Belawan | suaraburuhnasional.com – Transformasi paradigma pendidikan modern menegaskan bahwa internalisasi pengetahuan tidak lagi tersentralisasi di dalam ruang kelas konvensional. Mengaktualisasikan prinsip expeditionary learning (pembelajaran berbasis ekspedisi), sebanyak 71 siswa Sekolah Dasar (SD) Al Fityah Binjai bersama 7 fasilitator pendidik menggelar kunjungan edukatif bernilai strategis ke Markas Komando Daerah TNI Angkatan Laut I (Mako Kodaeral I), Belawan, Kamis (22/10/2026).
Fokus utama kegiatan saintifik dan edukatif ini dipusatkan di atas geladak KRI Torani, salah satu alutsista (alat utama sistem persenjataan) patroli modern milik TNI Angkatan Laut. Melalui interaksi langsung ini, para siswa diajak menelusuri kompleksitas ekosistem kemaritiman sekaligus memahami kalkulasi geopolitik dan pertahanan dalam menjaga integritas teritorial perairan Indonesia.
Pengenalan dunia bahari sejak usia dini (early childhood maritime literacy) merupakan instrumen krusial dalam membentuk maritime consciousness (kesadaran kemaritiman) pada generasi Z dan Alfa. Di atas KRI Torani, para siswa melakukan observasi empiris terhadap infrastruktur navigasi, mekanisme komunikasi bahari, hingga fungsi hidrodinamika serta ketahanan kapal dalam menghadapi dinamika oseanografi.
Pembelajaran kontekstual ini dirancang untuk menstimulasi neuro-kognitif anak, mengubah konsep-konsep abstrak tentang lautan menjadi pemahaman konkret yang membekas dalam memori jangka panjang (long-term memory).
Kunjungan ini tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan kognitif (cognitive transfer), tetapi juga mencakup enkulturasi nilai-nilai aksiologis. Melalui interaksi langsung dengan prajurit TNI AL, para siswa menginternalisasi prinsip kedisiplinan, hierarki kepemimpinan, tanggung jawab, serta esprit de corps (semangat jiwa korsa).
Demonstrasi dedikasi para prajurit dalam menjaga kedaulatan laut Nusantara menjadi katalisator efektif dalam memupuk patriotisme transformatif sebuah rasa cinta tanah air yang berbasis pada pemahaman rasional atas kekayaan geomaritim Indonesia sebagai negara kepulauan (archipelagic state) terbesar di dunia.
Komitmen Strategis Kodaeral I dalam Pembinaan Potensi Maritim
Melalui keterbukaan akses edukatif ini, Kodaeral I menegaskan peran ganda TNI AL: selain sebagai garda depan hard defense (pertahanan fisik negara), juga berperan aktif dalam fungsi soft power melalui pembinaan potensi maritim (binpotmar).
Sinergi antara institusi pendidikan dasar dan komando kewilayahan militer ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki kecerdasan spasial-ekologis serta wawasan kebaharian yang komprehensif demi menyongsong era Indonesia Emas. (Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)















