Belawan | suaraburuhnasional.com – Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) meluruskan disinformasi dan narasi provokatif yang beredar di ruang publik digital. Narasi menyesatkan tersebut dinilai sengaja dihembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meretakkan kemanunggalan TNI AL dengan masyarakat di wilayah Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Melalui rilis resminya pada Sabtu (15/8/2026), Kodaeral I secara tegas menyatakan tidak pernah mengeluarkan imbauan pengosongan rumah, mengusik ketenangan pemukiman, maupun melakukan intimidasi bentuk apa pun terhadap warga lokal. Seluruh informasi yang mengesankan adanya tekanan terhadap pemilik rumah dipastikan murni fitnah dan bertentangan dengan fakta hukum di lapangan.
Kodaeral I menyingkap adanya pergeseran pola dari oknum-oknum yang disinyalir masih berupaya menguasai lahan milik negara secara ilegal. Setelah manuver yang mengatasnamakan kelompok tani tidak membuahkan hasil, oknum tersebut kini mengubah taktik dengan menyebarkan propaganda adu domba.
Salah satu aksi manuver tersebut adalah pemasangan pamflet pengumuman ilegal di sekitar 30 rumah warga. Dinas Penerangan Kodaeral I memastikan bahwa penempelan pamflet tersebut merupakan aksi provokator yang bertujuan memicu benturan sosial antara warga dengan prajurit pengawal ketahanan pangan di Lapangan Mensen, Jalan Limau Manis, Medan Sinembah. Saat ini, tim gabungan TNI AL dan aparat penegak hukum tengah memburu para pelaku untuk diproses secara hukum.
Kehadiran prajurit Kodaeral I di kawasan tersebut murni untuk mengemban misi strategis negara: mengelola dan mengoptimalkan lahan kosong menjadi kawasan produktif demi mendukung program ketahanan pangan nasional. Misi ini dilaksanakan tanpa sedikit pun menyentuh atau mengganggu hak atas pemukiman warga yang telah berdiri di sekitar kawasan.
Dalam menjalankan amanah tersebut, Kodaeral I konsisten menerapkan tata kelola lapangan yang beretika dan bermartabat melalui tiga pilar utama: Mengedepankan dialog terbuka, empati, dan rasa saling menghormati antara prajurit dan warga. Memastikan seluruh aktivitas pengamanan dan pengelolaan aset berlandaskan regulasi hukum yang sah. Menutup rapat celah provokasi yang berpotensi merusak keharmonisan sosial yang telah terjalin erat.
Menutup keterangannya, Kodaeral I mengimbau seluruh lapisan masyarakat Limau Manis agar tetap tenang, bijak, dan tidak mudah terpengaruh oleh rumor yang sengaja dirancang untuk memecah belah kebersamaan.
”Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi (tabayyun) atas setiap informasi kepada pihak berwenang. Jangan biarkan ikatan kekeluargaan dan keharmonisan yang telah kita bangun bersama dirusak oleh propaganda pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Kadispen Kodaeral I.
Dengan komitmen pada transparansi, kesantunan, dan penegakan hukum, Kodaeral I optimistis keharmonisan, stabilitas keamanan, serta kenyamanan hidup masyarakat di Limau Manis akan terus terjaga secara berkelanjutan. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)






















