Belawan | suaraburuhnasional.com – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I secara resmi memulai rekayasa konstruksi dan revitalisasi Masjid Ar Ridha di Kompleks TNI AL Barakuda, Jalan Aluminium Raya, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kota Medan, Kamis (24/9/2026).
Wadan Kodaeral I, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ali Bahar Saragih, S.E., M.M., memimpin langsung seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai manifestasi komitmen kelembagaan dalam mentransformasi sarana peribadatan di lingkungan militer.
Langkah strategis ini diinisiasi berdasarkan evaluasi pasca-bencana banjir bandang yang melanda kawasan aglomerasi Kompleks Barakuda pada tahun 2025 lalu. Inundasi air dalam skala masif tersebut sempat menguji ketahanan infrastruktur kawasan dan merusak berbagai fasilitas vital Masjid Ar Ridha. Oleh karena itu, agenda renovasi kali ini tidak sekadar berfokus pada pemulihan estestis (aesthetic restoration), tetapi juga mengusung pendekatan adaptasi mitigasi bencana (disaster resilience architecture) guna meminimalisasi risiko hidro-meteorologi di masa depan.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI (Mar) Ali Bahar Saragih menegaskan bahwa rekonstruksi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem spiritual yang aman, protektif, dan ergologi bagi seluruh prajurit serta keluarga besar Kodaeral I.
”Revitalisasi Masjid Ar Ridha merupakan representasi dari ketahanan (resilience) dan soliditas kita pasca-bencana. Kita tidak hanya membangun kembali struktur fisik, melainkan merekonstruksi ruang sakral yang lebih adaptif, inklusif, dan fungsional. Masjid ini harus menjadi episentrum pembinaan karakter kerohanian sekaligus benteng interaksi sosial seluruh keluarga besar Kodaeral I,” ujar Wadan Kodaeral I.
Secara komprehensif, pembenahan Masjid Ar Ridha diproyeksikan untuk mengoptimalkan fungsi ganda (dual-functionality) tempat ibadah:
Menjadi sarana peribadatan yang khusyuk, representatif, dan aman dari bahaya genangan air melalui peninggian elevasi lantai serta struktur bangunan yang lebih kokoh. Menjadi wahana social cohesion (perekat sosial) dan ruang interaktif dalam mempererat tali silaturahmi, pembinaan mental prajurit, serta kegiatan kemanusiaan masyarakat sekitar.
Prosesi peletakan batu pertama ini menandai dimulainya fase konstruksi terpadu. Sinergi antara perencanaan teknis yang presisi dan tata kelola anggaran yang transparan diharapkan mampu menuntaskan revitalisasi ini tepat waktu. Dengan hadirnya wajah baru Masjid Ar Ridha, Kodaeral I menegaskan dedikasinya dalam membina spiritualitas prajurit yang berimbang antara kesiapan pertahanan negara dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)
















