Medan | suaraburuhnasional.com – Menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H, Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Medan menggelar aksi sosial sekaligus konsolidasi organisasi di Perumahan Pasar Nippon, Marelan, Selasa (17/2/2026). Dalam momentum tersebut, penegasan mengenai identitas dan legalitas kader menjadi sorotan utama.
Ketua DPC HNSI Kota Medan, Abdul Rahman yang akrab disapa Ketua Atan menegaskan bahwa profesionalisme organisasi dimulai dari tertib administrasi. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk segera mengurus Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bukti otentik dedikasi terhadap organisasi.
”KTA bukan sekadar kartu identitas, melainkan simbol marwah dan bukti sah keterlibatan kita dalam keluarga besar HNSI. Kami mengimbau seluruh anggota segera mengumpulkan salinan KTP untuk diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta sebagai otoritas penerbit,” ujar Abdul Rahman di sela-sela kegiatan.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditandai dengan penyaluran 800 karung beras bagi masyarakat pesisir. Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian HNSI dalam meringankan beban ekonomi warga menjelang bulan puasa.
Hadir memberikan dukungan moral, Ketua DPD HNSI Sumatera Utara, Zulfahri Siagian, SE, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, aksi berbagi ini adalah refleksi dari nilai-nilai luhur organisasi yang harus terus dirawat.”Apa yang dilakukan DPC HNSI Medan adalah bukti bahwa organisasi hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam tataran wacana, tapi dalam aksi nyata yang menyentuh kebutuhan rakyat,” tutur Zulfahri.
Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar-lembaga. Turut hadir perwakilan Ditpolairud Polda Sumut, AKBP Jenda K. Sitepu, yang menegaskan komitmen Polri untuk selalu bermitra dengan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kondusivitas wilayah pesisir. “Kehadiran kami adalah bentuk kemitraan yang solid. Di tengah keterbatasan yang ada, semangat berbagi yang ditunjukkan HNSI dan Relawan Wak Young adalah inspirasi bagi kita semua untuk terus menebar manfaat,” kata AKBP Jenda.
Acara ditutup dengan ungkapan terima kasih dari Abdul Rahman kepada para donatur dan masyarakat yang hadir. Ia berharap kolaborasi antara HNSI, Relawan Wak Young, dan para pemangku kepentingan lainnya dapat terus berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kota Medan. (NS/AY)


