11.4 C
Munich
Sabtu, Juni 6, 2026

Mafia Pendidikan Disinyalir Siasati SPTJM Guna Peroleh Kucuran Dana dari Pemerintah

Must read

 

Jabar | suaraburuhnasional.com – Marwah Disdik Provinsi Jawa Barat terus dikikis oleh perilaku menyimpang mafia pendidikan oknum dari sejumlah satuan pendidikan SMA/SMK di lingkungan KCD wilayah Vl Jawa Barat.

Menanggapi perihal yang berpotensi mencidrai dunia pendidikan tersebut, sejumlah pemerhati pendidikan angkat bicara, menurutnya, nonong winarni selaku Kepala KCD Wilayah VI dinilai gagal mendisiplin jajarannya yang berkewajiban melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan juga pembinaan pada satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Cianjur maupun bandung barat, kondisi demikian akhirnya berimbas pula pada peran strategis MKKS dalam pengembangan satuan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi kepala satuan pendidikan diberbagai aspek jadi monoton, MKKS terkesan hanya pandai mengurus proposal DAK dan iuran anggota terselubung.

Pemerhati pendidikan juga menyoroti soal SPTJM dapodik bermaterai produk sejumlah oknum kepala satuan pendidikan, menurutnya, SPTJM beserta kelengkapan berkas bukti hasil verifikasi dan validasi data faktual siswa yang ditanda tangani oleh pengawas, kepala satuan pendidikan juga dikuatkan oleh kepala KCD tersebut, selama ini oleh para mafia malah dijadikan sarana atau pintu masuk guna menggondol dana pendidikan dari pemerintah, lantaran, input data peserta didik tidak sesuai dengan kondisi riil pada aplikasi dapodik yang dinyatakan valid oleh Disdik, merupakan awal keberhasilan para oknum satuan pendidikan dan pihak lain yang bersekutu untuk membobol dana BOS dan anggaran program lainnya dari pemerintah, sementara permendikbud no 63 tahun 2022 yang mengatur soal BOS ditentang dengan cara disiasati akal bulus yang sedemikian rupa.

Sumber suaraburuhnasional.com dari kalangan tendik menuturkan, hal serupa disinyalir terjadi pada satuan pendidikan SMK Al Manar-Ciranjang, dimana pada tanggal 28 Agustus lalu menginput data peserta didik 100 orang, SMK bina teknik-Cikalong Kulon menginput data peserta didik tanggal 26 Agustus lalu sebanyak 166 orang dan SMK swasta yang dikepalai Nanang Sopyan pada tanggal 30 Agustus lalu menginput data peserta didik sebanyak 243 orang, sumber menyebut, data peserta didik yang diinput pada aplikasi dapodik oleh ketiga SMK swasta tersebut, disinyalir terkontaminasi ratusan peserta didik fiktif.

Hasil investigasi awak media suaraburuhnasional.com, pada SMK Al Manar, nampak hanya ada enam siswa di ruang kelas kecil tanpa ditemani guru, menurut kepala satuan pendidikan heni permanawati, sebagian siswa ada di Bojongpicung dan di pesantren Tungturunan.

Begitu juga di SMK Bina Teknik Cikalong Kulon, ada lima orang peserta didik beserta satu orang guru seperti tengah melangsungkan PBM, menurut kepala SMK Bina Teknik Endang Permana, siswa yang lainnya sedang basket, namun, Endang tidak menunjukan dimana tempat olahraga dimaksud, Endang juga menegaskan, jika wartawan mendatangi sekolah yang dipimpinnya seperti biasa harus didampingi oleh MKKS.

Sementara, pekan lalu upaya untuk menemui Nanang Sopyan di SMK swasta yang dikepalainya, awak media suaraburuhnasional.com tidak bertemu Nanang, menurut bawahannya, Nanang Sopyan sedang keluar kota, sehingga informasi dari sejumlah sumber perihal indikasi adanya ratusan siswa fiktif juga terkait dugaan verifikasi data dapodik tidak dilaksanakan langsung di lokasi SMK yang dipimpinnya, sejauh ini belum diperoleh tanggapan dari Nanang Sopyan, padahal upaya menghubungi Nandang melalui telpon selular telah beberapa kali dilakukan, tersiar kabar, Nandang malah mengadu menghubungi juragan MKKS.

Kepala KCD wilayah VI Nonong Winarni, sewaktu hendak dihubungi Jumat lalu untuk menanggapi perihal dimaksud, di peroleh informasi dari bawahannya, ibu KCD sedang dinas luar. (Kamal/Asep)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article