Medan | suaraburuhnasional.com – Berada di garda terdepan jalur pelayaran terpadat di dunia, PT Belawan New Container Terminal (BNCT) semakin mengukuhkan posisinya sebagai infrastruktur vital dan gerbang utama perdagangan internasional di Indonesia bagian barat. Momentum berharga ini ditandai dengan kunjungan tingkat tinggi (executive visit) jajaran manajemen HMM Co., Ltd. salah satu raksasa pelayaran komersial terkemuka dunia asal Korea Selatan pada Jumat (14/8/2026).
Kunjungan strategis ini menjadi pijakan penting dalam menyelaraskan visi, mengakselerasi efisiensi logistik, serta memperkuat keandalan rantai pasok maritim berbasis teknologi masa depan.
Rangkaian agenda diawali dengan field inspection secara komprehensif di area operasional terminal. Delegasi HMM Co., Ltd. meninjau langsung kesiapan infrastruktur kelas dunia, ketangguhan fasilitas bongkar muat, hingga transparansi integrasi sistem port smart technology yang diterapkan BNCT. Agenda kemudian bertransformasi menjadi diskusi strategis tertutup yang membedah operational readiness secara terukur, guna menyusun peta jalan (roadmap) efisiensi distribusi barang antarnegara.
Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nasution, menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pemain utama industri pelayaran global seperti HMM Co., Ltd. merupakan bukti konkret atas standar kapabilitas operasional BNCT yang kian kompetitif.
“Apresiasi tertinggi kami haturkan kepada HMM Co., Ltd. atas kemitraan dan kepercayaan berkelanjutan yang diamanahkan kepada BNCT. Peninjauan lapangan serta dialog mendalam ini merupakan langkah krusial untuk memastikan seluruh ekosistem operasional kami senantiasa berada pada tingkatan performa terbaik. Bersama-sama, kami berkomitmen menghadirkan konektivitas logistik yang tak hanya luas dan presisi, tetapi juga berdaya saing tinggi di panggung global,” tegas Rizki.
Sinergi berkelanjutan antara BNCT dan HMM Co., Ltd. ini diproyeksikan memberikan multiplier effect yang signifikan mulai dari memangkas waktu inap barang (dwelling time), mengoptimalkan biaya logistik nasional, hingga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam peta perdagangan maritim internasional. (Nelson Siregar/Hms)















