Belawan | suaraburuhnasional.com – Kecepatan dan efisiensi koordinasi taktis kembali dibuktikan oleh jajaran Polres Pelabuhan Belawan melalui pengoptimalan Call Center Polri 110. Merespons eskalasi dinamika Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) berupa potensi pertikaian komunal (brawl/tawuran) di kawasan Maden Lama, personel gabungan bergerak secara presisi guna meredam friksi sebelum meluas menjadi konflik destruktif, Minggu (4/10/2026) sore.
Prosedur intervensi cepat ini bermula ketika operator Call Center 110 menerima laporan empiris dari seorang warga bernama Chandra pada pukul 17.05 WIB. Informasi faktual tersebut memetakan adanya indikasi gangguan ketertiban publik di kawasan Jalan Belawan Bahari, Medan Belawan—tepatnya di area krusial depan KSP CU Harapan Kita, Maden Lama.
Menerima informasi terverifikasi, operator langsung melakukan eskalasi instruksi ke unit taktis lapang, yakni Tim Macan Satuan Samapta Polres Pelabuhan Belawan, untuk memvalidasi manifestasi ancaman sekaligus mengeksekusi tindakan penanggulangan terukur (measured response).
Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Tim Macan menerapkan metode sterilisasi zonasi serta pemetaan situasi secara proaktif. Dari operasi penertiban tersebut, petugas berhasil mengamankan dua remaja terduga simpatisan aksi tawuran berinisial RR (17) dan MS (16).
Sebagai bagian dari prosedur analisis bukti fisik (physical evidence processing), personel melakukan penyisiran radius dan menemukan dua bilah senjata tajam jenis parang berukuran panjang di jarak kisaran 150 meter dari titik reduksi terduga. Meski secara alibi kedua remaja tersebut melakukan penyangkalan (denial), temuan instrumen berbahaya ini tetap diamankan sebagai barang bukti utama pendukung proses investigasi.
Mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring M., SIK., Kasat Samapta AKP Rudi, S.Sos., menegaskan bahwa efektivitas penanganan ini merupakan manifestasi dari doktrin quick response dan kepolisian prediktif (predictive policing) yang terus diakselerasi.
“Akselerasi respons terhadap seluruh input informasi masyarakat adalah prioritas mutlak. Intervensi dini sangat vital untuk memitigasi potensi gangguan Kamtibmas agar tidak bertransformasi menjadi eskalasi konflik bermutu destruksi sosial yang lebih luas,” tegas AKP Rudi.
Lebih lanjut, AKP Rudi menggarisbawahi pentingnya keterlibatan publik melalui mekanisme participatory surveillance demi menjaga stabilitas regional. “Kami mengimbau partisipasi aktif masyarakat untuk memanifestasikan kepedulian lingkungan melalui Call Center 110. Integrasi sinergis antara community intelligence dan kesiapan operasional kepolisian merupakan kunci utama memelihara stabilitas kondusivitas keamanan wilayah,” tambahnya.
Guna penanganan lebih rinci, kedua remaja beserta seluruh materiil barang bukti kini telah ditransfer ke Mako Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani proses kualifikasi hukum, pemeriksaan yuridis, serta identifikasi keterlibatan secara komprehensif sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. (Liputan: Nelson Siregar)















