28.4 C
Munich
Rabu, Mei 27, 2026

Sentuhan Humanis Kodaeral I Pada Hari Raya Korbankan

Must read

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com — Di bawah langit Belawan yang teduh, gema takbir Idul Adha 1447 Hijriah melantun bak simfoni yang menembus batas-batas struktural. Hari Raya Kurban kali ini bukan sekadar ritual tahunan bagi Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I), melainkan sebuah panggung pembuktian di mana seragam ketegasan militer dan kehangatan kain sarung masyarakat melebur dalam satu shaf yang setara, merayakan esensi sejati dari kemanunggalan. Rabu (27/5/2026), Mako Kodaeral I bersama Kompleks Dinas Barakuda dan Ikan Hiu Titipapan bersolek dalam kekhusyukan.

Hadir membaur di tengah-tengah jemaah, Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., beserta jajaran pejabat utama, prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan keluarga besar TNI AL. Mereka duduk bersila, bahu-membahu dengan warga sekitar, menciptakan lanskap kebersamaan yang megah dalam kesederhanaan

​Untuk memastikan pesan-pesan universal Iduladha meresap ke sanubari setiap insan, Kodaeral I membagi pusat ibadah ke dalam tiga titik episentrum spiritual yang dipandu oleh para tokoh agama terkemuka: ​Mimbar Utama Mako Kodaeral I: Dipimpin oleh Ustadz Ilham Maulana, yang bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib, membawa pesan tentang kedamaian dan keteguhan iman.

​Kompleks Rumdis Barakuda: Di bawah bimbingan spiritual Ustadz Dr. Imamul Muttaqin, M.A., yang mengupas tuntas filosofi keikhlasan di era modern. ​Kompleks Rumdis Ikan Hiu Titipapan: Diimami oleh Ustadz Muhammad Ilham Harahap yang mengobarkan semangat solidaritas sosial.

​Lebih dari sekadar ibadah vertikal kepada Sang Pencipta, Iduladha di lingkungan Kodaeral I adalah aksi nyata kemanusiaan secara horizontal. Tahun ini, ketulusan hati para prajurit dan kemitraan yang solid berhasil menghimpun 17 ekor sapi dan 21 ekor kambing.

​Hewan-hewan kurban ini lahir dari keikhlasan Dankodaeral I, kesadaran kolektif personel, kontribusi warga kompleks, serta dukungan sarat kepercayaan dari para mitra strategis dan tokoh masyarakat.

​”Daging kurban yang didistribusikan hari ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan sebuah pesan tersirat bahwa dalam setiap helai napas pengabdian prajurit pengawal samudra, ada kesejahteraan masyarakat yang selalu runtut diperjuangkan,”ujarnya.

​Seluruh hasil kurban ini kemudian disalurkan secara presisi, santun, dan bermartabat kepada masyarakat di sekitar lingkungan satuan serta kawasan pemukiman prajurit yang paling membutuhkan.

​Bagi Kodaeral I, momentum Iduladha 1447 H adalah cermin untuk melihat kembali jati diri bangsa: gotong royong, keikhlasan, dan kepekaan sosial. Peluh yang bercucuran dari para prajurit saat bahu-membahu bersama warga memotong dan membagikan daging kurban adalah bukti bahwa kekuatan utama TNI Angkatan Laut tidak hanya terletak pada armada kapal perang yang gagah di lautan, melainkan pada kedekatan batin yang karib dengan rakyat di daratan.

​Melalui perayaan yang sarat makna ini, Kodaeral I menitipkan harapan besar agar nilai pengorbanan dan solidaritas yang agung ini tidak menguap seiring berlalunya hari raya, melainkan tetap tumbuh subur—baik dalam kehidupan bertetangga yang harmonis maupun dalam setiap langkah kedinasan demi tegaknya kedaulatan bangsa. (Liputan: Nelson Siregar / Dispen Kodaeral I)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article