13.7 C
Munich
Kamis, Juli 2, 2026

Di Hari Jadi Kota Tebing Tinggi ke-109, Ir. Pahala Sitorus Harapkan Eksekutif dan Legislatif Lakukan Rekonsiliasi dan Konsolidasi

Must read

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
Di usia Kota Tebing Tinggi yang ke-109, tentunya kita mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Tebing Tinggi kepada seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi, namun terkait dengan pembangunan, di usia yang ke-109 ini penuh dengan tantangan. Kalau beberapa tahun yang silam Kota Tebing Tinggi ini masih menjadi daerah tujuan dan perlintasan, sekarang sudah sangat berkurang dengan adanya jala tol, karena orang dari Medan tidak lewat Kota Tebing Tinggi lagi, tapi langsung keluar Tol Sinaksak, kemudian orang dari Medan mau menuju Kisaran langsung keluar Tol Limapuluh, sehingga jumlah orang yang melintasi Kota Tebing Tinggi, jumlah orang yang datang ke Kota Tebing Tinggi semakin berkurang, dan ini sangat berdampak terhadap pembangunan di Kota Tebing Tinggi. Akibat dari itu seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi yang dipimpin oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus bersatu, mendukung program pemerintah mencari solusi untuk bagaimana di usia 109 tahun ini Kota Tebing Tinggi bisa menjawab tantangan ini.

Ungkapan tersebut disampaikan seorang pengamat warga Kota Tebing Tinggi, Ir. Pahala Sitorus, S.H., M.M. di tengah-tengah perayaan Hari Jadi Kota Tebing Tinggi ke-109 tahun yang dihadiri langsung Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih, S.E, Ketua DPRD Sakti Khadafi Nasution beserta Forkopimda, Forkopincam, para SKPD, Lurah, Organisasi Pemuda, Organisasi Kemasyarakatan, Tokoh Agama, Masyarakat dan undangan lainnya.

Lanjut Pahala Sitorus, Kota Tebing Tinggi tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA), sehingga Pemerintah Kota dan masyarakat harus membuat Sumber Daya Buatan, yang mana pemerintahan 15 tahun yang lalu yang sebenarnya sudah digagasi menjadi Kota Jasa, Kota Perdagangan, termasuk Kota Pendidikan, jadi karena tidak ada Sumber Daya Alam, tentu kita harus fokus, salah satunya pada bidang UMKM. Kalau UMKM hanya dicanangkan saja, tapi tidak didukung dengan anggaran maka akan sia-sia. Jadi, kalau kita mau bicara soal ekonomi kerakyatan mendukung usaha mikro, tentu Pemerintah Kota harus berpihak dalam penganggaran, namun yang saat ini terjadi di Kota Tebing Tinggi dipertontonkan kepada masyarakat banyak ketidakharmonisan antara Eksekutif dan Legislatif. Ketika Eksekutif dan Legislatif ini tidak harmonis, maka apapun program untuk mendukung ekonomi kerakyatan sangat sulit untuk terwujud dan yang menjadi korban adalah rakyat. Untuk itu, yang harus dilakukan yaitu “Rekonsiliasi dan Konsolidasi”, contohnya, di mana-mana Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota di spanduk bersanding, tapi pada prakteknya tidak pernah bersanding, karena satu di Timur satu di Barat dan hal itu hanya terjadi saat di foto saja. Kalau saja Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyatu mewujudkan visi misinya ketika mau mencalonkan menjadi Wali Kota dan Wakil Wali yang saat ini visi misi itu sudah menjadi Perda untuk pembangunan dalam jangka lima tahun tentu program itu dapat terwujud. Jadi, masyarakat sekarang ini seperti menonton opera, sebab DPRD juga tidak menyatu. Boleh bertanding di ruang sidang, tapi di luar sidang berangkulan, seperti bertinju yang kalau sudah selesai bertinju berangkulan, inilah yang harus menjadi cerminan dan momentum di 109 tahun Kota Tebing Tinggi supaya Eksekutif dan Legislatif melakukan Rekonsiliasi membangun Kota Tebing Tinggi yang tanpa disadari sisa jabatan Eksekutif dan Legislatif hanya tinggal tiga setengah tahun lagi,” tegas Pahala Sitorus yang juga mantan Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi dan seorang Dosen dan juga sebagai seorang Pengacara.

Pahala Sitorus juga menegaskan bahwa adanya ketidakharmonisan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota memang nyata adanya, dan mulai sekarang 1-Juli-2026 segera lakukan Rekonsiliasi, tatap masa depan Kota Tebing Tinggi yang lebih baik supaya rakyat Kota Tebing Tinggi bisa lebih sejahtera,” ujarnya.

Menanggapi hal yang perlu dikelola di Kota Tebing Tinggi, Pahala Sitorus mengatakan, perlu adanya Sumber Daya Buatan seperti contoh aliran Sungai Padang yang dikatakannya bisa dikelola, kalau anggaran cukup, bukan hanya menganggarkan APBD, tapi harus didukung dengan melibatkan pihak swasta mengacu kepada aturan-aturan yang berlaku,” ungkap Pahala Sitorus sembari mengatakan bahwa sungai Padang bisa dijadikan objek wisata karena sungai Padang tanggung jawab kementerian dan sinergitas dengan Provinsi dan juga Kota.

Kemeriahan Perayaan Hari Jadi Kota Tebing Tinggi yang ke-109 ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng, pelepasan balon udara berhadiah dan dihibur band asal Kota Medan, Lebah Begantong dan lain-lain. (Alfian Haris)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article