Taput | suaraburuhnasional.com – Bupati Dairi, Vickner Sinaga, menghadiri kegiatan penanaman sejuta bibit pohon aren yang digelar secara simbolis di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan pemulihan lingkungan pascabencana di wilayah Sumatera Utara.
Gerakan penanaman pohon yang mengusung tema “Merawat Bumi, Menjaga Solidaritas, Menjaga Masa Depan Bangsa” ini diarahkan untuk menekan risiko bencana longsor sekaligus memulihkan kawasan rawan bencana yang terdampak perubahan iklim ekstrem.
Di lokasi kegiatan, Hashim Djojohadikusumo menjelaskan bahwa pemilihan pohon aren memiliki dasar ekologis dan ekonomis yang kuat. Pohon aren dikenal memiliki sistem perakaran yang dalam dan kokoh, sehingga efektif menahan erosi tanah dan mencegah longsor di kawasan perbukitan. “Pohon aren sangat strategis untuk wilayah seperti Tapanuli Utara dan kawasan sekitarnya. Akarnya kuat menahan tanah dan mencegah longsor. Selain itu, nilai ekonominya tinggi dan dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” ujar Hashim.
Selain berfungsi sebagai penyangga ekologis, aren juga merupakan komoditas unggulan. Produk turunannya seperti gula aren, kolang-kaling, dan nira dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki. Turut hadir Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Harli Siregar, Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan, Ketua Umum Pengurus Pusat Gekira Nikson Silalahi, Anggota DPRD Dairi Rasiden Damanik, Kepala Dinas Pendidikan Dairi Jaspin Sihombing, Ketua TP PKK Dairi Ny Rita Puspita Vickner Sinaga, serta sejumlah bupati dan undangan lainnya.
Usai kegiatan, Bupati Dairi Vickner Sinaga menyampaikan bahwa Kabupaten Dairi sebelumnya juga telah melaksanakan aksi penghijauan serupa di kawasan Danau Toba, tepatnya di hutan lindung Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan. “Beberapa waktu lalu, kami melakukan penanaman 10 ribu batang pohon kemiri sebagai upaya pemulihan pascakebakaran hutan dan banjir bandang di kawasan perbukitan Danau Toba. Perubahan iklim ekstrem, baik kekeringan maupun curah hujan yang tinggi, serta pembalakan liar menjadi sinyal kuat bahwa kita harus bertindak bersama,” ungkap Vickner.
Menurutnya, penghijauan melalui penanaman pohon merupakan langkah strategis tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan. Keberlanjutan tutupan lahan akan menjaga ketersediaan air bagi pertanian dan menjamin pasokan pangan masyarakat. “Sebagai daerah yang berada di kawasan Danau Toba, mitigasi bencana melalui penghijauan seperti ini sangat penting. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal keberlangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog kebangsaan yang berlangsung di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Tarutung, Taput. Dialog tersebut menghadirkan para wakil menteri dan Ketua Umum PP Gekira sebagai narasumber, membahas strategi komprehensif pemulihan pascabencana, pelestarian lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan di kawasan rawan bencana. Para pembicara menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan bangsa. (Clara.s)





















