Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, Tuhan yang maha kuasa atas limpahan rahmat dan rezeki yang telah diberikan, Adv. Ir. Pahala Sitorus, S.H., M.H., M.M. Pemilik Armada Raja Trans yang berlokasi di Jalan H. M. Yamin Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi atau yang cukup dikenal dengan sebutan Kampung Keliling memberikan sedikit rezekinya untuk berbagi dengan menyantuni anak-anak yatim piatu, Minggu (23/8/2026).
Beliau juga adalah seorang pengusaha dan juga sebagai Advokat yang cukup dikenal baik oleh masyarakat Kota Tebing Tinggi dengan keramahan dan ketegasannya. Sebagaimana terlihat saat beliau menyambut kehadiran anak-anak yatim piatu dengan senyum lebar sampai pada saat memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang beragama Islam sebanyak 35 orang berasal dari Panti Asuhan Amaliah beralamat di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 10 Kelurahan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi dan anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan Damai Indah yang beragama Kristiani sebanyak 35 orang beralamat di Jalan Gunung Sibayak Nomor 60 Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi.
Dalam pemberian santunan ini, Ir. Pahala Sitorus, S.H., M.H., M.M. turut didampingi anaknya bernama Raja Pranata Sitorus dan juga mengundang penyampai tausiyah dari umat muslim Ustadz Burhan Faisol dan Pendeta Daniel Sianturi untuk umat Kristiani.
Pada kesempatan ini, Ir. Pahala Sitorus, S.H., M.H., M.M. mengatakan, hari ini PT Raja Karya Pranata atau Raja Trans berbagi kasih kepada anak-anak Yatim Piatu yang bertempat di Panti Asuhan Amaliah dan di Panti Asuhan Damai Indah yang jumlah keseluruhannya sebanyak 70 orang.
“Hari ini kita berbagi kasih karena ingin membuat anak-anak senang dan tadi kita adakan acara makan bersama dan juga ada pemberian hadiah bagi sepuluh anak yang tadi mampu menjawab pertanyaan,” ujar Pahala Sitorus.
Pahala Sitorus menambahkan, dalam acara pemberian santunan ini tidak ada membeda-bedakan suku dan agama, karena untuk merasakan kebersamaan itu tidak boleh membeda-bedakan, apalagi untuk membangun Negeri, kita harus bersama-sama bersatu.
Harapan saya, anak-anak di Panti Asuhan tetap semangat dan menjadi anak-anak yang berguna bagi Nusa dan Bangsa. Jangan kecil hati, Tuhan Maha Kaya dan yang paling utama taatlah kepada agama masing-masing,” ungkap Pahala Sitorus. (Alfian Haris)















