Belawan | suaraburuhnasional.com – Langkah konkret dalam memperkokoh maritime security (keamanan maritim) sekaligus menopang akselerasi perekonomian nasional terus digelorakan oleh Komando Daerah TNI Angkatan Laut I (Kodaeral I). Bertempat di Gedung Makodaeral I, Belawan, Komandan Kodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., menerima audiensi strategis Forum Komunikasi Maritim Pelabuhan Belawan yang dikoordinatori oleh akademisi Prof. Dr. Haposan Siallagan, S.H., M.Hum., Kamis (5/11/2026).
Pertemuan bertaraf strategis ini menjadi perwujudan maritime diplomacy (diplomasi maritim) tingkat regional yang mempertemukan institusi pertahanan laut dengan konsorsium 12 asosiasi lintas sektor mencakup bidang kepelabuhanan, logistik, perdagangan, hingga moda transportasi maritim. Perjumpaan tersebut bukan sekadar agenda normatif, melainkan momentum krusial untuk mengintegrasikan visi tata kelola maritim yang aman, tangguh, dan berdaya saing global.
Dalam dialog interaktif yang berjalan konstruktif, Forum Komunikasi Maritim menyampaikan berbagai aspirasi substantif demi mengoptimalkan supply chain efficiency (efisiensi rantai pasok) di kawasan Pelabuhan Belawan. Diskusi berfokus pada penguatan stabilitas keamanan serta penataan physical infrastructure (infrastruktur fisik) vital, meliputi revitalisasi jalan akses pelabuhan, sistem drainase terpadu untuk antisipasi banjir, hingga optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU).
Menanggapi hal tersebut, Laksamana Muda TNI Deny Septiana menegaskan bahwa keamanan kawasan dan kelancaran operasional pelabuhan merupakan pilar utama penyokong pertumbuhan ekonomi regional Sumatera Utara. Kodaeral I memandang bahwa kedaulatan wilayah laut (maritime sovereignty) dan aspek pertumbuhan ekonomi merupakan dua elemen komplementer yang saling memperkuat.
”Terciptanya ekosistem maritim yang produktif, aman, dan berkelanjutan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen melalui pendekatan pentaheliks. Kodaeral I berkomitmen penuh untuk terus menjadi katalisator serta jembatan sinergi antara TNI AL, pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, dan masyarakat demi mewujudkan stabilitas maritim nasional,” tegas Dan Kodaeral I.
Inisiatif kolaboratif ini mempertegas peran dualistik Kodaeral I: tidak hanya sebagai garda terdepan penegak hukum dan kedaulatan di laut, tetapi juga sebagai pendorong blue economy (ekonomi biru) yang inklusif di kawasan Pelabuhan Belawan. Melalui semangat kebersamaan ini, seluruh pemangku kepentingan optimistis dapat bertransformasi menuju kawasan maritim modern yang menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat. (Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)
















