Belawan | suaraburuhnasional.com — Jalur darat Pelabuhan Belawan bukan sekadar hamparan aspal penyambung antarkota; ia adalah jantung utama tempat berdenyutnya urat nadi perekonomian Sumatra Utara. Setiap detik, puluhan ton komoditas dan hajat hidup masyarakat diangkut oleh armada truk yang melintas. Namun, di balik bisingnya mesin kontainer, bayang-bayang premanisme jalanan terus memburu, menciptakan teror psikologis sekaligus ekonomi bagi para garda terdepan rantai pasok nasional.
Menjawab keresahan publik yang kian mengkristal, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Belawan menggelar operasi presisi pada Rabu (22/7/2026). Hasilnya, dua eksekutor aksi pemerasan jalanan di kawasan strategis Simpang Sicanang dan Jalan Raya Pelabuhan Belawan berhasil diringkus tanpa perlawanan.
Namun, pengungkapan ini tak berhenti pada tindakan represif semata. Penyidikan intensif justru membongkar tabir yang jauh lebih mengkhawatirkan: praktik kriminalitas jalanan ini digerakkan oleh dorongan adiksi narkotika.
Penyergapan berawal dari kejelian tim patroli yang dipimpin oleh IPDA Marcelino Damanik, S.Tr.K. Saat menyisir koridor-koridor rawan, petugas mendapati dua pria berinisial MD (30) dan MR (20) tengah menghentikan armada logistik secara paksa demi menguras kantong para sopir.
Tanpa memberi ruang untuk meloloskan diri, petugas langsung meringkus kedua tersangka beserta barang bukti uang tunai hasil pemerasan di lokasi kejadian.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, S.I.K., melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Agus Purnomo, S.H., M.H., menegaskan bahwa penindakan ini merupakan sinyal keras bagi para pelaku kejahatan jalanan.
”Praktik pungutan liar ini bukan sekadar persoalan nominal rupiah yang dirampas, melainkan ancaman nyata terhadap sistem keamanan arus barang. Kami tidak akan membiarkan para pengemudi yang bekerja keras mencari nafkah diintimidasi oleh aksi-aksi premanisme,” tegas AKP Agus Purnomo.
Tabir gelap di balik nekatnya aksi kedua pelaku akhirnya terkuak secara gamblang saat pemeriksaan medis di Mapolres Pelabuhan Belawan. Melalui uji laboratorium yang ketat, tes urine MD dan MR mengonfirmasi hasil positif mengonsumsi zat narkotika. Temuan ini menggarisbawahi realitas pahit yang selama ini mengintai kawasan pesisir: pungli jalanan acap kali menjadi instrumen paling instan bagi para pecandu untuk mendanai ketergantungan mereka pada barang haram.
”Hasil pemeriksaan urine ini menyingkap benang merah yang sangat jelas antara ketergantungan narkotika dan peningkatan angka kejahatan jalanan. Ketika seseorang berada di bawah pengaruh zat adiktif, rasio moral dan rasa takut terhadap hukum meluruh. Oleh karena itu, penanganan kasus ini tidak berhenti pada pasal pemerasan, melainkan berlanjut pada penelusuran jaringan peredaran narkotika yang merusak mereka,” lanjut Kasat Reskrim.
Secara makro, aksi pungli di kawasan pelabuhan bukan hanya persoalan gangguan ketertiban umum (public order), melainkan ancaman sistemik yang berpotensi melambungkan cost of logistics (biaya logistik) nasional. Hambatan sekecil apa pun di koridor Belawan berpotensi merusak efisiensi waktu, memicu kerugian material pengusaha, hingga merusak iklim investasi regional.
Penindakan terukur oleh kepolisian ini menjadi angin segar sekaligus bukti hadirnya negara dalam memberikan jaminan kepastian hukum serta keamanan di kawasan industri vital. Saat ini, MD dan MR harus mendekam di sel tahanan Polres Pelabuhan Belawan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, sekaligus menjalani pemeriksaan mendalam guna membongkar simpul-simpul kejahatan lainnya.
Menutup keterangannya, AKP Agus Purnomo melayangkan imbauan terbuka yang sarat ketegasan kepada masyarakat luas dan para pelaku usaha transportasi logistik. Polres Pelabuhan Belawan menegaskan sikap zero-tolerance terhadap segala bentuk premanisme dan penyalahgunaan narkotika. Kami mengetuk keberanian para pengemudi dan warga untuk tidak ragu melapor. Setiap informasi dari masyarakat adalah amanat bagi kami untuk bertindak demi menghadirkan rasa aman yang hakiki. (Liputan: Nelson Siregar/Hms)


