Aceh Tenggara I suaraburuhnasional.com – Kepala sekolah SD Negeri Perapat Hilir Dahliani dituding para wartawan menjadi penghambat maju sekolah karena adanya tudingan bahwa sering kali wartawan minta bantuan kepada kepala sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tenggara diminta untuk copot jabatan Kepsek SD Negeri Perapat Hilir demi menjaga hubungan baik antara para wartawan dan Dinas Pendidikan.
Pasalnya Kepsek SD Perapat Hilir Dahliani dalam sebuah percakapan di aplikasi WhatsApp hasil percakapan tersebut pada Sabtu (17/10/2026) yang sudah di screenshot oleh wartawan yang bunyi dari percakapan tersebut menuding sekolah di Kabupaten Aceh Tenggara tidak maju karena dihambat oleh wartawan.
Ini bunyi percakapan yang telah di screenshot “heran aku melihat kamu ni semua “wartawan” mau buat kegiatan minta sana sini, yang diincar selalu sekolah. Kapankah mau maju sekolah kek gitu. Sekolah pun sekolah kecil yang tak maju. Saya belum sampai satu tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Perapat Hilir sudah banyak perubahan kubuat boleh kamu cek sendiri”.
Menanggapi pernyataan tersebut Lembaga Pemantau Repormasi Indonesia (LPRI) Aceh bidang Gratifikasi dan Penindakan Yusuf M Teben melalui selulernya Minggu (18/10/2026), mengatakan, kita sangat menyayangkan atas peryataan yang disampaikan seorang Kepala Sekolah SD Negeri Perapat Hilir Dahliani.
Isi pernyataan Kepala Sekolah SD Negeri Perapat Hilir bisa kita artikan peryataan tersebut “menuding sekolah SD kecil tidak bisa maju karena adanya rekan wartawan yang ada kegiatan minta sana sini dan menargetkan sekolah. Kepala Sekolah SD Negeri Perapat Hilir Dahliani sekolah tidak akan maju jika wartawan meminta bantuan kepada pihak sekolah”.
Dengan arti kata lain,”wartawan menghambat maju sekolah karena kalau ada kegiatan minta sana sini kepada pihak Kepala Sekolah”, tuduhan Kepala Sekolah SD Negeri Perapat Hilir Dahliani jelas salah besar. Ujar Yusuf M Teben.
Suatu sekolah maju mundur ditentukan oleh manajemen Kepala Sekolah dalam mengelola keuangan maupun disiplin Guru di sekolah tersebut yang bisa menjadi contoh bagi siswa siswi di sekolah tersebut. Kepala sekolah perlu menyampaikan kepada masyarakat yang berdomisili di sekitar sekolah tersebut tentang apa saja program – program sekolah. Jelas Yusuf M Teben.
Dengan adanya informasi yang disampaikan kepada masyarakat tentang program sekolah. Secara otomatis minat masyarakat untuk menyekolahkan kan anaknya di sekolah yang kita pimpin akan meningkat. Kata Yusuf M Teben.
Jika pun ada rekan media yang meminta bantuan kepada pihak sekolah hal tersebut sangat wajar karena wartawan adalah mitra kerja kepala sekolah. Jadi tidak ada dasar Kepsek SD Perapat Hilir Dahliani mengatakan sekolah tidak maju karena adanya rekan wartawan minta bantuan kepada kepala sekolah. Jelas Yusuf M Teben.
Kita minta kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tenggara agar secepatnya mencopot jabatan Kepsek SD Negeri Perapat Hilir Dahliani pasalnya peryataan yang ditulis bisa menjadi pemicu rusak hubungan dengan pihak Dinas Pendidikan dan para wartawan. Ungkap Yusuf.
Lebih lanjut Yusuf M Teben menjelaskan Dahliani tidak pantas menjadi Kepala Sekolah. Karena saya menilai Kepsek itu tidak mampu untuk berkomunikasi dengan baik. Akibat tidak mampu berkomunikasi dengan baik sehingga akan memunculkan persoalan lain yang bisa merugikan Dinas Pendidikan Aceh Tenggara. Jelas Yusuf M Teben.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tenggara harus secepatnya menindak lanjuti persoalan ini agar hubungan baik selama ini antara Dinas Pendidikan dan para wartawan tetap terjaga. Tegas Yusuf M Teben mengakhiri penjelasannya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Perapat Hilir Dahliani ketika dihubungi melalui aplikasi WhatsApp Minggu (18/10/2026), meski telah membaca pesan wartawan ini namun sayangnya kepsek SD Negeri Perapat Hilir Dahliani tidak membalas pesan wartawan ini hingga berita ini dikirim ke meja kerja Pemimpin Redaksi. (Dinni)
















