Medan | suaraburuhnasional.com – Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Zulkarnaen, SKM hadir di tengah masyarakat mensosialisasikan penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Dalam kegiatan itu, Zulkarnaen mengajak masyarakat untuk terus membangkitkan kembali nilai dan norma Pancasila yang mulai pudar di kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan H. Zulkarnaen, SKM saat melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan TA 2026 dengan tema “Pancasila Sebagai Sumber Nilai, Moral dan Etika Publik”, di Jalan Belat, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (24/10/2026).
Sebelum memberikan edukasi, seluruh peserta yang hadir terlebih dahulu mengucapkan Salam Pancasila secara serentak dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat.
Dalam pemaparannya, politisi Partai Gerindra yang duduk di Dapil Medan Tembung – Medan Perjuangan itu meminta agar masyarakat tetap menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, bermasyarakat, maupun dalam berbangsa dan bernegara.
“Cerminan nilai Pancasila harus hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Ayo bangkitkan kembali nilai-nilai Pancasila mulai dari rumah kita sendiri,” tegas Zulkarnaen.
Selanjutnya, Zulkarnaen menjelaskan secara rinci makna yang terkandung dalam 5 Sila Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa:
Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Mengandung makna bahwa bangsa Indonesia mengakui adanya Tuhan. Setiap warga negara diberi kebebasan untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing serta wajib menjaga toleransi antar umat beragama. Tidak boleh memaksakan kehendak dan harus saling menghormati.
Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Mengandung nilai kemanusiaan, bahwa kita harus saling menghormati, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta berlaku adil dan beradab kepada sesama tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Mengajak kita untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta cinta tanah air dan rela berkorban demi keutuhan NKRI.
Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Mengandung makna bahwa setiap pengambilan keputusan harus melalui jalan musyawarah untuk mufakat. Menghargai perbedaan pendapat dan menjunjung tinggi demokrasi yang beradab, seperti yang kita jalankan di DPRD.
Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ini adalah tujuan akhir dari Pancasila. Dimana setiap kebijakan pemerintah dan pembangunan harus dirasakan adil dan merata oleh seluruh rakyat. Tidak ada kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Inilah yang terus kami perjuangkan di DPRD melalui penganggaran APBD yang berpihak kepada rakyat kecil.
“Mari kita amalkan kelima sila ini. Kalau semua kita jalankan, insya Allah Medan ini aman, rukun, dan sejahtera,” pungkas Wakil Ketua DPRD Medan yang dikenal dekat dengan warga itu. Acara sosialisasi berlangsung antusias dan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta foto bersama. (PM)















