Simalungun | suaraburuhnasional.com – Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggelar Aktivasi Creative Hub – Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) di Kabupaten Simalungun, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan tepi Danau Toba ini digelar dalam rangka fasilitasi akses pendanaan dan pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif. Acara ini merupakan kolaborasi Kemenekraf dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Bank Sumut.
Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi Direktorat Pengembangan Akses Pembiayaan dan Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Kemenekraf. Acara dibuka dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ekraf, serta pembacaan doa. Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Edwin Muhammad Fadholi – Ketua Tim Kerja Sikrafnas Kemenekraf.
Sambutan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun disampaikan oleh Franky Fernandus Purba, S.H., M.H. Sementara sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan secara daring oleh Prof. http://D.Sc. Ir. Mohammed Ali Berawi, http://M.Eng.Sc., Ph.D. – Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekraf.
Pantauan di lokasi, acara berlangsung dengan konsep outdoor yang menghadap langsung ke Danau Toba. Peserta terlihat antusias mengikuti sesi sosialisasi dan dialog interaktif. Peserta yang hadir tidak hanya dari Simalungun, namun sebagian pelaku usaha ekonomi kreatif juga datang dari Kabupaten Toba yang sengaja hadir untuk mengikuti program CreaFIN ini.
Memasuki sesi materi, Materi I tentang Pengantar Fasilitasi Akses Pendanaan dan Investasi bagi Pelaku Ekraf disampaikan oleh Dr. Anggara Hayun Anujuprana, ST., MT. – Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi, Kementerian Ekraf.
Dilanjutkan Materi II: Success Story yang diisi oleh Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif (Local Champion) Kabupaten Simalungun, termasuk pelaku usaha dari Toba yang berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha kreatif.
Kemudian Materi III tentang Kewirausahaan & Pengelolaan Keuangan untuk Industri Kreatif disampaikan oleh *Sofian Hadi dari Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara. Dan Materi IV tentang Produk Pembiayaan dan Dukungan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara disampaikan oleh Arwita Rahmadiyah Pasaribu dari Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara.
Dalam pemaparan tersebut, program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui penguatan kekayaan intelektual dan peningkatan akses permodalan. Melalui CreaFIN, pelaku ekraf didorong agar lebih siap mengakses KUR Ekraf dan pembiayaan perbankan berbunga rendah.
Pada sesi tanya jawab, beberapa pelaku ekraf dari Simalungun dan Toba menyampaikan kendala yang sama dalam mengakses permodalan, terutama terkait agunan dan legalitas usaha. Tim dari Kemenekraf menjelaskan bahwa pelaku ekraf bisa mendaftarkan usahanya melalui laman hub.ekraf.go.id untuk mengikuti pendataan KUR Ekraf.
Acara ditutup dengan sesi ishoma, tanya jawab lanjutan, dan penutupan acara yang dipandu oleh MC. Program Oktober Kreasi dan gerakan nasional Creative by Indonesia diharapkan mampu menjadikan kawasan Danau Toba, khususnya Simalungun dan Toba, sebagai hub ekonomi kreatif yang saling terkoneksi dan berdaya saing. (Tim)
















