19 C
Munich
Sabtu, Juni 20, 2026
Beranda blog Halaman 6

Simfoni Hijrah dan Spiritualitas Ribuan Warga pada Gebyar Muharram 1448 H

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Ada magnitudo spiritual yang luar biasa ketika sebuah kota pelabuhan yang karib dengan riuh pelayaran dan dinamika pesisir, mendadak hening dalam khusyuk, lalu berpendar dalam syahdu. Pada Senin malam (15/6/2026), Lapangan Stadion PJKA, Kelurahan Belawan II, menjadi saksi bisu mutasi kultural tersebut.

Ribuan masyarakat tumpah ruah, melebur dalam satu visi yang sama: merayakan pergantian tahun lewat perhelatan akbar Gebyar Muharram 1448 Hijriah. Agenda monumental yang dimotori oleh Ukhuwah Badan Kesejahteraan Masjid Medan Utara (UBKMMU) ini bukan sekadar seremoni penanggalan Islam. Lebih dari itu, ia adalah sebuah manifesto sosial untuk mendeklarasikan wajah baru Belawan yang religius, damai, dan bermartabat.

​Geliat perayaan sebenarnya telah berdenyut sejak pagi hari pukul 09.00 WIB melalui berbagai rangkaian festival. Namun, atmosfer magis baru benar-benar merengkuh kota ketika senja meluruh.
​Parade dimulai dari pelataran Masjid Jamik Belawan di Jalan Selebes. Tak kurang dari 2.000 peserta dengan armada roda dua dan roda empat bergerak tertib membentuk formasi barisan.

Uniknya, alih-alih menggunakan api konvensional, ribuan obor elektrik dipilih sebagai instrumen utama. Keputusan ini menghadirkan perpaduan estetika modern dan tradisi yang memukau. Membentang dari Belawan hingga Simpang Kantor Kecamatan Medan Labuhan, jalanan malam itu berubah menjadi koridor cahaya. Gema takbir dan lantunan sholawat yang bersahut-sahutan di antara pendar lampu obor menciptakan pemandangan sinematik yang menggetarkan hati siapapun yang menyaksikannya.

​Setibanya konvoi di Lapangan PJKA, ritme acara beralih dari kemeriahan visual menuju kedalaman spiritual. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ketua MUI Medan Labuhan, Ustaz Ahmad Fahruni Al Haj, seketika mengheningkan lapangan yang dipadati lautan manusia. Kehangatan malam semakin lengkap dengan unjuk bakat para pemenang lomba nasyid dan parade busana muslim yang telah digelar pada hari-hari sebelumnya.

​Puncak dari seluruh rangkaian acara ini bermuara pada orasi ilmiah dan tausiyah dari Dai nasional terkemuka asal Papua, Ustaz Fadlan Garamatan. Tokoh yang dikenal luas berkat pendekatan dakwahnya yang humanis di pedalaman Indonesia Timur ini berhasil memukau jemaah. Dalam petuah bijaknya, beliau menggarisbawahi bahwa esensi hijrah adalah transformasi kolektif sebuah komitmen untuk mengangkat harkat, memperkuat persaudaraan (ukhuwah), dan menjaga keutuhan bangsa dari akar rumput.

​Ketua Panitia Pelaksana, Johan Arifin, S.H., menegaskan bahwa Gebyar Muharram ini dirancang sebagai instrumen taktis untuk melakukan rekonsiliasi citra terhadap kawasan Belawan. ​”Kami mengarsiteki festival budaya Islam ini agar berjalan berkelanjutan. Ini adalah ikhtiar konkret untuk memperkuat syiar sekaligus mengikis stigma negatif yang selama ini telanjur melekat pada Belawan. Kita ingin mengirimkan pesan ke luar bahwa Belawan adalah beranda pelabuhan yang aman, damai, dan sarat nilai religius,” ujar Johan dengan nada optimis.

​Langkah progresif UBKMMU ini sejalan dengan pandangan tokoh masyarakat Medan Utara sekaligus Ketua Dewan Penasehat UBKMMU, Datok H. Irfan Hamidi. Beliau mengapresiasi konsistensi lembaga yang sebelumnya juga sukses menggebrak lewat Festival Bedug dan Pawai Ta’aruf jelang Iduladha lalu. ​”Muara dari seluruh pergerakan ini adalah persatuan. Kita mengetuk pintu langit di awal tahun baru Islam ini agar membawa perubahan transformatif bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” tutur Irfan Hamidi.

​Bobot eksklusif dari perhelatan ini semakin sahih dengan hadirnya representasi pemimpin dari berbagai lini sektor yang duduk berdampingan di tengah warga:
​Rico Tri Putra Bayu Waas (Wali Kota Medan) yang hadir memimpin langsung rombongan pemerintahan kota.
​H. Musa Rajekshah, S.H., M.Hum. (Anggota DPR RI / Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut), tokoh nasional yang akrab disapa Ijeck. Hadi Suhendra (Wakil Ketua DPRD Kota Medan) sekaligus Ketua PAC PP Kecamatan Medan Belawan serta Syaiful Bahri (Anggota DPRD Medan). ​Dr. Hasan Maksum (Ketua MUI Kota Medan).

​Pilar Forkopimda dan Keamanan: Kompol Dedy Dharma (Wakapolres Pelabuhan Belawan), AKP Ponijo, S.H. (Kapolsek Belawan), Kapten Armansyah Nasution (Danramil Belawan), serta Kolonel Laut (PM) Triono dari POMAL Belawan yang mewakili unsur TNI-Polri. ​Jajaran camat, lurah, pemuka adat, serta tokoh pemuda setempat.

​Kehadiran para pemangku kebijakan lintas instansi hingga akhir acara ini mengirimkan sinyal kuat kepada publik: bahwa visi besar mengubah Belawan menjadi kawasan yang maju dan religius mendapat dukungan penuh secara struktural maupun kultural. ​Malam itu, Belawan tidak hanya berhasil menyambut Tahun Baru Islam dengan megah, tetapi juga sukses menancapkan standar baru bagaimana sebuah syiar agama mampu dikemas menjadi tontonan yang mengedukasi sekaligus tuntunan yang menginspirasi. (Liputan: Nelson Siregar)

SMK Negeri 1 Kota Tebing Tinggi Gelar Class Match

0

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
SMK Negeri 1 Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara yang beralamat di Jalan Letda. Sujono Kelurahan Bulian Kecamatan Bajenis menggelar Class Match salah satunya lomba seni tari yang diikuti oleh seluruh kelas, dari kelas X dan XI, dilaksanakan di halaman sekolah pada Senin (15/6/2026).

Lomba tari-tarian yang dibawakan oleh murid-murid SMK Negeri 1 tersebut terdiri dari tarian berbagai daerah dan terlihat terampil dalam penampilan yang disuguhkan kepada penonton.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Tebing Tinggi, Yusdiantoro, S.Pd. mengatakan, hari ini SMK Negeri 1 Kota Tebing Tinggi menggelar kegiatan Class Match. Adapun yang dimaksud dengan Class Match ini adalah melaksanakan kegiatan perlombaan dalam rangka mengisi jeda waktu antara setelah bagi raport dan kembali menuju ke bagi raport hasil dari belajar selama satu semester, jadi kita manfaatkan waktu tersebut untuk melakukan aktifitas perlombaan, dan dalam tahun ini SMK Negeri 1 Kota Tebing Tinggi lebih mengarah dalam hal literasi pada penguatan pengembangan literasi sekaligus dalam rangka mencari bakat-bakat anak-anak, khususnya dalam bidang seni tari, seni suara dan kemampuan membuat suatu video literasi, itu yang kita lakukan pada hari ini dari saat dimulai sejak tanggal 10 Juni kemarin dan akan berakhir pada tanggal 16 Juni,” sebut Yusdiantoro.

Selain lomba tari-tarian, kegiatan ini juga memperlombakan lomba vokal solo, lomba paduan suara dan lomba video literasi, tujuannya yaitu untuk meningkatkan atau mencari bakat, kemudian pengembangan minat bakat anak-anak, selanjutnya mencari talenta-talenta yang mungkin pada suatu saat nanti bakat ini bisa dikembangkan oleh anak-anak di masa yang akan datang. Setelah kegiatan ini dilaksanakan, ternyata minat untuk mengikuti kegiatan lomba ini sangat besar sehingga anak-anak berupaya semaksimal mungkin melakukan latihan mulai dari awal, kemudian melakukan persiapan-persiapan sehingga anak-anak bisa mengikuti lomba ini. “Alhamdulillah pesertanya cukup banyak, setiap kelas mengirim peserta untuk ikut lomba,” ujar Yusdiantoro.

“Bagi peserta yang berhasil meraih juara dalam perlombaan ini akan terus dibina untuk disiapkan menjadi utusan mewakili SMK Negeri 1 Tebing Tinggi yang tentunya apabila nantinya ada perlombaan di tingkat Kabupaten/Kota atau Provinsi,”sebut Yusdiantoro.

Yusdiantoro menambahkan, sekolah akan terus memberikan suport, mendukung, dan kegiatan ini akan terus kita laksanakan sebagai event tahunan di sekolah kita. Sebenarnya Class Match ini setiap tahun dilaksanakan, cuma tahun ini polanya dirubah, kita laksanakan lebih pada pendekatan literasi, beda pada tahun-tahun lalu yang pada pendekatannya pada olahraga. Harapan saya agar anak-anak terus semangat, terus memiliki minat yang kuat agar bisa mengembangkan bakatnya yang insya Allah bakat-bakat itu bisa mendampingi mereka untuk yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” ungkap Yusdiantoro. (Alfian Haris)

Bagaimana Satrol Kodaeral I Menempa Jiwa Para Pengawal Samudra

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di bawah langit pesisir Belawan yang menyengat, sebuah pesan bisu namun tegas dikirimkan kepada dunia: kedaulatan laut Indonesia tidak dijaga oleh sekadar pion, melainkan oleh para petarung yang mentalnya telah ditempa hingga membaja.
​Senin (15/6/2026),

Lapangan Apel Mako Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) berubah menjadi medan pembuktian. Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral I menggelar uji Halang Rintang sebuah tradisi militer sarat gengsi dalam kerangka Pembinaan Satuan (Binsat) yang didedikasikan untuk menguji batas akhir kemampuan manusia.
​Membawa spirit mendalam “Pargomgom Samudora” (Sang Penguasa Samudra), latihan ini bukan sekadar rutinitas baris-berbaris atau unjuk kekuatan fisik. Ini adalah simulasi taktis di mana batas antara ketahanan fisik, kecerdasan strategis, dan soliditas komando dilebur menjadi satu kekuatan utuh.

​Medan halang rintang yang disiapkan bukanlah lintasan biasa. Setiap rintangan dirancang untuk mereplikasi dinamika ancaman nyata di laut lepas mulai dari cuaca ekstrem, situasi darurat di atas kapal, hingga skenario pertempuran jarak dekat.

​Seluruh personel Satrol Kodaeral I dipaksa merayap, melompat, dan menerjang rintangan dengan satu kondisi wajib: kecepatan tinggi di bawah tekanan mental yang masif. ​Di sini, ego pribadi dihancurkan untuk melahirkan jiwa korsa yang murni. Seorang prajurit tidak hanya dituntut untuk menyelamatkan dirinya sendiri, melainkan memastikan seluruh timnya mampu menembus garis akhir secara utuh.

Latihan ini melatih insting para prajurit untuk tetap tenang dan mampu mengambil keputusan krusial dalam hitungan detik ketika situasi di lapangan berubah menjadi kacau dan dinamis. ​Di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan ancaman keamanan di selat-selat strategis Indonesia, profesionalisme TNI AL adalah jaminan mutlak.

​Komandan Satuan Patroli Kodaeral I menegaskan bahwa investasi terbaik sebuah satuan militer terletak pada kualitas manusianya. ​”Binsat ini adalah program berkelanjutan yang tidak bisa ditawar. Fisik yang prima dan mental yang kokoh adalah modal utama sekaligus harga mati. Tanpa itu, kecanggihan alutsista (alat utama sistem persenjataan) kita tidak akan ada artinya,” tegas Dansatrol Kodaeral I.

​Bagi masyarakat luas, berita tentang peluh dan keringat di Belawan ini adalah sebuah jaminan rasa aman. Satrol Kodaeral I sedang mengirimkan pesan yang tajam: bahwa setiap jengkel perairan, setiap jalur perdagangan maritim, dan setiap nelayan Indonesia yang mencari nafkah di laut, dijaga oleh prajurit yang tangguh, profesional, dan memiliki karakter pejuang yang tak kenal kompromi.

​Melalui keberhasilan latihan ini, Satrol Kodaeral I tidak hanya sedang membina prajurit, mereka sedang merawat kesiapsiagaan tertinggi demi tegaknya kehormatan Merah Putih di atas ombak samudra. (Liputan: Nelson Siregar / Dispen Kodaeral I)

Bupati Batu Bara Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Dorong Data Akurat untuk Pembangunan Daerah

0

 

Batu Bara | suaraburuhnasional.com – Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan bahwa data ekonomi yang akurat merupakan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan dan pembangunan daerah yang tepat sasaran, sekaligus mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap.

Hal tersebut disampaikannya pada saat mencanangkan pelaksanaan sekaligus melepas petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Batu Bara di Lapangan Bola Blok 8, Kecamatan Lima Puluh, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendukung penyediaan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah. Turut hadir Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batu Bara Laila Syafrita Siregar, SST., M.M., Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara, perwakilan Kapolres Batu Bara, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara.

Dalam arahannya, Bupati Batu Bara menegaskan kepada seluruh petugas sensus agar mengedepankan etika, kesopanan, dan keramahan saat melakukan pendataan di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang baik akan mendorong masyarakat memberikan informasi yang benar dan akurat.

“Petugas harus mengedepankan etika dan tata krama yang baik saat mendatangi masyarakat untuk melakukan pendataan. Dengan demikian, masyarakat akan lebih terbuka dalam memberikan data yang akurat mengenai usaha dan aktivitas ekonomi yang dijalankan,” ujar Bupati Baharuddin.

Sebanyak 371 petugas Sensus Ekonomi 2026 akan melaksanakan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Batu Bara yang tersebar di 12 kecamatan dengan masa tugas sekitar dua setengah bulan.

Bupati Baharuddin menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan langkah strategis yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Data yang diperoleh dari kegiatan yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali ini akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat dan menjadi dasar dalam merencanakan pembangunan di masa mendatang. Karena dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, hasil sensus ini akan menjadi pijakan yang kuat bagi pemerintah untuk berkolaborasi dan menyusun kebijakan pembangunan yang lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Baharuddin menjelaskan bahwa kehadiran petugas sensus di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas negara dalam menghimpun data yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan program strategis nasional yang bertujuan menyediakan data dasar mengenai kondisi dan potensi ekonomi di Indonesia. Melalui data yang akurat, lengkap, dan terpercaya, pemerintah dapat mengidentifikasi perkembangan dunia usaha, potensi ekonomi daerah, serta berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih efektif dan tepat sasaran. Pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Batu Bara dilakukan secara door to door atau dari pintu ke pintu mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batu Bara mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan akurat kepada petugas. Dukungan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan data berkualitas sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batu Bara. (SAR)

Pemko dan Forkopimda Upah-upah Wali Kota Mahyaruddin

0

 

Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut dan melaksanakan upah-upah Wali Kota Tanjungbalai H. Mahyaruddin Salim dan Ketua TP-PKK Hj. Mashandayani Mahyaruddin sepulang menunaikan ibadah haji 1447 H/2026 M yang dilaksanakan di Pendopo rumah dinas Wali Kota, Senin (15/6/2026).

Acara yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, Sekdako Nurmalini Marpaung, Kapolres AKBP Welman Feri, Ketua PN Erita Harefa, Danlanal TBA Letkol Laut (P) Agung Dwi HD, Mewakili Kajari TBA dan Dandim 0208/AS, Kepala OPD, Camat dan Lurah serta undangan lainnya.

Usai diupah-upah, Wali Kota Tanjungbalal H. Mahyaruddin Salim menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendoakan dirinya dan keluarga tetap sehat selama melaksanakan Ibadah Haji.

Kami juga bersyukur, seluruh jemaah haji Kota Tanjungbalai tiba di tanah air dan di Kota Tanjungbalai dalam kondisi sehat. Sebanyak 130 jemaah kemarin telah tiba di Kota Tanjungbalai dan telah disambut oleh Pemerintah Kota Tanjungbalai sebelum kembali berkumpul dengan keluarga. (Indah)

Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melantik sepuluh pejabat baru di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Ruang Tridarma, Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Pelantikan ini mencakup Pejabat Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, hingga Pejabat Fungsional Arsiparis Ahli Muda.

Dalam arahannya, Menaker Yassierli menekankan pentingnya akselerasi penerapan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia. Kehadiran Pejabat Fungsional Utama yang baru dilantik diharapkan mampu membawa transformasi serius dalam pembinaan norma K3 dan norma kerja.

“Kita ingin implementasi sistem manajemen K3 dan budaya K3 hidup di Indonesia. Tandanya sederhana, berkurangnya angka kecelakaan kerja dan berkurangnya angka penyakit akibat kerja,” ujar Yassierli.

Ia juga meminta pejabat fungsional utama memperkuat tim di bawah komando Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Binwasnaker & K3).

Di hadapan seluruh pejabat, Menaker memberikan peringatan tegas mengenai sumpah jabatan. Ia menyatakan tak akan segan mengambil tindakan hukum atau administratif jika ada pejabat yang terindikasi melakukan pelanggaran.

“Pesan saya kepada semua pejabat di Kemnaker, bukan hanya yang baru dilantik, agar memegang sumpah dan janji yang menjadi pedoman untuk terus melakukan evaluasi. Saya sekali lagi, nothing to lose, tak segan-segan kalau ada indikasi, kita akan copot,” tegas Menaker.

Langkah ini, ujar Yassierli, menjadi bagian dari transformasi Kemnaker dalam mendukung upaya besar Presiden membangun birokrasi yang sehat, bersih, dan akuntabel. Kepada bagian Tata Usaha (TU), Menaker mengingatkan pentingnya tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel demi meningkatkan indikator Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dan predikat Zona Integritas.

Menaker juga mengajak seluruh jajarannya untuk membangun marwah instansi agar menjadi nice place to grow. “Kita sedang berada dan tumbuh di sini, mendapatkan kemanfaatan di sini, serta dapat memberikan banyak manfaat dengan hadir di sini,”ujarnya.

Kesepuluh Pejabat Kemnaker yang dilantik yakni : 1. Dr. dr. Sudi Astono, M.S – Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama, 2. Robiatul Adawiyah – Arsiparis Ahli Muda, 3. Muhammad Fertiaz, SKM., MKKK – Kepala Balai K3 Bandung, 4. M.A. Habibi Kadir, ST., MM – Kepala Balai K3 Kendari, 5. Asmanidar Kuraisy, S.SI, M.Si – Kepala Balai K3 Makassar, 6. Intan Kusuma Dewi, S.Kom., MM – Kepala Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Sesditjen Binapenta, 7. Husen Mauludin, S.HI., MM – Kepala Bagian Umum dan Rumah Tangga Sesditjen Binalavotas, 8. Wahyudi Eko Prasetiyo, SE – Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Ditjen PHI Jamsos, 9. Raffi Wahyu Kusuma, S.ST., MM – Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Bina Kelembagaan K3, 10. Indri Widiyastuti – Kepala Subbagian Keuangan dan Perlengkapan PPSDM, Setjen. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Plh Wali Kota Fadly Abdina Bersama Forkopimda Sambut Kepulangan Jemaah Haji

0

 

Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Pemerintah Kota Tanjungbalai dan Forkopimda menyambut kepulangan jamaah haji/hajjah Kota Tanjungbalai Tahun 1447 H/2026 M, di Alun Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Minggu (14/6/2026).

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dan seluruh masyarakat Tanjungbalai, mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air kepada jamaah haji/hajjah, selamat berkumpul kembali bersama keluarga, serta selamat atas selesainya pelaksanaan ibadah haji. ‘’Alhamdulillah. Berangkat ke Tanah Suci dan pulang kembali ke Tanah Air, jemaah haji Tanjungbalai sehat walafiat. Semoga meraih predikat haji mabrur dan hajjah mabrurrah,’’tuturnya.

Ia berharap para jamaah haji/hajjah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat, menjadi pribadi yang semakin membawa kesejukan, mempererat persaudaraan, serta turut berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan pembangunan Kota Tanjungbalai. Turut hadir para OPD dilingkungan Pemko Tanjungbalai, tokoh agama, serta ratusan keluarga jemaah yang antusias menunggu kedatangan sanak saudara mereka.

Sebelumnnya, jemaah haji Kota Tanjungbalai tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 tiba di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA), Deliserdang menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GIA 3411 landing (mendarat), Minggu (14/6/2026) dinihari, pukul 00.01 WIB dan tiba di Asrama Haji Medan, sekitar pukul 01.45 WIB.

Di Asrama Haji Medan, jemaah haji Kloter 11 tersebut disambut Sekda Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung. Hadir juga menyambut, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Zulkifli Sitorus, Kakan Kemenhaj Kota Medan, Bambang Irawan Hutasuhut, Kabag Kesra Tanjungbalai, Kakan Kemenhaj Tanjungbalai dan tamu lainnya sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Tanjungbalai. (Indah)

Ketika Idealisme Mahasiswa Mengetuk Gerbang Parlemen Sumatera Utara

0

 

​Medan | suaraburuhnasional.com — Ada masa di mana jalanan tidak sekadar menjadi jalur perlintasan fisik, melainkan ruang sakral bagi berkumpulnya nalar kritis sebuah bangsa. Hari ini, koridor di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara bersiap memikul beban sejarah itu kembali. Ratusan mahasiswa yang melebur dalam aliansi lintas kampus bergerak satu rute, satu suara, membawa resonansi kegelisahan publik langsung ke jantung kekuasaan daerah, Senin (15/6/2026).

​Ini bukan sekadar riak demonstrasi berkala. Gerakan ini adalah manifestasi dari kepedulian kaum intelektual muda yang menolak menjadi penonton pasif di tengah pergeseran lanskap kebijakan nasional dan daerah.

​Harmoni Pengamanan di Balik Riak Pergerakan
​Lansekap di seputaran Gedung DPRD Sumut sejatinya sempat menampilkan ketenangan visual yang kontras. Arus kendaraan mengalir lancar, membelah rutinitas kota seperti biasa. Namun, presisi gerakan telah ditentukan: tepat pukul 12.00 WIB, para mahasiswa mulai mengonsolidasikan diri di titik kumpul utama, sebelum memadati aspal di depan gedung parlemen.

​Di sisi lain, respons otoritas keamanan kali ini patut diapresiasi karena polanya yang elegan. Alih-alih menampilkan barikade yang intimidatif, kepolisian menerapkan skema pengamanan humanis berlapis. Menempatkan tim negosiator di garda terdepan adalah sebuah pesan implisit yang kuat: bahwa di atas segalanya, negara harus mengedepankan dialog ketimbang represi. Manajemen lalu lintas pun disiapkan secara dinamis, sebuah upaya matang agar hak komunal masyarakat pengguna jalan tetap terakomodasi dengan baik.

​Mencermati lembar tuntutan yang dirilis resmi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) bersama aliansi lainnya, kita tidak akan menemukan narasi ego kelompok. Isu yang mereka usung menukik tajam pada urusan fundamental perut, dompet, dan masa depan peradaban: Mahasiswa berdiri sebagai pembela hak ekonomi warga dengan menuntut stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka mendesak pengawasan berlapis agar instrumen subsidi energi tidak bocor ke tangan korporasi besar, melainkan murni memayungi rakyat kecil. Lebih jauh, transparansi radikal atas alokasi APBN dan APBD dituntut demi memastikan setiap rupiah uang pajak kembali dalam bentuk kesejahteraan nyata.

​Poin yang paling berbobot dalam aksi ini adalah seruan lantang kepada pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengembalikan pendidikan sebagai prioritas utama nasional. Bagi mahasiswa, komersialisasi pendidikan adalah ancaman laten yang pelan-pelan meredupkan daya saing bangsa di masa depan.

Secara berani, gerakan ini menyoroti efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menuntut evaluasi total agar program tersebut direformulasi menjadi skema kebijakan yang jauh lebih efisien, tepat sasaran, dan bebas dari potensi pemborosan anggaran negara.Penjagaan Demokrasi dan Lingkungan: Isu reformasi ketatanegaraan seperti penolakan tegas terhadap indikasi dwi-fungsi Polri, pelemahan nilai tukar Rupiah, konflik agraria, hingga perlindungan ekologis menjadi pelengkap dari manifesto komprehensif mereka hari ini.

​Mengapa Publik Harus Peduli?
​Sebab, apa yang diteriakkan di bawah terik matahari Kota Medan hari ini adalah hal-hal yang diperbincangkan di meja-meja makan setiap keluarga: biaya hidup, masa depan anak-anak, dan keadilan hukum. Ketika saluran komunikasi formal acapkali dirasa mengalami kebuntuan birokratis, mahasiswa kembali mengambil peran klasiknya sebagai the conscience of society—hati nurani masyarakat.
​Kini, perhatian publik tertuju pada gedung megah berornamen melayu di Jalan Imam Bonjol tersebut.

Apakah para wakil rakyat akan keluar menembus batas pembatas, mendengarkan kepalan tangan idealisme ini dengan kepala dingin dan hati terbuka? Ataukah gerbang besi itu tetap terkunci rapat, membiarkan aspirasi menguap bersama debu jalanan?. Waktu dan sejarah akan mencatatnya. (Liputan : Nelson Siregar)

DPC PPP Kota Tebing Tinggi Tak Akui Kepemimpinan Sarmadan Nur Siregar Sebagai Ketua DPW PPP Sumut

0

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Tebing Tinggi, Abdul Firman memberikan klarifikasi usai adanya semacam Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX DPC PPP Kota Tebing Tinggi yang dilaksanakan segelintir kader partai berlambang Ka’bah itu pada hari Minggu pagi (14/6/2026) di Cafe Millenial jalan Ir H Juanda Kota Tebing Tinggi.

Hal ini terkuak saat Abdul Firman mengatakan kepada awak media di tempat terpisah,pada Minggu 14 Juni 2026,sekira pukul 23.00 malam hari. Pada penyampaiannya tersebut Abdul Firman menegaskan bahwa pihaknya dari awal tidak mengakui kepemimpinan Sarmadan Nur Siregar sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW PPP) Sumatera Utara.

“Dari awal kami sudah tidak mengakui pak Sarmadan sebagai Ketua DPW PPP Sumatera Utara sebab prosesnya kami nilai banyak kejanggalan baik administrasi maupun regulasi serta jauh dari semangat islah partai”, kata Firman. “DPC PPP Kota Tebing Tinggi hanya mengakui pak Jafaruddin Harahap dan bang Usman Effendi Sitorus sebagai Ketua dan Sekretaris DPW PPP Sumatera Utara yang sah”, imbuh politisi yang akrab disapa Romo itu.

Saat ditanya wartawan terkait klaim Sarmadan yang menuding dirinya tak mau menggelar Muscab, Abdil Firman menyatakan bahwa pihaknya hanya mau menggelar Muscab ketika diperintah oleh DPW yang sah dan diakui. “Bagaimana kami mau menggelar Muscab, wong yang ngasi perintah saja pihak yang tak kami akui,kalau kami laksanakan ya sama saja kami mengakui mereka (DPW versi Sarmadan)”,ujar Firman.

Ketika disinggung sikapnya terkait segelintir kader PPP yang ikut menghadiri dan menggelar Muscab ke IX, Abdul Firman hanya tertawa,karena menurutnya hal itu adalah bentuk lain dari cara mereka mencintai PPP. “Itu saya kira bentuk lain dari cara teman teman mencintai partai ini, ya pasti ada dinamika dikit-dikitlah, namanya juga organisasi politik”,katanya.

“Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan konflik partai ini akan berakhir, tunggu saja nanti sikap kami bagaimana. Sudah lah itu saja ya bang, mohon doanya,” tandas Firman kepada awak media. (Alfian Haris)

Kemnaker: JKP Instrumen Penting Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong para pekerja untuk memahami dan memanfaatkan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai bagian dari ekosistem pelindungan sosial ketenagakerjaan sekaligus penguatan kompetensi dan kesiapan karier tenaga kerja Indonesia.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menegaskan bahwa JKP dirancang untuk memperkuat pelindungan sosial sekaligus meningkatkan kesiapan pekerja dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

“JKP menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pelindungan sosial sekaligus mendukung peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja pekerja,” ujar Indah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (14/6/2026).

Adapun manfaat JKP meliputi uang tunai sebesar 60 persen dari upah selama maksimal enam bulan sesuai ketentuan yang berlaku, akses informasi pasar kerja, pelatihan kerja, serta bimbingan jabatan melalui konseling karier.

Salah satu fokus layanan JKP adalah bimbingan jabatan melalui konseling karier. Layanan ini membantu peserta memahami potensi, minat, dan kompetensi kerja yang dimiliki, menyusun rencana karier baru pasca PHK, serta memperoleh arahan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta.

Selain itu, konseling karier juga berperan dalam mengurangi stres dan kebingungan akibat kehilangan pekerjaan, meningkatkan kesiapan untuk kembali memasuki dunia kerja, serta memberikan rekomendasi pelatihan atau program peningkatan keterampilan (reskilling) guna memperbesar peluang memperoleh pekerjaan baru.

Adapun layanan bimbingan jabatan dan konseling karier diberikan oleh aparatur ketenagakerjaan atau pengantar kerja pada instansi yang membidangi ketenagakerjaan sesuai tugas pelayanan penempatan tenaga kerja.

Indah menambahkan, pekerja diharapkan memahami syarat kepesertaan Program JKP dan memastikan diri memenuhi ketentuan agar dapat menjadi peserta serta memanfaatkan layanan yang tersedia. Persyaratan tersebut antara lain Warga Negara Indonesia (WNI), pekerja penerima upah, belum berusia 54 tahun saat terdaftar, serta terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Selain itu, pekerja pada usaha mikro dan kecil harus terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Sementara pekerja pada perusahaan menengah dan besar harus terdaftar dalam program JKK, JKM, JHT, serta Jaminan Pensiun (JP).

“Kami mengajak pekerja untuk memahami syarat kepesertaan dan manfaat Program JKP agar dapat memanfaatkan seluruh layanan yang telah disiapkan pemerintah secara optimal,” ujar Indah. (Red/Biro Humas Kemnaker)