25.5 C
Munich
Sabtu, Juni 13, 2026

Kepsek SDN 1 Tualang Ciptakan Guru Honorer Siluman Agar Adiknya Lulus PPPK Pihak APH Diminta Periksa Kepsek

Must read

 

Aceh Tenggara I suaraburuhnasional.com – Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SDN1 Tualang Aceh Tenggara Zainul Umar, S.Pd ciptakan guru honorer siluman di sekolahnya agar adeknya lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak atau disingkat (PPPK) usahanya sukses menjadikan adek oknum kepsek inisial LD menjadi salah satu guru kelas PPPK.

Untuk ikut menjadi peserta ujian guru PPPK melalui jalur honorer. Maka seorang peserta guru honorer di sekolah harus terdata dalam Dapodik sekolah dan cukup jam belajar mengajar. Di sekolah terdata dalam Dapodik minimal di atas 2 tahun menjadi guru honorer di sekolah dan memiliki SK Honorer yang di tanda tangani oleh Kepala Sekolah atau Kepala Dinas Pendidikan.

Informasi yang diterima media ini dari salah satu nara sumber yang layak dipercaya yang tidak ingin jati dirinya dipublikasikan kepada media ini beberapa waktu yang lalu menjelaskan, diduga Kepala Sekolah SDN1 Tualang Zainul Amar, S.Pd melakukan pemalsuan data guru honorer di sekolahnya. Tujuan agar oknum guru honorer bisa mengikuti tes ujian PPPK pada tahun 2024 yang lalu.

Kata nara sumber tersebut lebih lanjut menjelaskan, oknum guru honorer di sekolah SDN 1 atas nama inisial LD diketahui adek dari oknum kepsek. Dalam Dapodik sekolah LD salah satu guru honorer di sekolah tersebut, dengan demikian LD telah memiliki persyaratan untuk mengikuti ujian seleksi P3K. “Sebenarnya LD sama sekali tidak pernah menjadi tenaga guru honorer di sekolah tersebut” namun berkat bantuan oknum kepsek SDN 1 Tualang Zainul maka LD terdaftar dalam Dapodik sekolah di SDN 1 Tualang,”jelas nara sumber.

Pada tahun 2024 yang lalu pemerintah daerah kabupaten Aceh Tenggara membuka penerimaan Guru Honorer menjadi PPPK melalui dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Aceh Tenggara. LD pun mendapatkan diri menjadi salah satu peserta ujian seleksi menjadi PPPK. Ujar nara sumber.

Kata nara sumber menjelaskan lebih lanjut, di sekolah tersebut ada salah satu tenaga guru honorer WT yang benar benar aktif melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut namun tidak bisa mengikuti ujian seleksi menjadi PPPK karena guru honorer WT tidak cukup jam belajar mengajar.

Sungguh miris nasib guru honorer yang aktip mengajar tersebut karena tidak memiliki hubungan Darah keluarga dengan oknum kepsek SDN1 Tualang Zainul Amar, S.Pd. Sehingga jam belajar mengajar tidak cukup. Ungkap nara sumber

“Adek oknum kepsek LD sama sekali tidak pernah melakukan mengajar di sekolah tersebut namun bisa memiliki jam mengajar yang cukup di sekolah tersebut, sehingga LD memenuhi persyaratan mengikuti ujian seleksi P3K tentunya hal tersebut terjadi karena adanya campur tangan oknum kepsek yang memiliki hubungan keluarga dengan Lea Dekana,”sebut nara sumber.

Akhirnya perjuangan oknum Kepsek membuahkan hasil sesuai dengan harapan LD dinyatakan lulus menjadi guru PPPK. Anehnya setelah lulus menjadi guru PPPK. LD di penempatan tugas ditempatkan di sekolah SD negeri Kutabatu. Patut kita menduga penempatan tugas di sekolah SD Kuta Batu LD bertujuan menghilangkan jejak perbuatan Oknum Kepsek SDN 1 Tualang Zainul Amar. Tegas nara sumber mengakhiri.

Oknum kepsek SDN 1 Tualang Zainul Amar ketika ditemui media ini di sekolah SDN 1 Tualang beberapa waktu yang lalu di Ruangan ya menjelaskan, membenarkan guru honorer inisial LD tidak pernah menjadi guru honorer di sekolah SDN 1 Tualang. Namun nama LD terdaftar dalam dapodik sekolah ini.

Kata Oknum Kepsek SDN 1 Tualang Zainul Amar menjelaskan lebih lanjut guru honorer LD memang Adek saya anak daripada adek orang tua saya yang paling kecil. “LD dimasukan dalam Dapodik sekolah oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara saya tingal konfirmasi,”sebut Zainul Amar

Alhamdulillah LD saat ini telah lulus menjadi guru PPPK dan saat ini di tempatkan sudah mengajar di SDN Kuta Batu. Untuk informasi yang lebih lengkap silahkan konfirmasi ke LD di SDN Kuta Batu. Tegas oknum Kepsek Zainul Amar mengakhiri penjelasanya.

Menangapi hal tersebut Lembaga Pengawas Reformasi Indonesia (LPRI) Aceh koordinator bidang penindakan dan gravitasi Yusuf. M. Teben melalui jalur’ selulernya Saya sangat menyayangkan hal tersebut terjadi demi kepentingan keluarga kepsek SDN 1 Tualang mengorbankan guru honorer yang aktif mengajar. “Saya minta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) khusus untuk Polres Aceh Tenggara dan Kajari Kutacane agar melakukan penyelidikan terhadap oknum kepsek SDN 1 Tualang Zainul Amar,”ujar Yusuf M Teben.

Patut kita duga oknum Kepsek SDN 1 Tualang Zainul Amar telah melakukan pemalsuan data dengan tujuan agar adeknya LD bisa lulus menjadi guru PPPK. Sedangkan oknum guru honorer yang aktip di rampas hak dan peluangya menjadi guru PPPK oleh oknum kepsek SDN 1 Tualang. Bila dugaan tersebut telah memenuhi alat lengkap bukti saya minta Aparat Penegak Hukum khususnya Polres Aceh Tenggara agar menangkap dan memasukkan oknom kepsek SDN 1 Tualang Zainul Amar ke hotel prodeo Polres Aceh Tenggara agar terjadinya efek jera ungkap Yusuf M Teben.

Kata Yusuf lagi saya meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memberhentikan LD dari guru PPPK karena kelengkapan administrasi palsu dan penuh rekayasanya. Saya minta pihak APH untuk menyelidiki kasus ini lebih dalam selain Oknum Kepsek SDN 1 Tualang Zainul Amar di duga ada aktor aktual dari Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Tenggara. Tegas Yusuf M Teben mengakhiri keteranganya. (Dinni)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article