Belawan | suaraburuhnasional.com – Di tengah komitmen besar mewujudkan wilayah bebas narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan kembali mencatatkan keberhasilan penting. Sebuah operasi senyap yang digelar pada Jumat (9/1) di kawasan Jalan Giro, Kelurahan Titi Papan, berhasil menghentikan langkah Zulfan (45), seorang pria yang diduga kuat menjadi motor penggerak peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut.
Penangkapan ini bukan sekadar keberhasilan teknis, melainkan bukti nyata dari sinergi antara kewaspadaan kepolisian dan keberanian masyarakat dalam menjaga integritas lingkungannya. Keberhasilan ini berakar dari laporan masyarakat yang mencium adanya aktivitas mencurigakan di pemukiman mereka. Menanggapi keresahan warga, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Narkoba AKP A.R. Riza, SH., MH., langsung menginstruksikan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam hingga berujung pada penggerebekan yang presisi.
“Kami bertindak atas mandat masyarakat yang mendambakan lingkungan bersih dari racun narkoba. Penangkapan ini adalah bentuk responsivitas kami terhadap setiap informasi yang mengancam masa depan generasi di wilayah hukum Belawan,” ujar AKP A.R. Riza dalam pernyataan resminya.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan aktivitas pengedaran. Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga klip plastik berisi kristal putih yang diduga kuat sebagai sabu, beserta perangkat pendukung distribusi seperti plastik klip kosong, pipet runcing, serta unit telepon genggam yang diduga menjadi alat komunikasi transaksi.
Saat dilakukan interogasi awal, tersangka tidak dapat mengelak dan mengakui bahwa komoditas terlarang tersebut berada di bawah penguasaannya untuk diperjualbelikan secara ilegal. Kini, Zulfan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pelabuhan Belawan. Langkah kepolisian tidak berhenti di sini; tim penyidik sedang melakukan pendalaman guna memetakan jaringan yang lebih luas dan mengejar pemasok utama di balik layar.
Polres Pelabuhan Belawan kembali menegaskan bahwa tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan narkotika. Melalui pendekatan yang tegas namun humanis, kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadi “mata dan telinga” negara dalam memerangi peredaran narkoba demi terciptanya tatanan sosial yang sehat dan aman. (NS)















