Belawan | suaraburuhnasional.com – Menembus gelombang samudra dan melintasi garis batas kepulauan, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I melepas kapal kepresidenan sekaligus armada perang KRI Bung Karno-369 dari Dermaga Makodaeral I Belawan, Sumatera Utara. Pelayaran maritim ini mengemban misi yang sangat bernilai strategis: mengawal Layanan Kas Keliling Bank Indonesia (BI) guna menjamin distribusi uang Rupiah hingga ke kawasan terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Langkah kolaboratif ini menegaskan bahwa Rupiah bukan sekadar alat transaksi yang sah, melainkan entitas simbolis dari kedaulatan moneter bangsa yang wajib hadir secara merata di seluruh bentang teritorial NKRI.
Terhitung mulai 27 Oktober hingga 1 November 2026, KRI Bung Karno-369 membelah jalur perairan strategis dengan rute pelayaran Belawan, Pulau Sembilan, Pulau Kampai, Pulau Pusong, Sabang, dan kembali berlabuh di Belawan.
Pengawalan ketat oleh unsur TNI Angkatan Laut ini mengintegrasikan fungsi pengamanan pertahanan dengan kelancaran distribusi logistik finansial. Kehadiran armada ini terbukti efektif memangkas hambatan geografis dan akselerasi ketimpangan akses perbankan yang selama ini dialami oleh masyarakat pesisir.
Kehadiran fisik uang Rupiah dalam jumlah yang memadai serta kondisi layak edar (fit for circulation) menjadi fondasi krusial dalam memperkuat stabilitas moneter lokal. Keberadaan layanan kas keliling bahari ini memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap:
Stabilitas Likuiditas Domestik: Menjaga kelancaran arus kas harian warga kepulauan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Mengakselerasi transaksi hasil laut dan komoditas pesisir guna memperkuat struktur ekonomi daerah. Memperkecil jurang disparitas finansial dengan mendekatkan otoritas moneter kepada komunitas yang terisolasi dari jaringan perbankan konvensional.
Pengerahan KRI Bung Karno-369 dalam misi ini merefleksikan peran militer yang adaptif dan multidimensional. Selain bertindak sebagai benteng kedaulatan maritim, TNI AL menunjukkan komitmennya sebagai katalisator pembangunan nasional dan kesejahteraan sosial.
Sinergi dwitunggal antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia ini mengirimkan pesan fundamental: negara hadir secara nyata di setiap jengkal perairan kepulauan, memastikan kedaulatan moneter terjaga kukuh sekaligus menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia. (Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)
















