Belawan | suaraburuhnasional. com – Sebuah insiden memilukan kembali melanda armada perikanan di Sumatra Utara. Kapal pukat teri KM Merpati Indah 7 hangus dilalap si jago merah saat melintas di perairan Belawan, Rabu (5/8/2026).
Dugaannya bermula dari kebocoran vital pada saluran gas buang (knalpot) di dalam kamar mesin yang memicu kobaran api dahsyat. Kapal penangkap ikan milik gudang PMS Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan tersebut sedianya tengah berlayar pulang menuju dermaga. Namun, sebelum sempat bersandar, ruang mesin mendadak membara. Residu dan akumulasi bahan bakar minyak (BBM) di area sensitif tersebut membuat api dengan sekejap menjalar, membakar seluruh konstruksi kamar mesin, dan mengisolasi kapal di tengah lautan.
Situasi mencekam membuat upaya pemadaman mandiri oleh para kru berakhir buntu. Dalam kondisi yang kian genting dan terdesak oleh kepungan api yang membesar, para Anak Buah Kapal (ABK) mengambil keputusan dramatis demi mempertahankan nyawa: melompat ke laut lepas.
”Informasi yang kami terima, titik api berasal dari kebocoran knalpot mesin. Karena di dalam ruang mesin banyak tersimpan BBM, api menyambar sangat cepat dan melahap seluruh ruangan,” ungkap Wawan, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Aksi penyelamatan berlangsung dramatis ketika sejumlah kapal nelayan lain yang tengah melintas melihat gumpalan asap hitam membubung tinggi. Tanpa ragu, para nelayan bergerak sigap mendekati lokasi kejadian dan mengevakuasi para ABK yang terombang-ambing di perairan.
Hingga saat ini, otoritas perairan setempat bersama pihak pengelola kapal masih melakukan pendataan resmi terkait kondisi seluruh ABK serta perkiraan total kerugian material.
Bangkai KM Merpati Indah 7 kini tengah ditarik menuju Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan guna penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (Liputan : Nelson Siregar/AY)






















