27.2 C
Munich
Sabtu, Mei 30, 2026

HAPSARI dan FPPI Dorong Standarisasi Layanan Pemberdayaan Perempuan di Dairi: Wujudkan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Keadilan Gender

Must read

 

Dairi | suaraburuhnasional.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Dairi menyelenggarakan kegiatan penguatan dan pengembangan Lembaga Penyediaan Layanan Pemberdayaan Perempuan (LPLPP) pada Jumat, 23 Mei 2025, yang dihadiri oleh berbagai organisasi perempuan, termasuk Forum Peduli Perempuan Indonesia (FPPI) dan organisasi perempuan tingkat kabupaten lainnya. Kegiatan yang bertempat di Sidikalang ini menghadirkan Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) sebagai narasumber utama.

Mewakili Kepala Dinas, Dra. Elpinka Desima Hutapea, selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Upaya Kesejahteraan (PUJ), membuka kegiatan dengan membacakan amanat pimpinan yang berhalangan hadir karena mengikuti agenda etos di pendopo. Dalam sambutannya, Elpinka menyoroti pentingnya peningkatan kualitas hidup perempuan, yang selama ini dinilai masih tertinggal dibandingkan laki-laki. Ia menekankan bahwa perempuan, yang mencakup sekitar 50% dari total populasi Indonesia sebanyak 281,6 juta jiwa, harus mendapat akses yang setara dalam berbagai aspek pembangunan.

Acara dimulai dengan sesi ice breaking dan perkenalan antarorganisasi melalui enam poin utama: identitas lembaga, program pemberdayaan, jenis layanan, penerima manfaat, standar layanan, dan sumber pendanaan. Masing-masing organisasi yang hadir diwajibkan memaparkan secara rinci untuk memetakan kapasitas dan peran masing-masing dalam mendukung pemberdayaan perempuan secara menyeluruh.

Sebagai narasumber, HAPSARI menghadirkan Laili Zailani, SH; Dr. Devita Mesayu, SH, MH; dan Erwita Poetri Annisa, yang menilai bahwa upaya pemberdayaan perempuan di Dairi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Namun, mereka juga menggarisbawahi perlunya standardisasi layanan antar organisasi agar manfaatnya bisa menjangkau kelompok perempuan akar rumput secara optimal.

“HAPSARI datang ke Dairi untuk meninjau sejauh mana standar layanan organisasi perempuan diterapkan secara konsisten. Kami ingin mengajak perempuan Dairi untuk terus maju dan kuat dengan identitas gendernya sendiri dalam kepemimpinan, kewirausahaan, pendidikan, kesehatan, hingga pemenuhan hak-hak sosial dan politik,” ujar Laili Zailani dalam paparannya.

Diskusi juga mengangkat isu-isu penting seperti makna pemberdayaan perempuan dalam kehidupan sehari-hari, tantangan kesetaraan gender, serta peluang peningkatan peran perempuan dalam pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Kehadiran Forum Peduli Perempuan Indonesia (FPPI) memperkuat komitmen kolaboratif dalam kegiatan tersebut. FPPI yang diwakili oleh Pendeta Delima Banjarhahor dan Clara Siahaan menyampaikan kontribusi organisasi dalam bidang sosial, spiritual, dan advokasi perempuan lintas komunitas. Mereka menekankan pentingnya peran perempuan sebagai agen perubahan yang tidak hanya aktif dalam ruang domestik, tetapi juga dalam ruang publik dan pengambilan keputusan.

Kegiatan ditutup dengan penuh semangat dan kebersamaan melalui tarian joget kewer-kewer, simbol dari energi positif dan solidaritas antarorganisasi perempuan Dairi.

Melalui kegiatan ini, sinergi antarlembaga pemberdayaan perempuan diharapkan semakin kuat, menciptakan gerakan bersama menuju keadilan dan kesetaraan gender yang nyata di Kabupaten Dairi. (Clara.S)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article