Medan Marelan | suaraburuhnasional.com – Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) menunjukkan komitmen proaktif dalam menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini. Pada hari Senin, 24 Oktober 2025, jajaran Sat Lantas sukses menggelar agenda sosialisasi strategis terkait pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2025 di hadapan ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 16 Medan, yang berlokasi di Jalan Kapten Rahmad Budin, Kelurahan Terjun.
Kegiatan ini bukan sekadar penyampaian informasi rutin, melainkan sebuah inisiatif edukatif fundamental yang dirancang untuk membentuk kesadaran dan tanggung jawab para pelajar sebagai calon pengguna jalan yang tertib.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pelabuhan Belawan, AKP Andi K. Barus, S.H., M.H., dalam keterangannya yang terpisah, menegaskan bahwa fokus utama kegiatan ini melampaui batas-batas sosialisasi operasi yang berlangsung dari 17 hingga 30 November 2025. “Tujuan kami adalah memberikan edukasi mendalam mengenai esensi keselamatan berkendara. Operasi Zebra Toba adalah momentum, namun penanaman kesadaran akan kepatuhan dan keselamatan adalah investasi jangka panjang kita bersama,” ujar AKP Andi K. Barus.
Dirinya secara khusus memberikan penekanan tajam kepada para siswa yang secara hukum belum memenuhi syarat berkendara. “Bagi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), kami tegaskan untuk tidak mengoperasikan kendaraan bermotor di jalan raya. Kepatuhan pada aturan adalah wujud nyata dari tanggung jawab diri dan respek terhadap nyawa orang lain,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kasat Lantas menggarisbawahi beberapa poin krusial bagi pelajar yang telah memenuhi kualifikasi untuk berkendara:
Kelengkapan Administratif: Selalu membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebagai bukti legalitas.
Perlengkapan Keselamatan: Wajib menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menghindari perilaku ugal-ugalan atau berkendara secara ceroboh yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. “Kami mengimbau agar para siswa menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama di atas segalanya. Keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan kebutuhan mendasar,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung interaktif ini diharapkan dapat menghasilkan dampak signifikan, yaitu peningkatan kedisiplinan berlalu lintas di kalangan generasi muda, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada penurunan drastis angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. (NS)






















