Belawan | suaraburuhnasional.com – Semilir angin perairan Belawan menjadi saksi bisu simfoni kebersamaan antara garda pertahanan negara dan elemen masyarakat. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Komando Daerah Angkatan (Kodaeral) I memprakarsai aksi masif sanitasi perairan dan restorasi lingkungan di sepanjang kawasan Dermaga Kodaeral I, Belawan, Sumatera Utara, Sabtu (3/10/2026).
Aksi yang berlangsung secara kolaboratif ini melibatkan prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodaeral I, masyarakat Kecamatan Medan Belawan, serta jajaran Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK). Kegiatan ini bukan sekadar pembersihan visibel, melainkan langkah konkrit mitigasi pencemaran antropogenik guna menjaga marine biodiversity dan keberlanjutan ekosistem pesisir Belawan yang kian rentan.
Kawasan Dermaga Kodaeral I diproyeksikan menjadi episentrum seluruh rangkaian peringatan HUT TNI ke-81. Keasrian kawasan bentos dan perairan permukaan tidak hanya menunjang estetika serta kenyamanan operasional kegiatan, tetapi juga mencerminkan environmental stewardship dan marwah kekuatan maritim Indonesia di mata publik.
”Pengabdian TNI tidak hanya terpatri dalam dimensi pertahanan dan keamanan nasional, melainkan terwujud nyata dalam preservasi lingkungan hidup sebagai urat nadi kehidupan masyarakat pesisir.”
Sinergi lintas sektor ini mengartikulasikan konsep modal sosial yang kokoh di mana keterlibatan aktif TNI, pemerintah daerah, dan grassroots (masyarakat lokal) berhasil menciptakan modalitas kolektif untuk menanggulangi degradasi lingkungan. Dari tepian dermaga Belawan, aksi kebersihan ini menyuarakan pesan transendental: kebersihan laut adalah fondasi kedaulatan ekologis yang harus dirawat bersama.
Melalui kerja sama hands-on di garis pantai Belawan, Kodaeral I membuktikan bahwa batas antara tugas kedinasan dan kepedulian sosial saling melengkapi. Dari buih ombak Belawan, semangat gotong royong terus digaungkan demi mewujudkan kawasan pesisir yang lestari, inklusif, dan berkelanjutan untuk Indonesia. (Nelson Siregar/Dispen Koderal I)
















