Dairi, suaraburuhnasional.com – Aliansi Pedagang Pasar Kabupaten Dairi (APPKD) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-4 dengan cara berbeda. Tidak menggelar perayaan secara seremonial maupun pesta, organisasi yang mayoritas beranggotakan pedagang pasar itu justru menggelar aksi sosial melalui kegiatan “APPKD Peduli JATAGENA” dengan membenahi ruas jalan berlubang di kawasan pasar Sidikalang, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus dukungan APPKD terhadap program Pemerintah Kabupaten Dairi, khususnya gerakan Jalan Tanpa Genangan Air (JATAGENA) yang mengusung semangat “Satukan Hati, Samakan Persepsi.”
Kegiatan diprakarsai oleh Harris Silaban dan Beres Lumbangaol, sementara pelaksanaan kegiatan berada di bawah tanggung jawab Robet Siburian dan Risma Bako. Aksi gotong royong tersebut turut dihadiri Camat Sidikalang Mawardi Tumanggor bersama Kasi Pemerintahan Desa/Kelurahan (Kasipemdes) Kecamatan Sidikalang, Netty Pinem.
Berbeda dari kegiatan formal yang mengandalkan dukungan anggaran, APPKD menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan aksi nyata yang dilaksanakan secara mandiri, baik melalui tenaga maupun material. Dalam pelaksanaannya, APPKD juga mendapat dukungan tenaga dari jajaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Sidikalang.
Pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan turut mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi sehingga proses pembenahan jalan dapat berlangsung dengan tertib dan tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat.
Meski sebagian besar anggota APPKD merupakan pedagang yang beraktivitas dari satu pasar ke pasar lainnya, antusiasme untuk terlibat tetap terlihat. Tidak seluruh anggota dapat hadir karena sebagian pedagang pada Jumat beraktivitas di kawasan PLTA dan lokasi onan lainnya. Namun, sekitar sepertiga anggota tetap menyempatkan diri turun langsung mengikuti kegiatan.
Semangat gotong royong juga terlihat dari keterlibatan para pedagang perempuan. Mereka tidak hanya hadir membantu pekerjaan, tetapi turut menyediakan minuman sederhana bagi peserta kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap aksi sosial tersebut.
Penanggung jawab kegiatan, Robet Siburian, mengatakan keputusan APPKD memperingati hari jadi dengan membenahi fasilitas umum merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap lingkungan pasar yang menjadi ruang aktivitas bersama.
“Mengapa APPKD merayakan hari jadinya tidak dengan hura-hura, makan-makan atau kegiatan lainnya? Kami lebih tertarik melakukan pembenahan jalan pasar ini karena kami adalah pedagang. Jalan ini nantinya digunakan semua pedagang, walaupun bukan anggota APPKD, termasuk para pengunjung pasar,” ujar Robet.
Menurutnya, APPKD merupakan organisasi pedagang yang memiliki komitmen untuk menjadi mitra sekaligus pendukung program pemerintah melalui aksi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menegaskan, kegiatan pembenahan jalan bukan kali pertama dilakukan APPKD. Sebelumnya, para pedagang yang tergabung dalam organisasi tersebut juga telah beberapa kali bergotong royong menangani ruas jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang di kawasan pasar.
“APPKD adalah organisasi pedagang yang mendukung pemerintah. Bukan hanya kali ini kami melakukan kegiatan seperti ini. Sudah beberapa kali kami ikut membenahi jalan yang berlubang,” katanya.
Senada dengan Robet, Risma Bako mengatakan kegiatan tersebut memang dipersiapkan dalam waktu relatif singkat. Namun, keterbatasan waktu tidak mengurangi kesiapan anggota untuk mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah. “Walaupun kegiatan ini sifatnya mendadak, tetapi persiapannya tetap matang. Kami siap mendukung program pemerintah, terutama JATAGENA,” ujarnya.
Aksi APPKD Peduli JATAGENA sekaligus menunjukkan bahwa peringatan hari jadi organisasi tidak harus diwujudkan dalam bentuk kemeriahan. Bagi para pedagang, momentum HUT ke-4 justru dimaknai melalui aksi kolektif yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Jalan pasar merupakan fasilitas publik yang digunakan secara bersama, sehingga pembenahannya tidak hanya memberikan manfaat kepada anggota APPKD, tetapi juga kepada pedagang lain, pembeli, pengunjung, serta pengguna jalan lainnya.
Semangat tersebut sejalan dengan prinsip gotong royong dan partisipasi masyarakat, di mana pemerintah dan elemen masyarakat dapat berkolaborasi dalam menjaga serta meningkatkan kualitas fasilitas publik.
Melalui aksi tersebut, APPKD berharap semangat “Satukan Hati, Samakan Persepsi” tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya kawasan pasar yang lebih tertib, aman, nyaman, dan bebas dari genangan maupun kerusakan jalan. (Clara)















