22.6 C
Munich
Sabtu, Juni 6, 2026

Dinkes Sergai Gencar Sosialisasi Terkait TBC, Kabid P2P : Penyakit TBC Bisa Disembuhkan dan Gratis

Must read

 

Serdang Bedagai | suaraburuhnasional.com – Penyakit tuberculosis (TBC) merupakan salah satu penyakit yang menular, yang saat ini menjadi program prioritas cepatnya Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto. Pemerintah juga menegaskan bahwa penyakit tersebut bisa disembuhkan dan pengobatannya gratis. Jadi pentingnya kepada masyarakat untuk deteksi dini yang mengalami batuk berdahak lebih dari dua minggu.

Oleh karena itu, Pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terus gencar melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan melalui puskesmas kepada masyarakat tentang apa itu TBC dan bagaimana cara pencegahannya, begitu juga dengan penyakit lainnya.

Dinas Kesehatan Sergai juga menginstruksikan kepada kepala puskesmas yang ada di Kabupaten Sergai, dan pemegang program TBC di kecamatan agar giat mencari pasien-pasien yang positif TBC melalui pemeriksaan dahak. Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Sergai, dr. Yohnly Boelian Dachban, M.Kes melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Nurlaili Hafni, M.K.M, kepada awak media saat di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).

Kabid P2P Dinas Kesehatan Sergai, dr. Nurlaili mengatakan bahwa penyakit TBC memang sudah ada sejak dahulu, oleh karena itu masyarakat jangan takut untuk memeriksa kesehatannya secara rutin guna mendeteksi dini adanya gejala penyakit tersebut. “Karena kita diwajibkan eliminasi TBC pada tahun 2030. Kita di Indonesia ini merupakan penyakit TBC tertinggi di dunia nomor dua setelah India,” katanya.

Ia juga menyampaikan, di Kabupaten Sergai pada tahun kemaren sudah melaksanakan pemeriksaan (screening) di beberapa pesantren. Untuk tahun ini rencananya juga akan melakukan screening kepada beberapa pesantren yang belum didatangi tahun lalu.

Sedangkan untuk setiap sekolah, kita juga sudah mengarahkan kepada Dinas Pendidikan Sergai agar mensosialisasikan kepada para siswa maupun guru terkait penyakit tuberculosis. “Nantinya mereka akan memfasilitasi kami Dinas Kesehatan Sergai untuk melakukan sosialisasi kepada anak-anak sekolah terkait apa dan bagaimana pencegahan TBC,” sebut dr. Nurlaili.

Lebih lanjut dijelaskan Kabid P2P, terkait penyakit TBC ini, sejak Presiden Bapak Prabowo itu menjadi program prioritas. Karena itu juga termasuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) di dinas kesehatan yaitu capaian penemuan kasus dari TBC.

Jadi, melalui puskesmas yang bekerja sama dengan pihak kecamatan dan desa untuk mencari atau me screening pasien-pasien keluhan batuk lebih dua minggu, demam, sesak napas, penurunan berat badan, dan berkeringat malam tanpa adanya kegiatan apapun. “Bila ada kejala-kejala tersebut, masyarakat dianjurkan langsung ke puskesmas untuk diperiksa kesehatannya oleh dokter puskesmas,” bilangnya.

Dalam pemeriksaan itu nanti tambahnya, akan dilakukan melalui tes cepat molekuler (TCM), dan hasilnya diketahui sekitar beberapa jam. Jika pasien tersebut positif TBC akan langsung ditangani dan diobati oleh dokter di puskesmas.

Untuk obat tuberculosis tersebut langsung dari pemerintah pusat melalui dinas kesehatan provinsi disalurkan ke dinas kabupaten. Baru nanti pihak puskesmas mengambil di gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai, dan obatnya gratis. “Pasien yang didapati positif TBC di puskesmas akan diobati di puskesmas, dan pengobatannya gratis selama 6 bulan,” terangnya.

Masih kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Sergai, ada juga pengobatannya sampai selama satu tahun ketika pasien tersebut tidak patuh minum obat akan menjadi pasien TBC dengan resisten obat.

Jadi, bisa dikatakan pasien tersebut sudah kebal dengan obat yang pertama, sehingga harus melakukan pengobatan lanjutan yang namanya Multi Drak Resisten TBC (MDRTB) selama satu tahun. Untuk itu dianjurkan kepada pasien yang sudah terdiagnosa penyakit TBC, maka pasien tersebut harus minum obat secara teratur tanpa putus selama 6 bulan.

Dalam penanganan itu harus dilakukan dengan pemantauan minum obat, yang mana bisa dari keluarga sendiri ataupun dari kader-kader kesehatan yang ada di desa. “Jika ada keluhan terkait TBC, intinya masyarakat jangan takut untuk berobat dan obatnya gratis,” tegas dr. Nurlaili.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai sudah melakukan sosialisasi melalui radio Sergai FM terkait apa itu penyakit TBC, gejalanya apa, pengobatan dan pencegahannya bagaimana kepada masyarakat kabupaten Sergai. Dalam talksow di radio tersebut, Dinkes Sergai mengedukasi masyarakat jangan takut untuk berobat ke puskesmas ketika ada keluhan seperti batuk, demam, nafsu makan berkurang dan keringat malam tanpa kegiatan agar secepatnya dapat ditangani pihak kesehatan.

Kepada masyarakat juga dihimbau agar secara rutin memeriksa kesehatannya di puskesmas terdekat, apa lagi terkait adanya penyakit tuberculosis agar secepatnya dapat di tangani dan diobati. Begitu juga kepada masyarakat lainnya agar jangan membuat stigma-stigma terkait dengan pasien TBC. Penyakit TBC bisa disembuhkan, jadi masyarakat jangan takut untuk berobat dan obatnya gratis. (Yusri)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article