19 C
Munich
Sabtu, Juni 20, 2026
Beranda blog Halaman 5

Wujudkan Kemudahan Akses Pelayanan Hukum Bagi Masyarakat, Wali Kota Tebing Tinggi Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

0

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, secara resmi menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia atas komitmen tinggi dalam mendukung kemudahan akses pelayanan hukum bagi masyarakat.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., dan disaksikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Momentum ini berlangsung dalam rangkaian acara Peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan se-Provinsi Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (10/06/2026).

Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, dalam arahannya menekankan bahwa kehadiran Posbankum di tingkat desa dan kelurahan merupakan pilar penting dalam mewujudkan kesetaraan di mata hukum.

“Pos Bantuan Hukum ini bukan hanya simbol, tetapi wadah nyata untuk memberikan dukungan hukum kepada masyarakat desa dan kelurahan. Kita harus memperkuat sistem hukum, melatih para legal, dan memastikan regulasi berjalan cepat serta efektif,” tegas Menkum RI.

Lebih lanjut, Menkum RI menggarisbawahi bahwa arah hukum modern saat ini lebih mengedepankan pendekatan keadilan restoratif (restorative justice). Menurutnya, esensi utama hukum bukan sekadar menghukum pelaku, melainkan memulihkan situasi sosial masyarakat dan merajut kembali tali persaudaraan di tengah masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya pemberian hukuman ke pelaku, tetapi pemulihan situasi sosial sehingga bisa merajut kembali persaudaraan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat. Ia menegaskan kesiapan seluruh desa di Sumatera Utara untuk mengadopsi teknologi guna mengoptimalkan program ini.

“Kita menghadapi tantangan hukum dan ekonomi yang kompleks. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting. Saya mengajak semua pihak untuk bekerja sama menyelesaikan masalah di tingkat desa demi keadilan sosial dan kesejahteraan bersama,” ujar Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Merespons penghargaan tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran Pemko Tebing Tinggi dan menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kesadaran hukum masyarakat, serta mendukung program strategis pemerintah di bidang hukum dan hak asasi manusia.

“Kami di Tebing Tinggi siap bersinergi penuh dengan pemerintah pusat dan provinsi. Kehadiran Posbankum ini akan menjadi sarana strategis bagi masyarakat untuk mendapatkan pendampingan hukum yang adil dan transparan. Ini bukti keseriusan kita dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik,” ungkap Wali Kota Iman Irdian Saragih.

Wali Kota berharap, lewat optimalisasi Posbankum, kepercayaan masyarakat terhadap kepastian hukum dan kehadiran pemerintah dapat semakin diperkuat.

Pada kesempatan tersebut, penghargaan serupa juga diserahkan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara yang telah menunjukkan komitmen serupa dalam mendirikan Posbankum di wilayah masing-masing.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Min Usihen, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda Sumut, para bupati/wali kota se-Sumut, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumut Ignatius Silalahi.

Sementara dari jajaran Pemko Tebing Tinggi, tampak hadir mendampingi Wali Kota di antaranya Kepala Dinas P3APM Syah Irwan, Kepala Bagian Hukum Moch. Ilham, Kepala Bagian Prokopim Setdako Faisal Ahmad, serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi. (Alfian Haris)

Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lumbung Pangan Sinergi Epik Tiga Pilar di Deli Serdang

0

 

​Deli Serdang | suaraburuhnasional.com — Sebuah langkah besar bagi kedaulatan pangan nasional kembali ditorehkan dari tanah Sumatra Utara. Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I), Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 1 resmi mengukuhkan komitmen bersama.
Ketiga instansi ini bersinergi mengoptimalisasi lahan produktif di Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa, Selasa (16/6/2026).

​Kolaborasi strategis ini diikat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani oleh para pemangku kebijakan kunci: Kolonel Marinir Rivelson Saragih, M.Tr.Hanla, selaku representasi Kodaeral I bersama Tim Ketahanan Pangan. ​Lom Lom Suwondo, Wakil Bupati Deli Serdang. ​Ganda Wiatmaja, S.H., M.H, Kepala Operasional PTPN I Regional 1.

​Langkah ini bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan sebuah cetak biru (blueprint) aksi nyata untuk mengubah potensi agraria daerah menjadi sumber ketersediaan pangan utama bagi masyarakat.

​Dalam implementasinya di lapangan, Kodaeral I menerapkan standar operasi yang sangat elegan. Seluruh proses dipastikan berjalan di atas koridor hukum yang kokoh, namun tetap dibalut dengan pendekatan komunikasi yang humanis dan persuasif. TNI Angkatan Laut sadar betul bahwa menyentuh hati masyarakat adalah kunci keberhasilan program.

​Rangkaian koordinasi dan sosialisasi pun digelar secara simultan. Mulai dari dialog dari hati ke hati dengan masyarakat penggarap, penyelarasan persepsi dengan pemangku kebijakan lokal, hingga pemberitahuan resmi kepada aparat penegak hukum.

​Langkah preventif ini menegaskan visi TNI Angkatan Laut: mengawal instruksi strategis pemerintah pusat dengan tetap memastikan bahwa setiap jengkal tanah yang diolah memberikan dampak ekonomi langsung, nyata, dan berkelanjutan bagi kantong-kantong kesejahteraan warga sekitar.

​Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Pemkab memandang sinergi tripartit ini sebagai oase dalam tata kelola agraria, sekaligus formula taktis untuk meredam potensi gesekan sosial di wilayah konflik lahan.

​”Kami tidak ingin sekadar menonton. Pemkab Deli Serdang mengambil peran sebagai fasilitator aktif untuk memastikan seluruh proses ini berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ini adalah cara elegan kita memitigasi potensi konflik, baik vertikal maupun horizontal,” tegas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo.

​Demi memuluskan misi besar ini, sebuah gerakan sosialisasi terpadu telah digulirkan dengan merangkul seluruh elemen: mulai dari jajaran kecamatan, perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga jajaran kepolisian setempat. Semua bergerak dalam satu frekuensi.

​Dari sudut pandang korporasi negara, PTPN I Regional 1 melihat kemitraan ini sebagai benteng pertahanan terbaik dalam mengamankan aset negara. Optimalisasi lahan dengan menanam komoditas pangan dipandang sebagai jawaban paling efektif untuk membendung laju alih fungsi lahan ilegal yang kian mengancam. ​Lebih dari itu, program ini diyakini mampu mengakselerasi swasembada pangan berbasis kewilayahan secara instan.

​Melalui rajutan sinergi tiga pilar ini, Tanjung Morawa kini bersiap menjadi panggung percontohan (role model) skala nasional. Sebuah bukti sahih kepada publik bahwa ketika instansi militer, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pemerintah daerah melangkah dalam harmoni yang sama, ketahanan pangan yang kuat, bersih, dan berpihak pada rakyat bukan lagi sekadar impian. (Liputan: Nelson Siregar / Dispen Kodaeral I)

Pemko Tanjungbalai Gelar Pawai Ta’aruf dan Tabligh Akbar Sambut Tahun Baru Islam

0

 

Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menggelar Pawai Ta’aruf dan Tabligh Akbar yang dipusatkan di Alun-alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Rabu (16/6/2026).

Ribuan warga antusias mengikuti kegiatan pawai Ta’aruf menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dilepas Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Anwar Ruji dari depan Masjid Raya Sultan Ahmadsyah daerah setempat.

Peserta pawai menempuh rute dari Jalan Mesjid, kemudian melintasi Jalan Sudirman (Depan Rumah Dinas), SMP N 1, Jalan Sutomo, Jalan Pahlawan (Samping Pengadilan Negeri) dan berakhir di lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah (Alun-alun Kota) di Jalan Pahlawan tempat Wakil Wali Kota bersama Forkopimda atau mewakili menyambut para peserta pawai di mimbar penyambutan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menyampaikan salam dari Wali Kota Tanjungbalai kepada seluruh yang hadir. Kegiatan Tahun baru islam juga diisi dengan Tausiah yang disampaikan Ustadzah Rima lebih dikenal dengan Kak Rima yang merupakan salah satu Dai’yah Nasional, Motivator dan Pengisi Kajian di TV Nasional.

Terpantau peserta pawai terdiri dari ASN dilingkungan Pemkot Tanjungbalai, para Guru dan siswa/i SD, SMP sederajat dibawah naungan Kemenag dan Dinas Pendidikan, Ormas dan serta berbagai elemen masyarakat lainnya dengan pakaian nuansa putih. (Indah)

Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir

0

 

Jakarta | suaraburuhnasional.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau seluruh peserta, mentor, dan operator penyelenggara magang untuk segera menyelesaikan seluruh tahapan akhir Program Magang Nasional (MagangHub) Batch III Angkatan I yang akan resmi ditutup pada 18 Juni 2026.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan tahapan akhir program merupakan bagian penting yang harus diselesaikan secara tertib agar proses administrasi, penerbitan sertifikat, pencairan uang saku, dan pelaksanaan sertifikasi kompetensi dapat berjalan lancar.

“MagangHub Batch III Angkatan I telah memasuki fase akhir. Kami mengingatkan seluruh peserta, mentor, dan operator penyelenggara magang untuk memastikan seluruh kewajiban program diselesaikan tepat waktu. Jangan sampai hak peserta, termasuk sertifikat dan pencairan uang saku, terkendala karena ada tahapan administrasi yang belum dipenuhi,” kata Anwar Sanusi melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (16/6/2026).

Anwar menjelaskan, peserta diwajibkan melengkapi presensi terakhir, menyelesaikan laporan harian terakhir, serta mengisi kuesioner melalui sistem. Pengisian kuesioner menjadi salah satu persyaratan wajib dalam proses penyelesaian program dan pencairan uang saku tahap akhir.

Selain peserta, mentor dan operator penyelenggara magang juga memiliki peran penting dalam penyelesaian program. Mentor bertugas memberikan persetujuan atas presensi dan laporan peserta, melakukan penilaian, serta mengisi kuesioner.

Sementara itu, operator penyelenggara magang bertanggung jawab menyiapkan sertifikat peserta, menyampaikan laporan penempatan maupun sertifikasi kompetensi apabila ada, serta melengkapi kuesioner operator.

Menurut Anwar, kelengkapan seluruh tahapan tersebut menjadi dasar dalam pengajuan tagihan uang saku bulan keenam. Persyaratan yang harus dipenuhi meliputi persetujuan presensi, rapor bulanan, nilai akhir peserta, serta kuesioner peserta, mentor, dan operator.

“Kami berharap seluruh pihak memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memastikan tidak ada tahapan yang terlewat. Penyelesaian administrasi yang tepat waktu akan membantu proses penutupan program berlangsung lebih cepat dan tertib,” ujarnya.

Kemnaker menjadwalkan pencairan uang saku pada 17–18 Juni dan 22–23 Juni 2026. Adapun penutupan resmi MagangHub Batch III Angkatan I akan dilaksanakan pada 18 Juni 2026. Anwar menambahkan, peserta yang berhasil menyelesaikan program akan memperoleh sertifikat magang. Sementara itu, peserta yang tidak menyelesaikan program tetapi telah mengikuti magang sekurang-kurangnya tiga bulan akan memperoleh surat keterangan sesuai ketentuan program.

Setelah program berakhir, peserta yang lulus juga berkesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pendaftaran sertifikasi dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026, sedangkan pelaksanaannya pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026 di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BBPVP/BPVP Kemnaker dengan 15 skema sertifikasi yang tersedia.

Anwar berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan program hingga tuntas dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia kerja.

“Magang bukan sekadar memenuhi durasi belajar di tempat kerja, tetapi menjadi sarana untuk membangun kompetensi, etos kerja, dan kesiapan memasuki pasar kerja. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta menyelesaikan program ini dengan baik hingga tahap akhir agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” pungkasnya. (Red/Biro Humas Kemnaker)

Diplomasi Maritim TNI AL dan Kisah Heroik Nelayan Pangkalan Brandan

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com — Sebuah insiden yang menguji batas kemanusiaan dan kedaulatan negara kembali terjadi di salah satu selat tersibuk di dunia. Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) kini tengah memimpin langsung operasi diplomasi maritim lintas negara untuk mengevakuasi empat nelayan Indonesia yang terdampar di Thailand, setelah kapal mereka terombang-ambing selama lima hari di Selat Malaka. Minggu (7/6/2026).

​Peristiwa ini menjadi potret nyata betapa tingginya risiko yang dihadapi para pelaut tradisional Indonesia, sekaligus kesigapan respons taktis TNI Angkatan Laut dalam melindungi warga negaranya di luar perbatasan.

​Tragedi ini menimpa Kapal Motor Nelayan (KMN) Teratai GT 6, sebuah kapal penangkap ikan asal Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat. Di tengah cuaca Selat Malaka yang tak menentu, mesin kapal tiba-tiba mati total. Kehilangan daya manuver di tengah arus laut yang ganas membuat kapal ini layaknya bidak catur yang terseret tak tentu arah.

​Selama lima hari berturut-turut, kapal yang membawa enam orang awak ini hanyut secara dramatis: melewati perairan Indonesia, melintasi zona ekonomi eksklusif Malaysia, hingga akhirnya memasuki perairan teritorial Thailand. ​Di ambang keputusasaan akibat logistik yang menipis, sebuah aksi heroik yang menggetarkan hati terjadi. Dua Anak Buah Kapal (ABK) mengambil keputusan ekstrem demi menyelamatkan nyawa rekan-rekannya.

Bermodalkan selembar tutup fiber penyimpanan ikan sebagai pelampung darurat, keduanya nekat melompat ke laut lepas. Mereka bertaruh nyawa, berenang berjam-jam membelah ombak demi mencari pertolongan. ​Solidaritas laut tidak mengenal batas negara. Kedua ABK tersebut akhirnya diselamatkan oleh nelayan Malaysia. Melalui koordinasi cepat di akar rumput, mereka berhasil dipulangkan ke Indonesia pada Senin, 15 Juni 2026. Setibanya di tanah air, dengan kondisi fisik yang lelah namun penuh tekad, mereka langsung memberikan informasi krusial mengenai posisi terakhir rekan mereka yang masih terjebak.

​Informasi tersebut menjadi kunci. Empat ABK yang bertahan di atas kapal akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh nelayan lokal Thailand. Tak lama berselang, armada patroli Angkatan Laut Kerajaan Thailand (Royal Thai Navy) mengamankan KMN Teratai dan menariknya menuju pelabuhan terdekat di kawasan Pulau Tarutao.

​Merespons situasi ini, Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., langsung mengambil langkah strategis. Negara hadir, dan TNI AL memastikan proses pemulangan dilakukan dengan kehormatan tertinggi. ​”Keselamatan warga negara adalah hukum tertinggi bagi kami. Saat ini, Kodaeral I bergerak cepat, berkoordinasi secara intensif dengan Atase Pertahanan RI di Bangkok serta KJRI Songkhla. Fokus kami adalah memastikan akselerasi proses repatriasi (pemulangan) keempat nelayan kita serta kapalnya berjalan lancar, aman, dan cepat agar mereka bisa segera kembali ke pangkuan keluarga,” tegas Laksda TNI Deny Septiana.

​Di balik akhir yang melegakan, Kodaeral I menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi evaluasi mendalam bagi ekosistem maritim Indonesia. Laut bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan ruang yang menuntut kesiapan absolut.
​TNI AL kembali mengeluarkan maklumat keras bagi seluruh nelayan tradisional untuk mematuhi regulasi keselamatan sebelum melempar sauh: Ketersediaan alat keselamatan standar (life jacket, pelampung, dan kotak P3K) yang sesuai dengan jumlah manifes.
​Navigasi dan Komunikasi: Kewajiban membawa alat komunikasi berbasis radio atau satelit guna memancarkan sinyal darurat (SOS) secara seketika jika terjadi anomali di laut.

​Melalui penanganan insiden KMN Teratai ini, Kodaeral I tidak hanya menunjukkan taringnya dalam aspek pertahanan negara, tetapi juga menegaskan fungsi utamanya dalam menjaga keselamatan pelayaran dan kemanusiaan di wilayah perbatasan laut internasional. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)

Bupati Batu Bara Hadiri Pembukaan MTQ Sumut ke-40, Beri Semangat Kafilah Raih Prestasi

0

 

Medan | suaraburuhnasional.com – Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Sumatera Utara ke-40 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Astaka Pancing, Jalan William Iskandar, Kota Medan, Senin (15/6/2026).

Pembukaan MTQ Provinsi Sumatera Utara berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Gubernur Sumatera Utara beserta Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Wakil Gubernur Sumatera Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Utara, para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, tokoh agama, serta kafilah dari seluruh kabupaten dan kota.

MTQ Provinsi Sumatera Utara ke-40 Tahun 2026 mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah”. Tema tersebut menjadi semangat untuk memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah, serta membangun kolaborasi antardaerah dalam mewujudkan Sumatera Utara yang maju dan berkah.

Pada kesempatan itu, Bupati Batu Bara memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh kafilah Kabupaten Batu Bara yang akan berlaga pada berbagai cabang perlombaan. Bupati Baharuddin berharap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengharumkan nama Kabupaten Batu Bara di tingkat provinsi.

“Kami berharap seluruh kafilah Kabupaten Batu Bara dapat mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjadikan MTQ sebagai ajang untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membawa prestasi yang membanggakan bagi daerah,” ujar Bupati Batu Bara.

Kehadiran Bupati Baharuddin pada pembukaan MTQ ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mendukung pengembangan syiar Islam serta pembinaan generasi Qurani yang beriman, berakhlak mulia, dan berprestasi.

Melalui penyelenggaraan MTQ Provinsi Sumatera Utara ke-40, diharapkan semakin tumbuh kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Sumatera Utara yang religius, harmonis, dan berkah. (SAR)

Wakil Bupati Batu Bara Dorong Akses Modal Petani Melalui Kerja Sama Pembiayaan dengan Bank Sumut

0

 

Batu Bara | suaraburuhnasional.com – Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dengan membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi petani melalui kerja sama antara Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara dengan PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Wakil Bupati Batu Bara menyaksikan langsung penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara dengan PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh tentang pembiayaan sektor cabai dan padi di Kabupaten Batu Bara. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (15/6/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, Pimpinan Divisi Kredit Konsumer PT Bank Sumut Faisal Panggabean, Pimpinan Departemen Pembiayaan Program PT Bank Sumut Ahmad Abdullah Simbolon, serta Pimpinan PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh Nurman Arif Budiman.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Batu Bara menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan akan membantu petani memperoleh modal usaha sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Wakil Bupati Batu Bara mengungkapkan bahwa selama ini petani masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga pembiayaan menjelang masa panen. Kondisi tersebut sering kali membuat petani bergantung pada tengkulak untuk memenuhi kebutuhan permodalan. “Selama ini para petani kita dihadapkan pada permasalahan klasik, yaitu keterbatasan modal hingga pembiayaan menjelang panen. Akibatnya, banyak petani yang memilih meminjam kepada tengkulak,”ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen untuk memutus mata rantai permasalahan permodalan yang selama ini membebani petani. Wakil Bupati berharap program pembiayaan ini dapat berjalan secara optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani. “Saya berharap kerja sama ini benar-benar terlaksana dengan baik sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat dan harga hasil panen di tingkat petani lebih stabil,”katanya.

Wakil Bupati Syafrizal juga mengapresiasi kehadiran PT Bank Sumut sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Batu Bara. Melalui skema pembiayaan yang mudah diakses, suku bunga yang kompetitif, serta pendampingan dari penyuluh pertanian, diharapkan para petani dapat mengembangkan usaha tani secara berkelanjutan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT Bank Sumut atas kepercayaan, kepedulian, dan sinergi yang telah terjalin bersama Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mendukung kemajuan sektor pertanian,” ungkapnya.

Menurut Wakil Bupati, perjanjian kerja sama ini menjadi langkah awal yang baik dalam membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga perbankan, dan para petani. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga komitmen dan menjalankan program tersebut dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan pertanian Batu Bara yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh dengan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Batu Bara dan jajaran pimpinan PT Bank Sumut. (SAR)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Dairi Gelar Bakti Kesehatan dan Donor Darah untuk Bantu Ketersediaan Stok Darah di RSUD Sidikalang

0

 

Dairi | suaraburuhnasional.com – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Dairi menggelar kegiatan bakti kesehatan dan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Dairi. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Aula Bhayangkari Polres Dairi, Senin (15/6/2026), dan diikuti oleh jajaran personel Polres Dairi.

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, didampingi para Pejabat Utama (PJU), anggota Bhayangkari, serta personel dari berbagai satuan fungsi yang bertugas di lingkungan Polres Dairi.

Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, kondisi kesehatan umum, hingga skrining kelayakan donor darah. Setelah dinyatakan memenuhi syarat oleh tim medis, para personel secara bergantian mendonorkan darahnya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan mengatakan bahwa kegiatan donor darah dan bakti kesehatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir melalui aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah,” ujar Kapolres.

Menurutnya, kebutuhan darah di rumah sakit sering kali mengalami peningkatan, terutama untuk pasien yang menjalani operasi, ibu melahirkan, korban kecelakaan lalu lintas, maupun pasien dengan penyakit tertentu yang membutuhkan transfusi secara rutin.

Karena itu, Polres Dairi berinisiatif mengajak seluruh personel untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah guna membantu menjaga ketersediaan stok darah di fasilitas kesehatan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang.

“Kegiatan ini guna membantu rumah sakit dalam memastikan ketersediaan stok darah. Harapan kami, masyarakat yang membutuhkan darah dapat terlayani dengan baik tanpa harus kesulitan mencari pendonor atau pasokan darah,” jelasnya.

Selain donor darah, kegiatan bakti kesehatan juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran personel akan pentingnya menjaga kondisi kesehatan sebagai modal utama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres menambahkan, semangat Hari Bhayangkara ke-80 harus dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu pihak rumah sakit dalam penyediaan stok darah dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kabupaten Dairi. Setetes darah yang disumbangkan hari ini sangat berarti bagi keselamatan dan kehidupan orang lain,” tutup AKBP Otniel Siahaan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui aksi kemanusiaan tersebut, Polres Dairi kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80 yaitu Polri yang Presisi, Humanis, dan semakin dekat dengan rakyat. (Clara)

Ketegasan Imigrasi Belawan Menjaga Kedaulatan Yuridis NKRI

0

 

​Medan | suaraburuhnasional.com – Kedaulatan sebuah bangsa tidak semata-mata dijaga oleh moncong senjata di garis perbatasan, melainkan oleh keteguhan hukum yang ditegakkan tanpa kompromi di pintu-pintu gerbangnya. Komitmen prinsipil inilah yang baru saja diarsiteki oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Sumatera Utara. Melalui sebuah tindakan korektif yang rigid, otoritas keimigrasian resmi mendeportasi seorang warga negara Malaysia berinisial MM, yang terbukti menyusup ke wilayah hukum NKRI secara ilegal tanpa dokumen resmi dan melangkahi protokol pemeriksaan yang sah, Minggu (16/6/2026).

​Langkah ini menjadi pesan benderang bagi dunia internasional: bahwa Indonesia senantiasa membuka pintu keramahan bagi dunia, namun menutup rapat ruang toleransi bagi siapapun yang meremehkan hukum keimigrasian nasional.

Keselamatan Negara
​Bagi Indonesia, pelintasan batas negara tanpa izin bukan sekadar anomali administratif, melainkan sebuah pelanggaran serius yang menyentuh aspek stabilitas dan keamanan nasional.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menegaskan bahwa determinasi ini merupakan pengejawantahan dari supremasi hukum yang akuntabel.

​”Langkah tegas ini adalah perwujudan nyata dari doktrin ‘Imigrasi untuk Rakyat’. Di dalam falsafah ini, keamanan negara dan perlindungan terhadap publik berada pada posisi tertinggi yang tidak dapat dinegosiasikan oleh kepentingan apa pun,” ujar Eko Yudis dengan lugas di Deli Serdang.

​Secara legal-formal, tindakan MM telah memenuhi unsur pelanggaran berat yang termaktub dalam Pasal 113 dan Pasal 119 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Proses eksklusi hukum ini dieksekusi secara taktis melalui koridor udara, menggunakan penerbangan langsung rute Medan–Kuala Lumpur dari Bandar Udara Internasional Kualanamu.

​Imigrasi Belawan memastikan bahwa setiap pelanggaran kedaulatan memiliki konsekuensi hukum jangka panjang yang berdampak jera. Tidak sekadar diusir secara fisik dari tanah air, ruang gerak MM di masa depan telah dikunci rapat secara sistemik melalui integrasi teknologi mutakhir.

Melalui penerapan Sistem Cekal Daring (Online) yang terintegrasi secara nasional, identitas MM secara otomatis masuk dalam daftar penangkalan. Sistem ini mengunci seluruh pintu perbatasan Indonesia, memastikan yang bersangkutan tidak dapat menginjakkan kaki kembali ke bumi pertiwi dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang.

​Ketegasan yang dipertontonkan di jajaran Sumatera Utara ini merupakan refleksi dari gelombang transformasi struktural yang tengah bergulir di bawah komando Direktur Jenderal Imigrasi, Herdarsam Marantoko. Di bawah kepemimpinan modern ini, Direktorat Jenderal Imigrasi tidak hanya bersolek secara digital, tetapi juga memperkuat otot pengawasan di lapangan dengan standar yang lebih tinggi.

​Kasus deportasi MM menjadi bukti empiris bagaimana jajaran Imigrasi masa kini mampu mengawinkan tiga pilar utama: profesional dalam bertindak, humanis dalam perlakuan, namun tetap absolut dan tanpa kompromi dalam menjaga muruah kedaulatan.

​Bagi khalayak ramai, peristiwa ini menyuntikkan rasa aman sekaligus kebanggaan kolektif. Publik disuguhkan fakta bahwa beranda depan republik ini dijaga oleh kesisteman yang tangguh dan personel yang berintegritas. Indonesia akan selalu menjadi rumah yang hangat bagi para pelintas dunia, dengan satu syarat mutlak: datanglah dengan menghormati hukum yang berlaku di dalamnya. (Liputan : Nelson Siregar)

Simfoni Hijrah dan Spiritualitas Ribuan Warga pada Gebyar Muharram 1448 H

0

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Ada magnitudo spiritual yang luar biasa ketika sebuah kota pelabuhan yang karib dengan riuh pelayaran dan dinamika pesisir, mendadak hening dalam khusyuk, lalu berpendar dalam syahdu. Pada Senin malam (15/6/2026), Lapangan Stadion PJKA, Kelurahan Belawan II, menjadi saksi bisu mutasi kultural tersebut.

Ribuan masyarakat tumpah ruah, melebur dalam satu visi yang sama: merayakan pergantian tahun lewat perhelatan akbar Gebyar Muharram 1448 Hijriah. Agenda monumental yang dimotori oleh Ukhuwah Badan Kesejahteraan Masjid Medan Utara (UBKMMU) ini bukan sekadar seremoni penanggalan Islam. Lebih dari itu, ia adalah sebuah manifesto sosial untuk mendeklarasikan wajah baru Belawan yang religius, damai, dan bermartabat.

​Geliat perayaan sebenarnya telah berdenyut sejak pagi hari pukul 09.00 WIB melalui berbagai rangkaian festival. Namun, atmosfer magis baru benar-benar merengkuh kota ketika senja meluruh.
​Parade dimulai dari pelataran Masjid Jamik Belawan di Jalan Selebes. Tak kurang dari 2.000 peserta dengan armada roda dua dan roda empat bergerak tertib membentuk formasi barisan.

Uniknya, alih-alih menggunakan api konvensional, ribuan obor elektrik dipilih sebagai instrumen utama. Keputusan ini menghadirkan perpaduan estetika modern dan tradisi yang memukau. Membentang dari Belawan hingga Simpang Kantor Kecamatan Medan Labuhan, jalanan malam itu berubah menjadi koridor cahaya. Gema takbir dan lantunan sholawat yang bersahut-sahutan di antara pendar lampu obor menciptakan pemandangan sinematik yang menggetarkan hati siapapun yang menyaksikannya.

​Setibanya konvoi di Lapangan PJKA, ritme acara beralih dari kemeriahan visual menuju kedalaman spiritual. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ketua MUI Medan Labuhan, Ustaz Ahmad Fahruni Al Haj, seketika mengheningkan lapangan yang dipadati lautan manusia. Kehangatan malam semakin lengkap dengan unjuk bakat para pemenang lomba nasyid dan parade busana muslim yang telah digelar pada hari-hari sebelumnya.

​Puncak dari seluruh rangkaian acara ini bermuara pada orasi ilmiah dan tausiyah dari Dai nasional terkemuka asal Papua, Ustaz Fadlan Garamatan. Tokoh yang dikenal luas berkat pendekatan dakwahnya yang humanis di pedalaman Indonesia Timur ini berhasil memukau jemaah. Dalam petuah bijaknya, beliau menggarisbawahi bahwa esensi hijrah adalah transformasi kolektif sebuah komitmen untuk mengangkat harkat, memperkuat persaudaraan (ukhuwah), dan menjaga keutuhan bangsa dari akar rumput.

​Ketua Panitia Pelaksana, Johan Arifin, S.H., menegaskan bahwa Gebyar Muharram ini dirancang sebagai instrumen taktis untuk melakukan rekonsiliasi citra terhadap kawasan Belawan. ​”Kami mengarsiteki festival budaya Islam ini agar berjalan berkelanjutan. Ini adalah ikhtiar konkret untuk memperkuat syiar sekaligus mengikis stigma negatif yang selama ini telanjur melekat pada Belawan. Kita ingin mengirimkan pesan ke luar bahwa Belawan adalah beranda pelabuhan yang aman, damai, dan sarat nilai religius,” ujar Johan dengan nada optimis.

​Langkah progresif UBKMMU ini sejalan dengan pandangan tokoh masyarakat Medan Utara sekaligus Ketua Dewan Penasehat UBKMMU, Datok H. Irfan Hamidi. Beliau mengapresiasi konsistensi lembaga yang sebelumnya juga sukses menggebrak lewat Festival Bedug dan Pawai Ta’aruf jelang Iduladha lalu. ​”Muara dari seluruh pergerakan ini adalah persatuan. Kita mengetuk pintu langit di awal tahun baru Islam ini agar membawa perubahan transformatif bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” tutur Irfan Hamidi.

​Bobot eksklusif dari perhelatan ini semakin sahih dengan hadirnya representasi pemimpin dari berbagai lini sektor yang duduk berdampingan di tengah warga:
​Rico Tri Putra Bayu Waas (Wali Kota Medan) yang hadir memimpin langsung rombongan pemerintahan kota.
​H. Musa Rajekshah, S.H., M.Hum. (Anggota DPR RI / Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut), tokoh nasional yang akrab disapa Ijeck. Hadi Suhendra (Wakil Ketua DPRD Kota Medan) sekaligus Ketua PAC PP Kecamatan Medan Belawan serta Syaiful Bahri (Anggota DPRD Medan). ​Dr. Hasan Maksum (Ketua MUI Kota Medan).

​Pilar Forkopimda dan Keamanan: Kompol Dedy Dharma (Wakapolres Pelabuhan Belawan), AKP Ponijo, S.H. (Kapolsek Belawan), Kapten Armansyah Nasution (Danramil Belawan), serta Kolonel Laut (PM) Triono dari POMAL Belawan yang mewakili unsur TNI-Polri. ​Jajaran camat, lurah, pemuka adat, serta tokoh pemuda setempat.

​Kehadiran para pemangku kebijakan lintas instansi hingga akhir acara ini mengirimkan sinyal kuat kepada publik: bahwa visi besar mengubah Belawan menjadi kawasan yang maju dan religius mendapat dukungan penuh secara struktural maupun kultural. ​Malam itu, Belawan tidak hanya berhasil menyambut Tahun Baru Islam dengan megah, tetapi juga sukses menancapkan standar baru bagaimana sebuah syiar agama mampu dikemas menjadi tontonan yang mengedukasi sekaligus tuntunan yang menginspirasi. (Liputan: Nelson Siregar)