oleh seorang pemuka agama di hadapan pekerja pers bukanlah sekadar gertakan sambal. Isu ini langsung memantik kecaman keras dari seorang pengamat publik berinisial BM. Dengan nada retoris namun artikulatif, BM menyatakan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan marwah seorang pendidik, apalagi pemuka agama.

​”Hal ini sangat tidak pantas dan mencederai nilai-nilai luhur. Apa yang dipertontonkan oleh oknum guru dan ulama tersebut justru menyerupai kelakuan preman. Tindakan arogan itu seolah-olah ingin menunjukkan superioritas kekuasaan yang absolut di atas hukum,”ujar BM dengan nada masygul.

​Lebih lanjut, BM mengingatkan kembali khitah sejati dari seorang penceramah. Menurutnya, seorang pendakwah seharusnya memahami tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) di tengah umat, yaitu mengayomi, merangkul, dan memberikan teladan yang menyejukkan, bukan justru memamerkan arogansi kekuatan yang destruktif.

​Melihat eskalasi konflik yang dinilai telah menabrak rambu-rambu hukum pidana dan mengancam keselamatan fisik pekerja pers, publik mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil tindakan tegas, konkret, dan tanpa pandang bulu.

​”Kami meminta dengan sangat tegas kepada aparat penegak hukum, termasuk pihak Polres Pelabuhan Belawan dan Kodaeral I, agar segera mengusut tuntas dan menangkap Ustadz M. Nabawi yang bertindak layaknya koboi tersebut. Harus dipertanyakan secara hukum, apa motif dan legalitas di balik kepemilikan serta penunjukan senjata api tersebut kepada wartawan yang sedang menjalankan tugasnya,”cetus BM secara normatif.

​Namun, ada satu paradoks besar yang menyelimuti kasus ini. Muncul tudingan sepihak yang mencoba mengambinghitamkan NS sebagai sosok di balik layar yang memproduksi berita judi tersebut. Pertanyaan besarnya: Jika memang NS telah bersumpah tidak terlibat, mengapa Ustadz Nabawi justru tampak begitu reaktif dan kebakaran jenggot?. Mengapa pula pusaran narasi judi tersebut memicu reaksi defensif yang berlebihan dari sang ustadz dan kelompoknya?. ​”Ada apa sebenarnya di balik tirai ini? Mengapa sang mubaligh yang justru kepanasan?,”imbuh BM mempertanyakan kejanggalan tersebut.

​Insiden ini kini menjadi ujian presisi bagi profesionalisme penegakan hukum setempat. Jubah agama seharusnya menjadi perlindungan bagi kaum yang lemah dan simbol kedamaian, bukan dijadikan tameng kosmetik untuk melegitimasi aksi premanisme, apalagi dugaan kepemilikan senjata api tldi duga tanpa izin.

​Publik kini berada di posisi menonton dengan saksama: Apakah hukum akan tegak lurus menembus batas status sosial, ataukah jubah religiusitas sekali lagi berhasil meredam bunyi letusan keadilan?
​Satu hal yang pasti dalam hukum alam jurnalistik: sebutir peluru mungkin bisa menghentikan satu detak jantung, namun ia tidak akan pernah mampu membunuh kebenaran yang telah lahir ke rahim publik. (Liputan: Nelson Siregar)

Pemko Tebing Tinggi Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-turut, Wali Kota : Jadikan Motivasi Pembangunan Kota yang Lebih Baik

0

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
Di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Iman Irdian Saragih, Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi kembali mengukuhkan dedikasinya dalam tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan profesional. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Pemko Tebing Tinggi dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2018.

Predikat tertinggi atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang kepada Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih dan Ketua DPRD Tebing Tinggi Sakti Khadaffi Nasution dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun 2025 se-Provinsi Sumatera Utara di Auditorium BPK Perwakilan Sumut, Medan, Jumat (29/5/2026).

Wali Kota Iman Irdian Saragih dalam sambutannya menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari sinergi dan integritas seluruh jajaran perangkat daerah. Ia menegaskan bahwa opini WTP merupakan standar minimal yang harus dijaga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. “Prestasi ini harus menjadi motivasi agar ke depan kita semakin baik demi kemajuan pembangunan di Kota Tebing Tinggi. Jangan hanya dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan,” tegas Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah kota serta stakeholder yang telah bekerja keras menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah.

Pemerintah Kota Tebing Tinggi berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK secara tepat waktu dan tepat sasaran, serta meningkatkan sistem pengendalian internal agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini. “Walaupun mendapat opini WTP, bukan berarti pekerjaan sudah selesai. Masih banyak hal yang harus diperbaiki, termasuk tata kelola agar kesalahan berulang tidak terjadi lagi,”tambah Wali Kota.

Kepala BPK Perwakilan Sumut, Paula Henry Simatupang, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemko Tebing Tinggi dalam menyajikan laporan keuangan yang berkualitas dan atas kerjasama yang kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Paula Henry berharap koordinasi yang telah terjalin baik dapat terus dipertahankan guna mewujudkan kemandirian fiskal daerah yang transparan. “Terima kasih atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan. Mari kita saling mendukung demi pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik,”pungkasnya.

Acara penyerahan LHP kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan sesi foto bersama para kepala daerah dan Ketua DPRD dari delapan kabupaten/kota penerima LHP atas LKPD Tahun 2025.

Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam acara penyerahan LHP tersebut, antara lain Sekdako Erwin Suheri Damanik, Inspektur Kota M. Fachri, Kepala BPKPD Sri Imbang Jaya Putra, Kadis Kominfo Ghazali Rahman, serta jajaran DPRD, Inspektorat, dan BPKPD Tebing Tinggi. (Alfian Haris)

PKS Kebun Rambutan Gelar Turnamen Sepak Bola Memperebutkan Piala SP BUN dan SP PTSPMN

0

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
PKS PTPN III Kebun Rambutan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berkolaborasi dengan Serikat Pekerja Sri Pamela menggelar turnamen sepak bola memperebutkan piala SP-BUN dan piala SP-PTSPMN, dimulai pada hari Jumat (29/5/2026) bertempat di lapangan sepakbola Kompleks PKS Rambutan, Desa Paya Bagas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara.

Turnamen sepak bola yang di gelar selama empat hari ini diikuti oleh 12 tim dari berbagai wilayah sekitar PKS PTPN III Rambutan dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dan sekaligus mendukung program “Berondolan” (Bersama Rutin Olahraga dan Ngobrol Dengan Karyawan) PTPN IV Regional I.

Rezeki Mahyanda selaku Ketua Panitia Pelaksana mengatakan bahwa turnamen sepak bola memperebutkan piala SP-BUN dan piala SP-PTSPMN ini baru yang pertama kami dilaksanakan dan akan dilaksanakan selama empat hari dimulai hari ini, dengan peserta tim sepakbola terbatas yaitu cuma di ikuti 12 klub tim dari berbagai wilayah di sekitar Kota Tebing Tinggi.

“Harapan kami selaku panitia tentunya, dengan digelarnya turnamen sepakbola ini, tentunya bisa menjadi momentum pembinaan bagi generasi muda kita dan akan terhindar dari berbagai perbuatan yang bersifat negatif terutama bagi anak anak muda akan terhindar dari narkoba dan selanjutnya kolaborasi kami menggelar turnamen ini adalah bertujuan untuk memperbanyak silaturahmi antar pemain, antar pekerja dan juga antar masyarakat sekitarnya,”ungkap Rezeki Mahyanda.

Turnamen tersebut dibuka secara langsung oleh Manejer PKS Rambutan, Muhammad Hasan Harahap yang turut didampingi Penasehat Panitia Pelaksana Turnamen yaitu Binsar Sitindaon selalu Ketua SP-BUN PKS Rambutan. (Alfian Haris)