Belawan | suaraburuhnasional.com – Bau garam bercampur aroma tanah basah menyambut pagi di wilayah Pelabuhan Belawan. Di bawah iringan gerimis yang jatuh perlahan, sekelompok relawan melangkah pasti menyusuri lorong-lorong sempit pemukiman pesisir. Tak ada keraguan, apalagi niat untuk berbalik arah.
Di bawah komando Ustadz Tgk. Zakaria Yusuf, wadah sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) kembali menyalurkan amanah. Mereka mengetuk satu per satu pintu rumah warga kurang mampu, membawa tak hanya paket sembako, tetapi juga hangatnya keperdulian di tengah dinginnya rintik hujan.
Lima Tahun Merawat Amanah dan Ketangguhan
Bagi pengurus KBB, hujan bukanlah penghalang, melainkan saksi bisu atas komitmen kemanusiaan yang telah mereka rawat selama setengah dekade. Filosofi “pantang pasang gigi atrek” (tidak pernah mundur) menjadi fondasi gerak mereka di lapangan.
”Genap lima tahun KBB berdiri menjaga kepercayaan publik. Kami berkomitmen penuh untuk terus menjadi jembatan yang amanah dan transparan, menyambungkan ketulusan hati para donatur langsung ke tangan kaum dhuafa,” tutur Ustadz Tgk. Zakaria Yusuf dengan nada teduh.
Seluruh rangkaian aksi sosial ini berlangsung penuh kehangatan dan rampung dengan tenang tepat sebelum kumandang azan Jumat bergema dari menara-menara masjid sekitar. Mengurai Keberkahan di Hari yang Agung
Hari Jumat senantiasa memiliki tempat istimewa dalam sanubari umat. Bagi KBB, membagikan rezeki di hari mulia ini adalah manifestasi syukur dan ikhtiar mengetuk pintu langit.
Mengakhiri aksi sosial tersebut, Ustadz Tgk. Zakaria Yusuf berpesan agar semangat berbagi didasari keikhlasan yang murni tanpa berhitung nominal, seraya mengutip keagungan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hadid ayat 18: “Sesungguhnya orang orang yang bersedekah baik laki – laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pi jaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (ganjarannya) kepada merekan dan bagi mereka pahala yang mulia”
Lewat konsistensi yang terjaga, KBB membuktikan bahwa di tengah himpitan ekonomi dan cuaca yang tak menentu, cahaya kepedulian di pesisir Belawan tak pernah padam. (Liputan: Nelson Siregar/AH)






















