Belawan | suaraburuhnasional.com — Di tengah deburan ombak dan deru aktivitas pelabuhan yang mewarnai pesisir Belawan, sebuah ruang sederhana di Jalan Gulama Nomor 69, Kelurahan Belawan Bahagia, mendadak mentransformasi suasana menjadi panggung kehangatan manusiawi, Kamis (13/8/2026) pagi.
Organisasi sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) kembali mengukir jejak kepedulian melalui penyaluran paket santunan dan bingkisan bagi puluhan anak yatim piatu. Bukan sekadar agenda seremonial tahunan, momen tersebut menjelma menjadi ruang perjumpaan batin.
Lintas garis usia melebur tanpa sekat saat Ketua KBB, Ustadz Tgk Zakaria Yusuf, duduk lesehan bersimpuh di atas ubin putih bersama anak-anak. Dengan senyum yang mengembang hangat, beliau merangkul dan memeluk mereka menghadirkan sosok pelindung di tengah ruang sunyi kehidupan anak-anak yang telah kehilangan tumpuan kasih orang tua.
Dalam dialognya bersama insan pers, Ustadz Tgk Zakaria Yusuf mengungkapkan bahwa setiap langkah gerakan KBB tidak digerakkan oleh profit atau popularitas, melainkan murni oleh panggilan nurani dan empati terdalam terhadap realitas sosial masyarakat pesisir.
”Gerakan ini memegang teguh komitmen luhur Al-Qur’an, sebagaimana tersirat dalam Surah Al-Baqarah ayat 220. Memelihara, mendidik, mengayomi, dan memuliakan kehidupan anak yatim bukanlah sekadar aksi sukarela, melainkan kewajiban iman dan wujud kebaikan tertinggi yang sangat dicintai Allah SWT,” tutur Ustadz Zakaria dengan nada tenang namun sarat makna.
Lebih jauh, beliau mengajak masyarakat luas untuk mentransformasi cara pandang dalam memuliakan anak yatim. Bantuan sosial, menurutnya, tidak boleh direduksi sekadar sebagai transaksi materi belaka. ”Menyantuni anak yatim harus melampaui batas-batas angka dan bantuan fisik. Yang jauh lebih mendasar adalah bagaimana kita menghadirkan kasih sayang yang utuh, menjamin keberlanjutan pendidikan mereka, memberikan rasa aman dari ketakutan masa depan, serta menjaga kehormatan diri mereka agar tetap berani bermimpi besar,” tegasnya mendalam.
Suasana kian haru tatkala rangkaian acara memasuki puncaknya. Puluhan jemari kecil terangkat, menengadahkan tangan dalam doa bersama yang dipandu langsung oleh Ustadz Zakaria.
Isak khusyuk dan kepolosan suara anak-anak melantunkan bait-bait doa, memohon agar para donatur dan dermawan yang telah menyisihkan rezekinya senantiasa dilimpahkan kesehatan, kelapangan rezeki, dan perlindungan dari Sang Maha Kuasa.
Melalui konsistensi aksi sosial ini, Kolaborasi Belawan Berkah tidak hanya mendistribusikan materi, tetapi juga menyalakan lentera harapan di kawasan pesisir menegaskan pesan mendalam bahwa di tengah kerasnya tantangan hidup, anak-anak yatim di Belawan tidak akan pernah berjalan sendirian. (Liputan: Nelson Siregar/AH)





















