Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com –
Ir Pahala Sitorus, S.H., M.H., M
M. selaku Politisi sekaligus Praktisi Hukum Kota Tebing Tinggi menanggapi berbagai hal seputar dengan kritikan yang kerap dilontarkan masyarakat tentang kinerja Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih, S.E. di masa jabatannya tenggang waktu setahun lebih.
Tanggapan ini disampaikan Ir Pahala Sitorus, S.H., M.H., M.M. ketika wawancara dengan para jurnalis, Rabu (9/9/2026) di Kantor Sekretariat Raja Trans Jalan Prof. H.M. Yamin S.H
Kota Tebing Tinggi.
Ir. Pahala Sitorus, S.H., M.H., M.M. selaku praktisi hukum, kepada awak media terkait dengan berbagai kritikan terhadap Wali Kota Tebing Tinggi menjelaskan bahwa kritikan yang dilontarkan dari berbagai elemen masyarakat kalau sepanjang itu memang benar-benar tujuannya untuk pembangunan Kota Tebing Tinggi agar lebih baik atau naik kelas itu adalah kritikan yang bagus, tetapi kalau kritikan yang ditujukan kepada Wali Kota itu hanya berdasarkan kebencian, hal itu sungguh jelas tidak baik, misalnya ada ungkapan seseorang dengan kata-kata bahwa dirinya sebelum H Iman Irdian Saragih berkuasa dia selalu dapat objek dari dinas tertentu, sekarang tidak lagi dapat objek sehingga selalu mengkritisi dan tidak suka dengan Wali Kota. Menurut Pahala Sitorus hal itulah yang paling tidak baik dan tidak disukai banyak orang.
Selanjutnya Pahala Sitorus menanggapi kritikan masyarakat terkait dengan berbagai proyek yang sudah selesai di kerjakan oleh Pemerintah Kota Tebing Tinggi, contohnya Pasar Inpres, Pasar Gambir dan kolam renang, menurut warga proyek tersebut selesai tetapi tidak sesuai harapan, para pedagang masih tetap berjualan di sepanjang jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Menurut Pahala Sitorus, kalau kita analogikan hal ini dengan bermain bola kaki, penonton itu lebih pintar dari pemain, makanya penonton itu selalu membodoh-bodohkan pemain bila tak bisa menciptakan gol ke gawang lawan, padahal sesungguhnya pemain itulah yang lebih tau apa yang mau dia kerjakan walaupun di sana sini ada kekurangan tentu penonton ini memberi masukan bukan untuk mendiskreditkan yang tidak baik, jadi kalau masyarakat juga tidak perduli dengan pembangunan yang sudah selesai dikerjakan oleh Pemerintah ini bagus ini bahaya juga jadi masyarakat itu fungsinya sebagai sosial kontrol, tetapi jangan menyerang atau mendiskreditkan pribadi, karena pribadinya pun banyak yang diserang, salah satu contohnya kata-kata “Anto Kutip”, itukan menyerang pribadi pribadi.
Jika kita memang benar-benar yang mengkritisi ini cinta dengan Kota Tebing Tinggi, berikanlah masukan kepada pak Wali Kota, misalnya tentang proyek yang tidak sesuai bestek agar pak Wali Kota turun langsung, kalau kita cinta kepada Kota Tebing Tinggi ini harus memberikan informasi yang positif, sehingga Wali Kota bisa mendapatkan kondisi yang kongkrit karena menurut Pahala Sitorus bahwa Wali Kota ini bukan Tuhan atau Malaikat yang serba bisa semua, tetapi dengan adanya masyarakat yang sudah memberikan amanah kepada Wali Kota dan masyarakat sebagai sosial kontrol, sehingga OPD yang mengelola anggaran pembangunan fisik maupun non fisik Wali Kota bisa memanggil, mengawasi, menegur bahkan bisa sampai memberikan sanksi kepada kepala satuan kerja yang tidak bertanggung jawab,jadi warga jangan menyerang pribadi Wali Kota,” ujar Pahala Sitorus.
Ketika ditanya awak media mengapa Wali Kota Tebing Tinggi tidak mau membalas kritikan yang sifatnya pribadi, Pahala Sitorus mengatakan bahwa Wali Kota itu lebih fokus mengerjakan tanggung jawabnya sebagai Wali Kota demi kesejahteraan rakyat, dia tidak mau buang-buang energi untuk menanggapi kritikan yang tidak bermanfaat.
“Harapan saya kepada Wali Kota dan jajarannya jika ada kritikan atau masukan dari masyarakat haruslah ditanggapi dengan senang hati dan kita lakukan langkah dan kalau memang kritikan itu sifatnya benar-benar untuk perbaikan mari kita lakukan dengan baik, dan kepada masyarakat Tebing Tinggi saya mengajak ayo kita lakukan pengawasan terkait dengan apa saja yang sifat nya untuk kemajuan masyarakat dan kemajuan pembangunan Kota Tebing Tinggi yang kita cintai ini dan jangan sekali kali menyerang pribadi Wali Kota, karena menyerang pribadi seseorang itu perbuatan yang tidak baik dan bisa melanggar hukum,”ungkap Pahala Sitorus. (Alfian Haris)















