Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan Kegiatan Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan, Provinsi Sumatera Utara, sebagai bagian dari proses penyiapan penetapan alur pelayaran guna meningkatkan keselamatan navigasi, menjamin keteraturan lalu lintas kapal, serta mendukung konektivitas wilayah kepulauan.
Kegiatan yang diselenggarakan di Bogor pada 19 – 21 Agustus tersebut mempertemukan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah Kota Tanjungbalai, Pemerintah Kabupaten Asahan, dan pemangku kepentingan terkait guna menyelaraskan data, hasil kajian, serta aspek teknis yang menjadi dasar penyusunan dokumen penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan.
Dalam sesi diskusi, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memberi masukan agar pendampingan area jangan di daerah penangkapan ikan nelayan tradisional, Permohonan Pengerukan alur pelayaran lebih lebar dari 80 meter dan sepanjang kawasan Pelindo agar jika Pelindo kedepan mengembangkan pelabuhan alurnya sudah dalam.
Selanjutnya Mahyaruddin mengatakan Pemko Tanjungbalai mendukung sepenuhnya kebijakan penetapan alur pelayan masuk pelabuhan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai Sumatra Utara dalam mendorong investasi dan inovasi dalam ekonomi hijau dan ekonomi biru untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekonomi. (Indah)
















