13 C
Munich
Kamis, Juni 11, 2026

Bupati TRK Minta Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan 647 Huntap Korban Banjir Beutong Ateuh

Must read

 

Nagan Raya | suaraburuhnasional.com -Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., meminta pemerintah pusat segera mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang terdampak parah akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.

Permintaan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa (9/6/2026), dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Dalam rapat tersebut turut hadir Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta para bupati dan wali kota se-Aceh guna membahas langkah percepatan pemulihan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Di hadapan Menteri Dalam Negeri, Teuku Raja Keumangan menjelaskan banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Nagan Raya. Namun, dampak paling berat terjadi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang berada di kawasan pegunungan.

Menurutnya, dari empat desa yang berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dua desa mengalami kerusakan cukup parah. Sebanyak 647 rumah warga harus dibangun kembali dalam bentuk hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

Ia menjelaskan seluruh pertapakan lahan untuk pembangunan hunian tetap telah selesai disiapkan. Pemerintah daerah berharap proses pembangunan fisik dapat segera dimulai agar masyarakat memperoleh tempat tinggal yang layak.

Teuku Raja Keumangan mengatakan hasil koordinasi terakhir dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan adanya komitmen untuk segera memulai proses pembangunan fisik hunian tetap bagi warga yang terdampak banjir.

Selain hunian tetap, Bupati Nagan Raya juga menyoroti kondisi sarana pendidikan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Hingga kini, siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama masih belajar di fasilitas darurat.

Ia berharap kementerian terkait dapat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan kembali gedung sekolah permanen sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara normal serta memberikan rasa aman kepada para siswa.

“Anak-anak kita masih belajar di sekolah darurat. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pendidikan kembali berjalan dengan baik,” kata Teuku Raja Keumangan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Nagan Raya juga melaporkan kerusakan infrastruktur di Kecamatan Darul Makmur. Sebuah jembatan rangka baja sepanjang sekitar 200 meter di Desa Alue Waki dilaporkan hancur akibat banjir.

Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan sekitar 150 kepala keluarga yang tinggal di dua dusun seberang sungai terisolasi dari akses utama. Kondisi itu berdampak terhadap aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Saat ini para pelajar dan petani kelapa sawit terpaksa menggunakan perahu kecil untuk menyeberangi sungai yang berarus deras. Selain membahayakan keselamatan, biaya transportasi dan distribusi hasil kebun juga meningkat.

Menutup penyampaiannya, Teuku Raja Keumangan meminta dukungan serta perhatian cepat dari pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Nagan Raya.

Bupati yang dikenal dengan sebutan Raja Beutong itu juga mengundang Menteri Dalam Negeri untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan sekaligus mengunjungi Masjid Giok yang menjadi ikon wisata religi Kabupaten Nagan Raya.

“Harapan kami, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan hunian tetap, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur yang rusak akibat bencana,”pungkasnya. (Dia)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article