Belawan | suaraburuhnasional. com — Di tengah lalu lalang kendaraan berat dan padatnya jalanan wilayah pesisir Medan, sebuah ikhtiar besar sedang disemaikan dari dalam ruang kelas. Kesadaran bahwa keselamatan berkendara adalah hak sekaligus kewajiban bersama menjadi pijakan Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pelabuhan Belawan untuk terus melangkah.
Melalui Unit Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamsel), bekerja sama dengan PT Jasa Raharja, kepolisian menggelar agenda edukatif bernilai strategis bertajuk Police Goes To School di SMK Negeri 19 Medan, Pekan Labuhan, pada Jumat (31/7/2026).
Langkah ini bukan sekadar agenda seremoni harian. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan generasi emas bangsa dari ancaman fatalitas di jalan raya.
Mendidik dengan Hati, Membentuk Karakter di Jalan Raya.
Antusiasme tinggi memancar dari raut wajah para siswa dan tenaga pendidik saat materi disampaikan. Dalam suasana yang interaktif namun penuh kedalaman makna, personel kepolisian dan Jasa Raharja membedah realita lalu lintas hari ini di mana usia produktif, khususnya pelajar, sering kali menjadi pihak yang paling rentan dalam insiden kecelakaan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Belawan, AKP Andi K. Barus, S.H., M.H., menekankan pentingnya mentransformasi cara pandang anak muda terhadap aturan lalu lintas. Bagi beliau, kepatuhan hukum tidak boleh lahir dari rasa takut akan sanksi, melainkan dari kesadaran mulia akan nilai sebuah kehidupan.
”Kepatuhan di jalan raya bukanlah tentang menghindari tilang, melainkan tentang menghargai nyawa sendiri dan pengguna jalan lainnya. Kami ingin adik-adik di SMKN 19 Medan memahami bahwa helm berstandar SNI, kelengkapan SIM dan STNK, serta kesantunan dalam berkendara adalah pilar pelindung bagi masa depan mereka,” tegas AKP Andi K. Barus di hadapan para peserta.
Beliau juga menyoroti bahaya aksi ugal-ugalan dan aksi nekat di jalan raya yang kerap berujung penyesalan mendalam. Menurutnya, keberanian sejati seorang pelajar diuji dari kemampuannya untuk mengendalikan diri dan menjadi pengendara yang bijak.
Keberhasilan membangun budaya tertib berlalu lintas tidak bisa dibebankan kepada satu pihak semata. Oleh karena itu, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan secara khusus merangkul jajaran pendidik untuk membendung potensi bahaya sejak dari gerbang sekolah.
Para guru diimbau menjadi benteng pertama dalam mengingatkan orang tua murid khususnya mereka yang mengantar-jemput anak-anaknya agar senantiasa mencontohkan penggunaan helm keselamatan yang benar.
”Pendidikan karakter terbaik lahir dari keteladanan. Ketika orang tua dan guru memberikan contoh nyata di jalan raya, anak-anak akan menyerapnya sebagai standar kebiasaan hidup,” tambah Kasat Lantas.
Melalui pendekatan yang persuasif, humanis, dan edukatif ini, besar harapan agar ratusan pelajar SMKN 19 Medan yang hadir mampu bertransformasi. Mereka diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna jalan yang pasif, melainkan tampil sebagai Duta Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas yang mampu menyebarkan gelombang positif ke lingkungan keluarga, sebaya, hingga masyarakat luas.
Mengakhiri keterangannya, AKP Andi K. Barus optimistis bahwa benih disiplin yang ditanam hari ini akan membuahkan iklim lalu lintas yang jauh lebih aman, tertib, dan berkeselamatan di seluruh wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
”Generasi muda adalah aset paling berharga yang dimiliki bangsa ini. Menjaga mereka tetap selamat di jalan raya adalah bentuk dedikasi kita untuk masa depan Indonesia,” tutupnya dengan penuh optimisme. (Liputan : Nelson Siregar/Hms)















